Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Papua New Guinea (PM PNG), James Marape menyambut kedatangan para pemimpin internasional di Papua Nugini yang akan mengikuti Konferensi Samudra Melanesia perdana di APEC Haus di Port Moresby pada 11–14 Mei 2026.
Perdana Menteri Marape menggambarkan konferensi tersebut sebagai pertemuan bersejarah, yang akan menyatukan Negara-negara Kepulauan Pasifik dan Mitra Internasional dalam upaya bersama melindungi lautan dunia, memperkuat ketahanan iklim, dan mempromosikan pengelolaan laut yang berkelanjutan, sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg, Selasa (12/5/2026)
Marape mengatakan, konferensi ini hadir pada saat kritis ketika kenaikan permukaan laut, pemanasan laut, polusi laut, dan degradasi lingkungan terus mengancam negara-negara kepulauan yang rentan dan ekosistem global.
“KTT Samudra Melanesia adalah kesempatan penting untuk mengubah kepemimpinan Pasifik menjadi tindakan nyata. Lautan kita menopang ketahanan pangan, budaya, ekonomi, dan ketahanan iklim kita,” kata Perdana Menteri Marape.
“Dengan bekerja sama, kita dapat melindungi keanekaragaman hayati laut kita, memperkuat mata pencaharian yang berkelanjutan, dan membangun masa depan laut yang berlandaskan kemitraan, pengelolaan, dan kemakmuran bersama.”
Katanya, lautan sangat penting untuk mempertahankan kehidupan di bumi dan harus dilindungi untuk generasi mendatang.
“Laut menopang kehidupan. Laut memulai proses siklus air. Laut mengandung ekosistem laut dan memainkan peran besar sebagai penyerap karbon sekaligus menghasilkan oksigen yang menopang kehidupan di Bumi,” ucapnya.
Marape juga merenungkan keunikan bumi itu sendiri, dengan mengatakan bahwa sistem air Planet ini membedakannya dari semua planet lain yang dikenal di alam semesta.
“Jika Anda melihat luasnya kosmos, tidak ada planet lain seperti Bumi. Perbedaan antara Planet kita dan semua planet lainnya adalah kita memiliki air — laut, sungai, dan samudra, dan ini adalah sifat-sifat yang menopang kehidupan,” kata Perdana Menteri Marape.
“Jika kita menghancurkan air ini dan ekosistem di dalamnya, maka kita menghancurkan Planet itu sendiri” ujarnya.
Ia mengatakan negara-negara Kepulauan Pasifik bukan hanya negara-negara pulau kecil, tetapi penjaga salah satu wilayah Samudra terbesar dan terpenting di dunia.
“Kita mungkin dipandang sebagai negara-negara pulau kecil berdasarkan populasi dan luas daratan, tetapi berdasarkan luas wilayah Samudra kedaulatan kita, kita adalah negara-negara Samudra yang besar,” katanya.
Ia mencatat bahwa Samudra Pasifik berfungsi sebagai salah satu penyerap karbon terbesar di dunia dan tetap penting bagi keseimbangan lingkungan global.
Perdana Menteri mengatakan salah satu hasil utama yang diharapkan dari Konferensi tersebut adalah komitmen regional yang lebih kuat untuk melestarikan setidaknya 30 persen ruang samudra kedaulatan, dari eksploitasi yang merugikan dan kerusakan lingkungan.
“Generasi kita harus menyelamatkan Samudra kita agar anak-anak kita dapat terus menikmati sifat-sifat pemberi kehidupan dari Samudra dan melestarikan Planet kita untuk generasi mendatang,” kata Perdana Menteri Marape.
Perdana Menteri Marape juga menyerukan kepada negara-negara industri dan negara-negara penghasil emisi karbon utama untuk bekerja sama dengan negara-negara Pasifik dalam mendukung upaya konservasi Laut dan Hutan.
“Kami meminta negara-negara yang memiliki jejak karbon besar untuk membantu kami menyelamatkan Lautan dan Hutan kami,” katanya.
“Bersama-sama, aset global ini dapat dikelola secara berkelanjutan untuk kepentingan seluruh umat manusia,”tambahnya.
Perdana Menteri menyoroti lokasi Papua Nugini yang sangat penting secara global di dalam Segitiga Karang, salah satu Wilayah Keanekaragaman Hayati Laut terkaya di Bumi.
“Papua Nugini berada di jantung salah satu Sistem Terumbu Karang terpenting di dunia. Kita berada di jantung Segitiga Karang,” ujarnya.
Perdana Menteri Marape menyambut semua Pemimpin dan Delegasi yang berkunjung ke PNG, termasuk para Pemimpin Kepulauan Pasifik, mitra pembangunan, dan perwakilan internasional.(*)




Discussion about this post