• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Perlindungan laut harus dikembangkan sesuai tradisi PNG

May 15, 2026
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
PNG

Prof Dr Chalapan Kaluwin Direktur Institut Penelitian Perubahan Iklim dan Kelautan Momis, PNG- Jubi/pina.com.fj

0
SHARES
35
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Papua Nugini (PNG) terletak di atas beberapa perairan laut terhangat di bumi dan merupakan rumah bagi lebih dari 1.200 pulau, skala geografi maritim yang diremehkan oleh banyak warga dan pembuat kebijakan.

Hal ini dikatakan Profesor Chalapan Kaluwin dalam sebuah seminar di Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Samudera Melanesia di Port Moresby yang berakhir kemarin Kamis (14/5/2026) yang dilansir jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg. Jumat (15/5/2026).

Ia mengatakan realitas ini menempatkan PNG di garis depan perubahan iklim dan menuntut kebijakan kelautan lokal yang dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan setempat, pengetahuan adat, dan kepemilikan masyarakat adat.

Profesor Kaluwin, yang memimpin penelitian di Institut Penelitian Perubahan Iklim dan Kelautan MAMIS, mengatakan bahwa puluhan tahun kerja ilmiah oleh para peneliti Papua Nugini dari Greenland hingga Kutub Selatan telah membantu membentuk kebijakan kelautan pertama negara itu dan mengungkapkan betapa sedikitnya yang dipahami tentang identitas maritim PNG yang sebenarnya.

Ia mengatakan perairan laut terhangat di dunia ditemukan di laut PNG sendiri, khususnya di Laut Bismarck dan Laut Solomon, dan panas ini mendorong pola cuaca, perilaku perikanan, dan risiko iklim yang memengaruhi jutaan orang.

Profesor Kaluwin berpendapat bahwa tata kelola kelautan PNG harus dimulai dari rakyatnya sendiri terutama kearifan lokal menjaga lingkungan secara tradisional, bukan dengan kerangka kerja yang dipinjam dari luar negeri.

Menurutnya, kepemilikan laut berdasarkan adat tetap menjadi inti bagaimana masyarakat berinteraksi dengan lingkungannya, dan kebijakan nasional apa pun harus menghormati pemilik tanah, kepala suku tertinggi, dan sistem pengambilan keputusan lokal.

BERITATERKAIT

Presiden Timor Leste akhiri kunjungan kenegaraan bersejarah di PNG

Negara peserta KTT Samudera Melanesia tandatangani deklarasi MOCOR

Vanuatu bahas rencana cagar laut dengan PNG dan Fiji di KTT Samudera Melanesia

PM PNG menyambut para Pemimpin di KTT Samudra Melanesia

“Ini rumah Anda. Ini nama Anda. Ini laut Anda,” katanya, menekankan bahwa pengelolaan laut adalah tanggung jawab budaya dan kewajiban nasional.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Profesor Kaluwin mengatakan strategi ekonomi biru dan hijau PNG harus didasarkan pada bukti ilmiah dan realitas masyarakat setempat.

Ia menghubungkan tata kelola laut dengan perikanan, keanekaragaman hayati laut, kehutanan, polusi berbasis darat, observatorium iklim, ekstraksi sumber daya berkelanjutan, dan PDB nasional.

Ia memperingatkan bahwa PNG harus menghindari “meminjam kebijakan dari tempat lain” dan sebaliknya mengandalkan universitas, ilmuwan, dan lembaga provinsi sendiri untuk menguji dan menyempurnakan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal.

Ia menambahkan bahwa wilayah maritim PNG yang luas membutuhkan kesadaran nasional dan komitmen politik yang lebih kuat. Dengan lebih dari 1.200 pulau dan zona laut terhangat di dunia, ia mengatakan PNG harus bersiap menghadapi percepatan variabilitas iklim, pergeseran siklus El Niño dan La Niña, serta kenaikan permukaan laut yang mengancam masyarakat pesisir dan ketahanan pangan.

Realitas ilmiah ini, katanya, menentukan masa depan ekonomi negara dan tanggung jawabnya untuk melindungi rakyatnya.

Profesor Kaluwin mencatat bahwa diskusi sedang berlangsung agar PNG dapat membentuk Kementerian Kelautan pada  2027, sejalan dengan tren global dan prioritas regional Pasifik.

Ia mengatakan negara-negara maritim utama seperti Prancis, Amerika Serikat, dan Inggris telah lama berinvestasi dalam tata kelola laut, dan PNG harus melakukan hal yang sama untuk melindungi sumber daya maritimnya dan menegaskan hak-haknya di kawasan tersebut. (*)

Continue Reading
Tags: KTT Samudera MelanesiaPerlindungan LautPNG
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

PM Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon yang baru: Ingatkan kami, kami adalah hamba anda

May 15, 2026
Kapal Perang

Kapal Perang Patroli Inggris kembali ke Honiara

May 15, 2026
Kaledonia Baru

Ketegangan masih terjadi di Kaledonia Baru

May 15, 2026

Mathew Wale pimpin Kepulauan Solomon setelah 26 tahun menjadi oposisi

May 15, 2026

ASEAN dan Australia perkuat kemitraan untuk perdamaian dan kemakmuran

May 14, 2026

Presiden Timor Leste akhiri kunjungan kenegaraan bersejarah di PNG

May 14, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara