Manokwari, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papu Barat, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Alfred Papare mengatakan, nonton bareng atau nobar film Pesta Babi di Manokwari, ibu kota Papua Barat tak masalah selama film itu lulus sensor.
Hal itu dikatakan Alfred Papare saat mengumpulkan perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Papua Barat, Jumat (15/6/2026).
Pernyataan ini disampaikan Kapolda Papua Barat berkaitan rencana pemutaran film dokumenter “Pesta Babi” di wilayah Manokwari.
Katanya, selama kegiatan nobar tersebut tidak melanggar hukum dan film telah melalui proses sensor sesuai ketentuan, tak ada masalah.
“Maka kegiatan [nonton bareng] tersebut sah untuk dilaksanakan. Bahwa Papua Barat dibangun atas keberagaman dan nilai-nilai adat yang menjadi pedoman hidup masyarakat,” kata Alfred Papare.
Selain itu menurutnya, ada berbagai tantangan yang kini harus dihadapi bersama, seperti penyalahgunaan narkoba, gangguan ketertiban oleh anak muda, perselisihan antarwarga, penyebaran hoaks, ujaran kebencian di media sosial, hingga berbagai upaya provokasi yang memanfaatkan isu sosial.
“Oleh karena itu, menghormati ruang berekspresi dan penyampaian pendapat di muka umum selama dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Dikatakan Polda Papua Barat juga membuka diri terhadap kritik dan masukan, demi perbaikan institusi kepolisian.
“Pembinaan terhadap anggota Polri, khususnya putra-putri Papua yang direkrut melalui jalur Otsus dan Noken, terus dilakukan secara maksimal agar dapat menjadi anggota Polri yang disiplin dan profesional,” ujarnya.
Ketua Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat, Ronald Mambieuw mengapresiasi Polda Papua Barat atas terselenggaranya forum tatap muka tersebut, yang dinilai sebagai sarana komunikasi dan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pihak kepolisian.
Katanya, forum seperti ini sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempererat sinergitas antara organisasi kemasyarakatan dengan Polda Papua Barat.
Ronald Mambieuw mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah Papua Barat. Menolak penyebaran hoaks dan isu-isu sosial yang dapat memecah belah masyarakat, serta mendukung pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua.
“Harapan agar seluruh elemen masyarakat mendukung program-program Polda Papua Barat dan program pemerintah dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” kata Ronald Mambieuw.
Sementara itu Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan mengatakan, tatap muka bersama Ormas ini merupakan bentuk komitmen Polda Papua Barat dalam membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergitas antara Polri dan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Dengan adanya dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Papua Barat tetap terjaga dengan baik,” kata Gadug Kurniawan.
Tatap muka tersebut ditutup dengan deklarasi bersama seluruh organisasi kemasyarakatan se-Papua Barat, sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Barat. (*)

























Discussion about this post