Jayapura, Jubi – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China memberikan ucapan selamat kepada Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon yang baru, politisi senior Matthew Wale.
Mantan pemimpin oposisi ini terpilih dan dilantik oleh Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon David Tiva Kapu di Parlemen Nasional Kepulauan Solomon, Honiara, Jumat (15/5/2026).
“China mengucapkan selamat kepada Bapak Matthew Wale atas terpilihnya beliau sebagai perdana menteri Kepulauan Solomon,” tulis Guo Jiakun Chinese juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam akun facebook Chinese Foreign Ministry Spokesperson yang dikutip jubi.id Sabtu (16/5/2026).
“China bersedia bekerja sama dengan pemerintah Kepulauan Solomon yang baru untuk memperluas kerja sama praktis antara kedua negara di berbagai bidang” dan memperdalam kemitraan strategis mereka, “kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun.
Kementerian Luar Negeri China secara resmi mengucapkan selamat kepada Matthew Wale atas terpilihnya sebagai Perdana Menteri Kepulauan Solomon , dan menyatakan bahwa pintu diplomatik Beijing selalu terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintahan barunya.
Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China ini penting karena selama masih menjadi Pemimpin Oposisi di Parlemen Nasional Kepulauan Solomon selama 26, Mathew Wale dikenal sangat kritis terhadap hubungan kerja sama China dengan Kepulauan Solomon.
Apalagi PM sebelumnya Jeremiah Manele dan Manasseh Sogavare memilki hubungan yang sangat erat dengan kedua mantan Perdana Menteri Kepulauan Solomon ini.
Terpilihnya PM Kepulauan Solomon yang baru menyebabkan Kementerian Luar Negeri China menyatakan kesediaan untuk melanjutkan kerja sama dan terlibat secara diplomatik dengan pemerintahannya.
Meskipun Wale selama ini kritis terhadap kerja sama Kepulauan Solomon dan China dengan mengedepankan transparansi dan sebelumnya menyerukan agar kesepakatan keamanan tahun 2022 dipublikasikan, pendiriannya telah melunak baru-baru ini.
Setelah pelantikannya, Wale menyatakan bahwa ia bermaksud untuk meninjau kesepakatan keamanan dan infrastruktur sebelum membuat keputusan mendadak, yang menunjukkan pendekatan pragmatis terhadap urusan luar negeri.
Kepulauan Solomon dan Republik Rakyat Tiongkok menjalin hubungan diplomatik resmi pada 2019 di bawah pemerintahan PM Manasseh Sogavare meneken kerja sama pertahanan antar kedua negara.
Sebelumnya, Kepulauan Solomon memiliki hubungan diplomatik dengan Republik Tiongkok , yang juga dikenal sebagai Taiwan.
Hubungan antara Taiwan dan Kepulauan Solomon telah berlangsung sejak 1983 sampai dengan 2019 dan bekerja sama dalam pembangunan di negara yang baru merdeka pada 7 Juli 1978.
Kedua negara tersebut menjalin hubungan diplomatik formal selama 36 tahun, dan pernah membuka perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok, Taiwan di Honiara.
Kini hubungan kerja sama terputus dan Kepulauan Solomon hanya mengakui satu China dengan membuka Kedutaan Besar Tionkok di Honiara sebaliknya Solomon juga buka Kedubes di Beijing sejak 2019.
Setelah Kepulauan Solomon beralih ke Beijing sebagai mitra diplomatik, tercatat perusahaan-perusahaan besar milik negara Tiongkok, seperti China Civil Engineering Construction Company masik dan telah menyelesaikan,Kompleks Stadion Nasional di Honiara dengan hibah senilai $74 juta yang terdiri dari stadion utama dan beberapa tempat olahraga yang lebih kecil yang dibangun untuk menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Pasifik 2023.
Selain itu pemerintah Beijing juga membangun Asrama Universitas Nasional Kepulauan Solomon (SINU)di Kampus Kukum Honaiara. Asrama ini berfungsi sebagai perkampungan atlet Pacific Games 2023.
Beberapa kementerian pemerintah tambahan, gedung-gedung sipil, dan pembangunan kembali pelabuhan didukung oleh Beijing. (*)




Discussion about this post