Jayapura, Jubi – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Papua Tengah, Silwanus Soemoele mengatakan pembangunan di Tanah Papua bukan tentang anggaran, program, dan sistem. Melainkan tentang harapan serta masa depan generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan Silwanus Soemoele saat mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H pada pembukaan hari kedua Forum Koordinasi Stategis Percepatan Pembangunan Papua di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (12/5/2026).
Forum dengan tema “Penguatan Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus Papua Dalam Rangka Mewujudkan Papua yang Lebih Sejahtera” itu berlangsung pada 11-12 Mei 2026.
“Pembangunan di Tanah Papua adalah tentang menghadirkan harapan, tentang memastikan anak-anak Papua dapat bermimpi lebih tinggi, masyarakat hidup lebih layak dan setiap kampung merasakan hadirnya negara,” kata Silwanus Soemoele.
Menurutnya, pembangunan paling kuat, bukan hanya apa yang dibangun dengan kebijakan. Akan tetapi yang dijalankan dengan ketulusan, kebersamaan dan keyakinan bahwa Tanah Papua memiliki masa depan yang besar.
“[Dalam pertemuan pada hari pertama] kemarin, kita sudah banyak bicara tentang kebijakan. Hari ini kita lebih banyak berbicara mengenai hal teknis,” ujarnya.
Soemoele mengatakan, pertemuan teknis pada hari kedua ini, akan menjadi sangat strategis untuk membahas optimalisasi dan implementasi dana Otsus, sinkronisasi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) dengan rencana kerja pemerintah daerah.
“Konsistensi dan kolaborasi harus kita jaga bersama. Semangat kita hari ini adalah mengawal Otsus dengan data. Bekerja dengan sistem dan membangun dengan hati,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H dalam sambutannya saat membuka forum pada hari pertama mengatakan, Tanah Papua adalah rumah bersama yang mesti dijaga.
Karenanya menurut Gubernur Nawipa yang merupakan Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua, diperlukan kolaborasi para pemangambil kebijakan untuk membangun Bumi Cenderawasih.
“[Tanah] Papua adalah rumah kita bersama. Tugas kita adalah menjaga dan membangun rumah ini dengan hati, dengan integritas dan dengan semangat melayani,” kata Gubernur Meki Nawipa.
Katanya, percepatan pembangunan di Tanah Papua tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah. Namun, diperlukan sinergi yang kuat, antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, DPR provinsi, DPR kabupaten/kota, Majelis Rakyat Papua, BP3OKP, dunia usaha, akademisi dan seluruh elemen masyarakat.
“[Tanah] Papua tidak membutuhkan pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri. [Tanah] Papua membutuhkan orkestrasi, pembangunan yang terintegrasi, terukur dan saling menguatkan,” ujarnya.
Gubernur Nawipa mengajak seluruh pimpinan dan perangkat daerah, untuk membangun budaya kerja disiplin, kolaboratif, transparan, dan berorientasi hasil.
“Kita tidak mungkin menjadi orang lain. Kita kulit hitam, rambut keriting adalah orang Papua. Mari satukan hati. Bicara dari hati ke hati, bagaimana ke depan [Tanah] Papua bisa maju. [Bagaimana] pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat, pembangunan infrastruktur membuka keterisolasian, dan penguatan ekonomi rakyat yang dirasakan langsung oleh orang asli Papua,” kata Gubernur Meki Nawipa. (*)




Discussion about this post