Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura siap tempur saa menghadapi Adhyaksa FC dalam partai penentuan babak play-off promosi Pegadaian Championship di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026).
Laga ini menjadi penentu apakah tim Mutiara Hitam akan kembali ke kasta tertinggi Super League atau tetap bertahan di kompetisi kasta kedua.
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, memastikan seluruh persiapan teknis telah rampung, termasuk simulasi taktik dan adu penalti. Ia menegaskan bahwa dalam laga ini pemain tidak memiliki pilihan selain menang.
”Betul-betul full konsentrasi karena ini sekali lagi tidak ada pilihan lain. Kalau kita mau ke super league ya harus memenangkan pertandingan,” ujar Rahmad Darmawan, Kamis (7/5/2026).
Mengenai absennya bek utama, Arthur Viera, pelatih yang akrab disapa RD itu menyatakan telah menyiapkan empat opsi pengganti, yakni Alex Dusay, Sukandar Kansai, Feri Ayomi, dan Tinus Pae. Siapa pun yang paling siap di antara keempat pemain inilah yang akan diturunkan.
Selain menyiapkan tim, Rahmad Darmawan juga berharap kehadiran penonton di Stadion Lukas Enembe dapat memberikan suntikan energi tambahan bagi timnya demi mengalahkan Adhyaksa.
”Tentu ini bisa dijadikan satu motivasi tambahan buat pemain untuk mereka tahu bahwa begitu besar animo masyarakat terhadap keinginan mereka untuk kita bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Gelandang Persipura, Gunansar Mandowen, menyebut pertandingan besok adalah momen yang sangat dinanti masyarakat Papua. Meskipun masa persiapan tergolong singkat, Gunansar meyakini kesamaan tujuan di dalam tim menjadi modal utama.
”Kami semua pemain merasa waktu persiapan mungkin sangat singkat, tetapi kami percaya bahwa kami di sini satu hati, satu tujuan untuk tim Persipura. Kami siap untuk pertandingan besok,” kata Gunansar.
Bagi Gunansar, laga ini memiliki arti lebih dari sekadar promosi. Ia menyebut pertandingan melawan Adhyaksa sebagai misi penebusan atas kegagalan tim beberapa tahun lalu.
”Melihat momen dua musim lalu saat kita berada di zona degradasi, sekarang saatnya untuk kita kembali lagi. Kita harus siap,” tegasnya.
Gunansar juga memberikan imbauan kepada suporter untuk menjaga ketertiban guna menghindari sanksi yang bisa merugikan klub. Ia meminta penonton tidak melakukan tindakan anarkis seperti pelemparan di dalam stadion.
”Kita harus menjaga sportifitas, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Bagi yang datang menonton langsung maupun yang mendukung lewat doa dari rumah, mari kita buat yang terbaik untuk tim ini,” pungkasnya. (*)




Discussion about this post