Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele dalam pidato pembukaannya pada peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, mengakui peran penting media menyampaikan informasi kepada publik, memperkuat proses demokrasi, serta berkontribusi pada perdamaian dan pembangunan nasional.
Perdana Menteri Manele menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menjunjung tinggi kebebasan pers dan menjaga independensi media, sekaligus mendorong pelaporan yang bertanggung jawab, berimbang, dan akurat.
“Jurnalisme saat ini tidak didefinisikan oleh siapa yang pertama, tetapi oleh siapa yang benar,” kata Perdana Menteri Manele sebagaimana dilansir jubi dari internet, www.tavulinews.com.sb, Kamis (7/5/2026).
Tema tahun ini, “Membentuk Masa Depan yang Damai: Mempromosikan Kebebasan Pers untuk Hak Asasi Manusia, Pembangunan, dan Keamanan,” mencerminkan peran penting media dalam mempromosikan masyarakat yang terinformasi, damai, dan tangguh.
Perdana Menteri Manale mengingatkan bahwa perdamaian tidak boleh dianggap remeh, seraya mencatat bahwa Kepulauan Solomon adalah negara yang telah mengalami konflik, dan perdamaian tetap rapuh serta harus dilindungi secara aktif.
Ia mengatakan media memainkan peran penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas.
Dengan latar belakang ini, Perdana Menteri juga mengakui tantangan yang dihadapi oleh sektor media, termasuk dampak dari lanskap digital yang terus berkembang, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan akan kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah dan media.
Perdana Menteri mendorong Asosiasi Media Kepulauan Solomon (MASI), sebagai badan perwakilan media, untuk memanfaatkan saluran yang telah ada untuk berinteraksi dengan Pemerintah guna mengatasi tantangan industri dan mendukung pengembangan sektor yang berkelanjutan.
Perdana Menteri memuji para jurnalis di seluruh negeri atas kontribusi berkelanjutan mereka dalam pembangunan bangsa dan promosi kebenaran serta akuntabilitas.
“Di kepulauan kami, SIBC adalah jalur kehidupan. Negara kami 98 persennya adalah lautan, dan komunitas kami yang tersebar dipisahkan oleh perairan yang luas, tetapi mereka dipersatukan oleh gelombang udara. Selama lebih dari 70 tahun, Lembaga Penyiaran Nasional telah menjadi kekuatan pemersatu yang mengikat kepulauan kami bersama,” katanya.
Karena perannya yang vital dalam keamanan dan persatuan nasional,kata PM Solomon, prioritas pemerintah sederhana, memastikan bahwa saluran vital ini tetap didanai, kuat, dan dapat diakses oleh setiap warga negara.
“Tetapi izinkan saya menegaskan dengan sangat jelas, mendukung lembaga penyiaran nasional secara finansial bukan berarti mengendalikan suaranya,” ujarnya.
Katanya, selagi pekerjaan jangka panjang reformasi hukum dan strategis terus berlanjut, komitmen pihaknya tetap praktis dan teguh.
Menjamin subsidi keuangan yang menjaga siaran nasional tetap mengudara, terutama demi komunitas terpencil kami, dan kami melindungi batasan editorial yang memungkinkan jurnalis SIBC untuk meliput tanpa gangguan.
Subsidi publik bukanlah pembelian loyalitas, namun itu adalah komitmen terhadap pelayanan publik. Kebebasan pers sejati.
“Keberhasilan kami tidak diukur dari ketiadaan dukungan pemerintah, tetapi dari adanya independensi editorial. Kami menghormati independensi tersebut, sebagaimana kami menghormati ruang media digital dan daring yang dinamis yang terus berkembang bersamaan dengan siaran radio tradisional kami,” katanya.
Ia meyakini, tindakan lebih bermakna daripada tulisan di atas kertas. Apa yang dilakukan pihaknya adalah mendanai layanan tersebut, melindungi para jurnalis, dan membiarkan SIBC menjalankan tugasnya untuk rakyat Kepulauan Solomon. (*)
























Discussion about this post