Sorong, Jubi – Persipura Jayapura berhasil menghibur warga Sorong Raya dengan mengalahkan tim Sorong Raya dengan skor meyakinkan 3-0 dalam laga eksebisi sarat gengsi yang berlangsung di Stadion Bawela, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (8/2/2026). Tim berjuluk Mutiara Hitam tampil dominan, penuh percaya diri, agresif, dan matang dalam mengelola permainan.
Antusiasme publik Sorong Raya benar-benar luar biasa.
Sejak sore hari, Stadion Bawela telah dipadati lautan manusia. Tribun penuh sesak, bahkan penonton tumpah hingga ke sisi lapangan, menciptakan atmosfer panas khas Papua yang jarang terlihat dalam laga eksebisi.
Sebelum pertandingan dimulai, laga diawali dengan prosesi penyerahan bola sebagai bentuk penghormatan kepada Almarhum Gusti Sagrim, Presiden Saf’com. Penyerahan dilakukan oleh pihak keluarga, disambut tepuk tangan panjang dari seluruh stadion sebuah momen haru yang mengawali duel penuh emosi.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, tak main-main. Di hadapan warga Sorong Raya, Ia menurunkan skuad terbaiknya sejak menit awal. Nama nama besar seperti Boaz Solossa, Tinus Pae, Ruben Sanadi, Ferry Pahabol, hingga Elisa Basna langsung menghuni starting eleven, menjaga tempo permainan tetap tinggi sejak kick-off.
“Ini bukan sekadar uji coba. Ini bagian dari persiapan mental dan taktikal. Saya ingin pemain merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya,” ujar Rahmad Darmawan .
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persipura langsung mengambil kendali. Permainan cepat dari kaki ke kaki membuat Sorong Raya lebih banyak bertahan tekanan berbuah hasil pada pertengahan babak pertama. Pelanggaran terhadap Ruben Sanadi di luar kotak penalti memberi Persipura hadiah tendangan bebas.
Elisa Basna maju sebagai algojo. Sepakan keras kaki kanannya meluncur mulus ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau kiper Sorong Raya. Stadion Bawela bergemuruh. Skor berubah 1-0 untuk Persipura.
Situasi bola mati sangat penting. “Kami manfaatkan itu dengan maksimal,” kata Basna usai laga persipura terus menekan. Boaz Solossa beberapa kali mengancam lewat tembakan jarak jauh, namun hingga wasit meniup peluit turun minum, skor 1-0 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Persipura tak mengendurkan serangan. Dominasi lini tengah membuat Sorong Raya kesulitan mengembangkan permainan hasilnya terlihat jelas bahwa berawal dari pergerakan cepat di sisi kanan, Ferry Pahabol mengirim umpan matang yang disambut sempurna oleh Ramai Rumakiek. Tanpa ragu, Ramai menceploskan bola dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. “Umpannya sangat matang dan tugas saya hanya menyelesaikan,” ujar Ramai singkat.
Sorong Raya sempat mencoba bangkit. Beberapa peluang diciptakan, namun lini belakang Persipura yang dikawal Tinus Pae tampil disiplin dan solid. Setiap serangan lawan berhasil dipatahkan.
Alih-alih tertekan Persipura justru kembali menambah keunggulan. Kali ini melalui aksi individu Kelly Sroyer yang memanfaatkan celah di pertahanan Sorong Raya dan Gol ketiga membuat skor menjadi 3-0 dan semakin menegaskan dominasi Mutiara Hitam
Di menit-menit akhir, Sorong Raya nyaris mencetak gol hiburan lewat Richard Mirino, namun sepakan kerasnya hanya melebar tipis di sisi gawang hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tak berubah.
Meski menang telak, Rahmad Darmawan menegaskan bahwa hasil ini bukan akhir, melainkan bahan evaluasi menyongsong putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026.Ia menilai masih banyak detail permainan yang harus dibenahi sebelum memasuki kompetisi resmi
“Saya ingin pemain bermain rileks, menikmati pertandingan tapi tetap bertanggung jawab hari ini mereka bermain tanpa beban karena ini laga eksebisi namun di kompetisi nanti tekanannya berbeda dan masih ada banyak aspek yang harus kami perbaiki,” kata RD sapaan Rahmad.
Kemenangan atas Sorong Raya juga menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Persipura mulai terbentuk dengan baik pergantian pemain yang dilakukan Rahmad Darmawan di babak kedua tidak menurunkan kualitas permainan, justru menjaga tempo tetap stabil hingga akhir laga.
Beberapa pemain muda yang diturunkan menunjukkan keberanian dalam mengambil keputusan dan disiplin menjalankan instruksi hal ini memberi sinyal positif bahwa regenerasi di tubuh Mutiara Hitam mulai berjalan seiring pengalaman para pemain senior
“Yang saya lihat bukan hanya skor, tapi bagaimana pemain memahami peran dan tanggung jawabnya itu yang paling penting untuk kompetisi nanti,” ujar Rahmad Darmawan.
Laga eksebisi ini juga menjadi ruang temu emosional antara Persipura dan publik Sorong Raya teriakan dukungan, chant suporter, hingga tepuk tangan di setiap momen krusial menunjukkan kerinduan masyarakat terhadap sepak bola Papua yang kompetitif dan bermartabat.
Nama nama seperti Boaz Solossa dan Ferry Pahabol tetap menjadi magnet utama setiap sentuhan mereka disambut sorak penonton, menegaskan status mereka sebagai ikon sepak bola Papua yang masih sangat dicintai.
Bagi Persipura, kemenangan ini memberi suntikan kepercayaan diri jelang fase krusial kompetisi tim pelatih kini memiliki gambaran jelas terkait kondisi fisik, kesiapan mental, serta pola permainan yang perlu dimatangkan. “Ini langkah awal yang baik tapi perjalanan masih panjang dan tantangan ke depan jauh lebih berat,” ujar Rahmad Darmawan
Dari sisi taktik, Persipura tampil rapi dalam transisi bertahan ke menyerang lini tengah mampu memutus aliran bola Sorong Raya, sementara kedua sisi sayap menjadi jalur utama serangan cepat yang kerap merepotkan pertahanan lawan.
Sorong Raya sendiri patut mendapat apresiasi meski kalah secara skor, mereka tetap berusaha bermain terbuka dan tidak sekadar bertahan total beberapa kali mereka mencoba membangun serangan dari bawah, meski kerap kandas oleh tekanan ketat Persipura.
“Kami belajar banyak dari pertandingan ini. Melawan tim besar seperti Persipura memberi pengalaman berharga bagi pemain kami,” ujar manajer Sorong raya FC, Amatus Turot usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Persipura Jayapura meninggalkan Sorong dengan harapan besar masyarakat Papua bahwa Mutiara Hitam siap kembali bersinar di panggung sepak bola nasional
Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Persipura Jayapura, sekaligus penghibur rindu masyarakat Papua akan kejayaan Mutiara Hitam Stadion Bawela,Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya menjadi saksi bahwa Persipura belum kehilangan aura besar dan mereka siap kembali berbicara banyak di putaran ketiga nanti.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post