Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape bergabung dengan Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka dan Perdana Menteri, Vanuatu Jotham Napat dalam penandatangan seremonial Deklarasi MOCOR yang bersejarah pada KTT Samudera perdana 2026 di APEC Haus, Port Moresby, Selasa,12 Mei 2026.
Deklarasi Melanesian Ocean Corridor of Reserves (MOCOR), telah menandai komitmen Melanesia yang bersatu untuk melindungi dan mengelola Samudra Pasifik secara berkelanjutan bagi generasi mendatang, dan untuk memperkuat kerja sama regional dalam aksi iklim, konservasi laut, dan tata kelola laut.
Utusan Khusus PBB untuk Samudra, Peter Thomson, juga hadir dalam KTT Melanesia dan menyaksikan penandatanganan tersebut.
Meskipun Kepulauan Solomon tidak dapat berpartisipasi karena proses pemilihan Perdana Menteri yang sedang berlangsung, para pemimpin menyatakan keyakinan bahwa Kepulauan Solomon akan bergabung dengan visi regional bersama pada waktunya.
Perdana Menteri Marape menyatakan, “Bersama-sama, kita berdiri sebagai penjaga Samudra Pasifik — bersatu untuk rakyat kita, lingkungan kita, dan masa depan kita.”
KTT Samudera Melanesia (Melanesian Ocean Summit) (Mei 2026) di Port Moresby ini dihadiri oleh 13 negara termasuk Timor Leste.
KTT ini penting untuk membahas pelestarian Samudra Melanesia dalam pengelolaan keanekaragaman hayati laut di Segitiga Karang, dan komitmen regional.
Melanesian Ocean Corridor of Reserves (MOCOR) merupakan singkatan dari Deklarasi Koridor Penelitian Samudra Melanesia yang secara resmi ditandatangani oleh para pemimpin negara-negara Kepulauan Pasifik pada 12 Mei 2026, selama KTT Samudra Melanesia perdana 2026 di APEC Haus di Port Moresby, Papua Nugini.
Rincian tentang Deklarasi MOCOR, adalah inisiatif regional penting yang bertujuan untuk menciptakan “Koridor Cagar Alam Samudra Melanesia” guna memperkuat kerja sama regional dalam tata kelola laut, konservasi kelautan, dan aksi iklim.
Selanjutnya fokus utamanya adalah, inisiatif yang berfokus pada perlindungan wilayah laut di seluruh Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, yang dirancang untuk menciptakan koridor terlindungi yang memastikan pengelolaan sumber daya Samudra Pasifik secara berkelanjutan. (*)




Discussion about this post