Jayapura, Jubi – Sea Women of Melanesia, bagian dari Coral Sea Foundation, menyoroti peran penting perempuan dalam konservasi terumbu karang dan menyerukan dukungan politik yang lebih kuat untuk mempertahankan pekerjaan mereka, saat pembukaan resmi KTT Samudra Melanesia, Selasa, 12 Mei 2026.
Direktur dan Petugas Humas Gou Ava mengatakan organisasi tersebut mengoperasikan tim di Port Moresby, Madang, dan Kimbe, telah melatih kaum perempuan untuk membangun serta mengelola kawasan lindung laut (MPA) yang dikelola secara lokal.
“Kami membimbing perempuan melalui pelatihan intensif selama satu hingga tiga minggu. Mereka mempelajari teori, metode keterlibatan masyarakat, dan keterampilan praktis seperti snorkeling, menyelam, dan menggunakan peralatan untuk memantau terumbu karang dan populasi ikan,” kata Ava sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet, tvwan.com.pg, Rabu (13/5/2026)
Ia lebih lanjut mengatakan, inisiatif ini memberdayakan kaum perempuan untuk menjadi penjaga terumbu karang, dan memastikan agar masyarakat juga memiliki suara dalam pengambilan keputusan tentang sumber daya laut.
“Kami percaya perempuan harus menjadi bagian dari keputusan manajemen. Dengan memberdayakan mereka, mereka menjadi suara perubahan di komunitas mereka,” kata Ava.
Meskipun organisasi ini didanai oleh donor, Ava menekankan perlunya dukungan politik dari para pemimpin nasional untuk memperkuat logistik, pelatihan, dan peningkatan kapasitas.
“Pesan kami kepada para pemimpin di KTT Samudera Melanesia ini jelas: kami membutuhkan dukungan politik untuk melanjutkan pelatihan, peningkatan kapasitas, dan logistik untuk pekerjaan konservasi kami,” tambahnya.
Kehadiran Perempuan Laut Melanesia di KTT ini menyoroti pentingnya kepemimpinan akar rumput dalam perlindungan laut, menghubungkan aksi tingkat desa dengan kebijakan regional. (*)




























Discussion about this post