Jayapura, Jubi – Presiden Republik Demokratik Timor Leste, Dr. José Ramos Horta, tiba Bandara Internasional Jackson di Port Moresby, Papua Nugini (PNG), Minggu (10/5/2026).
Kunjungan peraih nobel perdamaian ini, untuk melakukan pembicaraan bilateral dan menghadiri Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Samudra Melanesia perdana 2026, yang diselenggarakan di Port Moresby pada Senin, 11 Mei.
KTT itu dihadiri para kepala negara, menteri, dan kepala misi dari 13 negara, sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg, Senin (11/5/2026)
Peserta yang telah dikonfirmasi hadir adalah Fiji, Tuvalu, Vanuatu, Tonga, Timor-Leste, Kepulauan Cook, Negara Federasi Mikronesia, Filipina, Palau, Nauru, Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Solomon.
Presiden Ramos Horta mengunjungi PNG sejak 10 hingga 13 Mei atas undangan Perdana Menteri Marape. Kunjungan ini juga akan fokus pada penguatan hubungan bilateral antara Timor Leste dan Papua Nugini.
“Kehadiran Presiden Ramos Horta menggarisbawahi komitmen bersama negara-negara kita terhadap kerja sama regional dan pengelolaan laut,” kata Perdana Menteri Marape.
“Kami menyambutnya dengan hangat saat kami memulai diskusi penting tentang kemitraan dan masa depan bersama kami di Pasifik Biru,”tambahnya.
Setelah pertemuan bilateral, Presiden Ramos Horta akan menghadiri KTT Samudra Melanesia, dan para pemimpin yang hadir akan membahas tata kelola laut, ketahanan iklim, dan pembangunan kelautan berkelanjutan.
Sementara itu dalam keterangan pers dari istana kepresidenan Timor Leste, presidenciarepublica.tl, melaporkan Presiden dan Peraih Nobel Perdamaian, Ramos Horta memulai Kunjungan Kenegaraan pertamanya ke Papua Nugini sejak 10 hingga 13 Mei 2026.
Kunjungan itu untuk memperkuat hubungan antara kedua negara, dan membuka babak strategis dalam hubungan bilateral mereka.
Kunjungan ini bertepatan dengan KTT Kelautan Melanesia perdana, yang diselenggarakan oleh PNG di APEC Haus dengan tema “Memastikan Perlindungan Laut dengan Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan”.
Fokus utama kunjungan ini adalah memperkuat kerja sama antara Timor-Leste dan Papua Nugini, dua negara dengan kepentingan bersama yang mendalam sebagai negara Melanesia dan Segitiga Karang.
Setibanya di Port Moresby pada Minggu, 10 Mei, Presiden Ramos Horta akan memulai program resminya pada 11 Mei dengan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Jenderal Papua Nugini, Sir Bob Bofeng Dadae, di Gedung Pemerintah.
Kemudian pada hari itu, Presiden akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Papua Nugini, Yang Terhormat James Marape, di Melanesian Haus.
Kedua pemimpin tersebut diharapkan membahas kolaborasi praktis dalam diplomasi regional, tata kelola kelautan, dan ketahanan ekonomi.
Presiden Ramos-Horta kemudian akan menghadiri Jamuan Makan Siang Kenegaraan yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri dan Gubernur Jenderal di Hotel Hilton.
Pada malam harinya, Presiden akan menghadiri Jamuan Makan Malam Resmi yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Marape, menandai pembukaan KTT Samudra Melanesia perdana, di APEC Haus.
Pada 12 Mei, Presiden Ramos-Horta akan berpartisipasi dalam sesi pleno KTT Samudra Melanesia di APEC Haus, di mana para pemimpin Melanesia akan membuat komitmen perlindungan laut menuju target keanekaragaman hayati global 30×30.
Inisiatif global 30×30 adalah komitmen internasional untuk melindungi dan mengelola setidaknya 30 persen lahan, perairan tawar, dan lautan dunia pada 2030.
Target ini, yang diadopsi dalam Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework pada 2022, bertujuan mengatasi krisis keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan iklim, dan memulihkan ekosistem yang terdegradasi melalui langkah konservasi yang adil dan efektif.
Presiden juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin dari negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya di APEC Haus, dilanjutkan dengan menghadiri resepsi koktail yang diselenggarakan oleh Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional, Yang Terhormat Powes Parkop.
Kunjungan ini menegaskan kembali solidaritas Timor Leste dengan negara-negara Melanesia dalam hal tata kelola laut, perikanan berkelanjutan, dan konservasi kelautan.
“Timor Leste mungkin masih muda dalam hal kemerdekaan sebagai sebuah negara, tetapi kami sudah lama menghormati lautan. KTT Samudra Melanesia adalah mercusuar ambisi kolektif,” kata Presiden J. Ramos Horta.
“Timor Leste berdiri bersama anda, untuk melindungi warisan biru kami, untuk mengamankan mata pencaharian rakyat kami, dan untuk memastikan bahwa jantung Pasifik terus berdetak kencang untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Presiden J. Ramos Horta akan mengakhiri kunjungan kenegaraan pertamanya ke Port Moresby pada 13 Mei, setelah upacara penghormatan perpisahan di Bandara Internasional Jacksons. (*)

























Discussion about this post