Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H menyatakan apa yang telah disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) dan Musrenbang Perencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD Provinsi Papua Tengah 2027, harus menjadi bagian dari kerja nyata.
Ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah atau Pj Sekda Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele, saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H ketika penutupan Musrenbang Otsus dan Musrenbang RKPD di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, di Nabire, Kamis (30/4/2026).
“Saya ingin menegaskan satu hal penting. Apa yang telah kita sepakati dalam forum ini, tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Tetapi harus menjadi kerja nyata, langkah nyata, dan hasil nyata bagi masyarakat,” kata Silwanus Soemoele.
Menurutnya, mesti dipastikan setiap program yang dirancang benar-benar menyentuh kepentingan rakyat, terutama orang asli Papua, masyarakat di wilayah terpencil, dan seluruh lapisan masyarakat
Papua Tengah.
“Saya mengajak kita semua untuk tetap
menjaga komitmen, memperkuat sinergi, dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Karena yang kita bangun ini bukan hanya program pemerintah, tetapi masa depan Papua Tengah dan generasi kita,” ujarnya.
Katanya, musrenbang yang telah laksanakan selama tiga hari (28 April 2026-30 April 2026), merupakan forum strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Forum ini menjadi wadah menyelaraskan aspirasi masyarakat, kebijakan pemerintah pusat, serta prioritas pembangunan daerah ke dalam dokumen perencanaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kita telah mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan, menyusun prioritas program dan kegiatan, serta menyepakati arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027,” ucapnya.
Menurutnya, tema pembangunan Provinsi Papua Tengah Tahun 2027, yaitu “Penguatan ekonomi lokal dan daya saing daerah berbasis potensi wilayah”, menjadi komitmen bersama untuk mendorong pembangunan yang bertumpuh pada kekuatan lokal, kearifan budaya, serta potensi sumber daya alam yang dimiliki.
Silwanus Soemoele mengatakan, seluruh hasil kesepakatan dalam musrenbang ini akan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan dokumen RKPD Tahun 2027, serta menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan program pembangunan.
“Pelaksanaan pembangunan ke depan harus Berorientasi pada hasil (result oriented), Tepat sasaran, transparan dan akuntabel, Serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Silwanus Soemoele.
Selain itu lanjut Silwanus Soemoele, pengelolaan Dana Otonomi Khusus harus
dilakukan secara optimal, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya orang asli Papua, melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur dasar.
Katanya, tantangan pembangunan di Papua Tengah masih cukup besar, antara lain terkait kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, akses layanan dasar, serta konektivitas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan.
Seluruh pihak pun diajakan memperkuat koordinasi dan kolaborasi, menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan, serta memastikan bahwa setiap program yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)




Discussion about this post