Gubernur Fakhiri tutup sementara Stadion Lukas Enembe usai ricuh laga Persipura vs Adhyaksa FC

Author : Alexander Loen

Editor : Arjuna Pademme

Sentani, Jubi – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menutup sementara seluruh aktivitas di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, menyusul ricuh yang terjadi usai laga Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Fakhiri usai melihat langsung kondisi Stadion Lukas Enembe di Sentani, Selasa (12/5/2026).

Penutupan dilakukan agar proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan dapat segera dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Fakhiri menyayangkan insiden tersebut karena Stadion Lukas Enembe merupakan kebanggaan masyarakat Papua sekaligus simbol kebangkitan olahraga di Tanah Papua, khususnya bagi Persipura Jayapura.

“Stadion Lukas Enembe ini adalah kebanggaan kita semua. Ini menjadi roh kebangkitan olahraga di Papua, khususnya Persipura Jayapura,” katanya.

Ia menegaskan, kemenangan maupun kekalahan merupakan hal yang lumrah dalam sepak bola. Karena itu, ia meminta seluruh suporter Persipura dapat menunjukkan sikap sportif dan menjaga ketertiban saat pertandingan berlangsung.

“Menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Kita sebagai masyarakat Papua yang mencintai Persipura harus menjadi penonton yang baik,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Menurut Gubernur Fakhiri, stadion yang dibangun dengan anggaran besar tersebut harus dijaga bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan tokoh-tokoh sepak bola Papua yang telah membesarkan nama Persipura di tingkat nasional.

Akibat kerusuhan tersebut, sejumlah fasilitas stadion dilaporkan mengalami kerusakan. Pemerintah Provinsi Papua memastikan akan bertanggung jawab melakukan perbaikan secepatnya.

“Untuk sementara waktu saya menutup seluruh aktivitas di Stadion Lukas Enembe supaya proses perbaikan dapat berjalan,” tegasnya.

Selain melakukan perbaikan, Pemprov Papua juga akan memanggil manajemen Persipura guna membahas langkah evaluasi dan pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.

“Kami akan membangun kolaborasi antara pemerintah dan manajemen Persipura agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi,” katanya.

Fakhiri turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua atas kerusakan yang terjadi di stadion tersebut.

“Kami selaku pemilik aset bertanggung jawab dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Stadion ini kami tutup sementara waktu,” ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist