Jayapura, Jubi – Pemilihan perdana menteri baru di Kepulauan Solomon dijadwalkan pada hari Jumat ini, dengan tiga kandidat yang dinominasikan.
Pemilihan ini akan dilakukan setelah Perdana Menteri sebelumnya, Jeremiah Manele digulingkan lewat mosi tidak percaya pada pekan lalu, setelah berkuasa selama lebih dari dua tahun.
Pendaftaran calon dibuka pada Jumat (8/5/2026) pagi dan ditutup pada Minggu (10/5/2026) siang.
Media lokal melaporkan bahwa tiga pria yang berpeluang menduduki posisi puncak adalah Anggota Parlemen Guadalcanal Tengah, Peter Shanel Agovaka, Anggota Parlemen Malaita Timur, Manasseh Maelanga, dan Anggota Parlemen Auki/Langalanga, Matthew Wale.
Agovaka adalah menteri luar negeri dalam pemerintahan Manele sebelum meninggalkan partai dan bergabung dengan blok oposisi. Wale adalah pemimpin oposisi saat ini di parlemen.
Ia mengatakan kepada wartawan setempat bahwa perubahan kepemimpinan telah menciptakan masa yang menggembirakan bagi negara dan bahwa blok oposisinya berkomitmen untuk membentuk pemerintahan berikutnya.
Wakil sekretaris pribadi Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon, Maxwell Banyo, mengatakan kepada SIBC News bahwa Agovaka adalah kandidat untuk pemerintahan sementara, sedangkan Maelanga dan Wale adalah kandidat dari koalisi baru.
Pemimpin oposisi yang pro Papua Barat
Salah satu kandidat PM Kepulauan Solomon yang terkenal kritis selama menjadi pemimpin oposisi di Parlemen Nasional adalah,Matthew Cooper Wale.
Ia lahir pada 13 Juni 1968, seorang politikus Kepulauan Solomon yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin Oposisi. Ia adalah anggota Parlemen Nasional Kepulauan Solomon, dan telah mewakili daerah pemilihan Aoke/Langalanga sejak terpilih pada 2008.
Praktis ia sudah menjadi anggota parlemen nasional selama 18 tahun sehingga pantas untuk menjadi salah satu kandidat dalam perebutan jabatan orang nomor satu dalam pemerintahan Kepulauan Solomon menggantikan PM Jeremiah Manele lewat mosi tidak percaya.
Matthew Cooper Wale juga mengangkat isu praktik politik uang 30 keping perak dan pengkhianatan murid Yesus bernama Yudas Iskariot, dalam mengeritik pemerintahan PM Manasseh Sogavare menerima bantuan dari pemerintah Indonesia dalam membangun Friendship Hall Futsal.
Hadiah dari Indonesia, kata Mr Wale, Kepulauan Solomon seharusnya tidak pernah membiarkan ini menjadi 30 keping perak untuk mengkhianati sesama orang Melanesia di Papua Barat.
“Maksudmu 30 pcs perak?” tulis Wale dalam akun pribadi @MatthewCWale.
Ia menulis pada akun pribadi Twitter-nya menanggapi pernyataan Perdana Menteri Sogavare di parlemen Solomon saat menyampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno L. Marsudi akan tiba di Honiara, Kepulauan Solomon 6 September 2023 untuk meresmikan stadion Friendship Hall Futsal, jelang Pesta Olahraga negara negara Pasifik kala itu. (*)




Discussion about this post