• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Tujuh pelajar SMA di Mamberamo Tengah dilaporkan tertembak

May 7, 2026
in Lapago
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Siswa SMA

Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan yang terkena tembakan saat menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat - IST

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sebanyak tujuh pelajar Sekolah Menengah Atas atau SMA Negeri 1 Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan dilaporkan tertembak, Selasa (5/6/2026).

Ketua Departemen Hukum dan HAM Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Pdt. Jimmy Koirewoa mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun pihanya para pelajar itu diduga tertembak saat personel Polres Mamberamo Tengah mengeluarkan tembakan peringatan, ketika bersitegang dengan pelajar yang melakukan pawai kelulusan.

Menurutnya, ketika itu pelajar yang menggelar pawai diberhentikan oleh polisi, karena ada di antara pelajar yang membawa bendera Bintang Kejora. Sikap kepolisian itu memicu reaksi dari para pelajar, sehingga kedua pihak pun bersitegang.

Dalam proses penanganan itu, aparat kepolisian diduga melakukan tindakan represif yang mengakibatkan sejumlah pelajar mengalami luka tembak, terutama pada bagian kaki.

“Para korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Lukas Enembe, Mamberamo Tengah,” kata Pdt Jimmy Koirewoa melalui pesan tertulis yang di terima Jubi, Papua, Kamis (7/5/2026).

Katanya, korban yang tertembak adalah Sago Pugumis (17 tahun), Wajus Pagawak (24 tahun), Enius Wanimbo (22 tahun), Nita Sibak (20 tahun), Abi Yikwa (24 tahun), Nius Wandikbo (19 tahun), dan Yali Elabi (18 tahun).

“Insiden ini menunjukkan adanya penggunaan kekuatan berlebihan dalam penanganan aksi pelajar yang bersifat sipil. Aparat keamanan tidak profesional dan terlalu represif sampai mengeluarkan tembakan,” ucapnya.

BERITATERKAIT

Selamatkan ikan pelangi, pelajar bersihkan sampah dari sungai Ayamaru

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

Enam warga dilaporkan tewas dalam peristiwa di Dogiyai

Menurutnya, perlu ada investigasi independen, transparan, dan akuntabel dalam kasus ini, untuk memastikan keadilan bagi para korban serta mencegah terulangnya peristiwa serupa pada masa mendatang.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Muh. Mukabsi mengatakan, ketika itu pengumuman kelulusan berlangsung aman dan tertib. Dari 67 siswa SMA Negeri 1 Kobakma, semua lulus 100 persen.

Setelah pengumuman, para siswa melakukan konvoi di sekitar Kota Kobakma, yang kemudian berkembang menjadi gangguan kamanan dan ketertiban masyarakat.

“Peristiwa bermula saat rombongan konvoi berhenti di depan Mapolres Mamberamo Tengah dan terlihat adanya pengibaran simbol tertentu di tengah kerumunan,” kata AKBP Muh Mukabsi.

Menurutnya, personel Polres yang sedang melaksanakan pengamanan segera melakukan pendekatan persuasif. Meminta pelajar menurunkan bendera Bintang Kejora yang dibawanya. Polisi juga mengimbau agar mereka menjaga situasi tetap kondusif.

Namun, kata Kapolres Mamberamo Tengah, upaya persuasif itu tidak diindahkan, sehingga situasi berkembang menjadi aksi anarkis.

Pelajar melempari personel polisi dengan batu dan kayu. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur, berupa pembubaran massa menggunakan gas air mata serta tembakan peringatan ke udara.

“Massa kemudian mundur, namun sebagian kembali melakukan aksi lanjutan. Menyerang personel yang tinggal Pos Polisi Kobakma, serta perusakan dan penjarahan sejumlah kios di Pasar Sentral Kobakma,” ujarnya.

Katanya, Polres Mamberamo Tengah bersama TNI segera melakukan pengamanan di titik-titik rawan serta objek vital untuk mencegah eskalasi lanjutan. Aparat keamanan juga melakukan patroli dan penguatan pengamanan di wilayah sekitar.

“Situasi berangsur kondusif setelah aparat kepolisian melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” ucapnya.

Ia mengatakan, akibat kejadian itu sejumlah orang dilaporkan terluka, termasuk personel polisi. Selain itu, kendaraan dinas milik polisi serta kios-kios di Pasar Sentral Kobakma rusak.

“Satu bendera dan sejumlah barang bukti lainnya telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi. Situasi saat ini telah kondusif dan tetap dalam pengawasan aparat keamanan,” kata AKBP Muh Mukabsi. (*)

Continue Reading
Tags: Mamberamo TengahPelajarPenembakansiswaSMAtertembak
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

IMG 20260506 WA0106

Sejumlah warga Puncak dilaporkan terluka karena ledakan bom di jenazah

May 7, 2026
SD Inpres Omlyom

SD Inpres Omlyom laksanakan ujian meski fasilitas terbatas

May 5, 2026
militer

Aksi Mahasiswa di Wamena desak penarikan militer non-organik dari Papua Pegunungan

April 28, 2026

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026

Ribuan warga Puncak berdemonstrasi tuntut militer hentikan kekerasan

April 20, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara