Jayapura, Jubi – Forum Koordinasi Stategis Percepatan Pembangunan Papua yang berlangsung di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah menghasilkan 12 poin kesepakatan untuk pembangunan di Tanah Papua. Kesepakatan itu ditandatangangi para kepala daerah se-Tanah Papua, Senin (11/5/2026).
Forum Koordinasi Stategis Percepatan Pembangunan Papua dengan tema “Penguatan Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus Papua Dalam Rangka Mewujudkan Papua yang Lebih Sejahtera” itu berlangsung pada 11-12 Mei 2026.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Tengah, Silwanus Soemoele saat mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H pada pembukaan hari kedua berharap, 12 poin yang disepakati itu dapat dielaborasi pada pertemuan teknis, Selasa (12/5/2026).
“Secara garis besar, saya ingin menyampaikan komitmen Timika yang sudah ditandatangani oleh pimpinan kita, ada 12 hal yang kemarin sudah disepakati,” kata Silwanus Soemoele.
Menurutnya, 12 poin kesepakatan itu adalah pertama, mendukung agenda strategis nasional dan astacita menuju Indonesia Emas 2045.
Kedua, mengawal keberlanjutan program strategis nasional di Tanah Papua dengan prinsip kekhususan.
Ketiga, mendorong pembangunan pusat pemerintahan dan infrastruktur dasar di daerah otonomo baru paling lambat 2028.
Keempat, memperkuat tata kekola dana Otsus melalui pendampingan pembinaan, interoperabilitas sistem dan penguatan transpor tata kelola.
Kelima mengawal impelentasi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif sebagai prioritas bersama.
Keenam, mengawal penggunaan Dana Otsus dan Dana Tambahan infrastruktur tahun 2026 secara serius, tepat sasaran dan akuntabel.
“Ketujuh, mendorong Papua sebagai provinsi olahraga melalui penguatan kebijakan dan pembinaan gerasi muda,” ucapnya.
Kedelapan, memperkuat kelembagaan asosiasi kepala daerah se-Tanah Papua melalui sekretariat bersama dan penguatan koordinasi lintas provinsi.
Kesembilan, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, MRP, DPRP, BP3OKP dan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan pembangunan Papua.
Kesepuluh, mengoptimalkan program prioritas strategis bersama melalui penguatan pendataan sosial orang asli Papua, sekolah sepanjang hari, beasiswa pendidikan orang asli Papua (OAP), jaminan kesehatan orang asli Papua dan perlindungan sosial masyarakat rentan.
Kesebelas, memastikan kekayaan alam Papua memberi manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat Papua dalam semangat, satu untuk enam, enam untuk satu.
Keduabelas, menjaga keberlanjutan Forum Koordinasi dan Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi di Tanah Papua secara berkala dan berkelanjutan.
“Itulah highlight (bagian penting) 12 Komitmen Timika yang kemarin sudah ditandatangani. Harapan besar kami 12 highlight ini yang mungkin coba kita elaborasi pada pertemuan teknis ini,” ujarnya. (*)




Discussion about this post