• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Nobar Pesta Babi: Potret kolonialisme yang mengancam dimana saja

May 12, 2026
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Admin Jubi
Nobar Pesta babi

Foto bersama usai nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar AJI Padang di Le Lucon Cafe, Sawahan, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/05/2026) - Dok. AJI Padang

0
SHARES
8
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubin – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang menggelar nonton bareng film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, garapan Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale.

Film ini menyoroti dampak proyek strategis nasional dengan pengerahan militer terhadap masyarakat adat dan hutan di Papua Selatan.

Nobar dan diskusi ini berkolaborasi dengan Infopadang, Hima HI Unand dan Aspem Sumbar yang dilaksanakan di Le Lucon Cafe, Sawahan, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/5/2026).

Nobar dihadiri ratusan orang mulai dari mahasiswa, organisasi masyarakat sipil dan masyarakat umum.

Nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi turut menghadirkan Sutradara Film Pesta Babi, Dandhy Laksono, Redaktur Media Jubi, Syofiardi Bachyul, Perwakilan Walhi Sumbar, Indah Suryani, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari dan kehadiran Himpunan Mahasiswa Papua di Kota Padang.

Ketua AJI Padang, Novia Harlina dalam pengantarnya sebelum film diputar mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas kolaborasi bersama sebagai bentuk solidaritas untuk masyarakat di Papua.

“Kami ingin membuka ruang percakapan yang lebih kritis dan empatik. Film bisa menjadi medium yang lebih dekat untuk memahami luka sosial dan kemanusiaan di Papua,” kata Novia Harlina dalam siaran pers tertulis, Selasa (12/5/2026) malam.

BERITATERKAIT

Film Pesta Babi cerminan kondisi alam Tanah Papua di masa depan

Ketua Paguyuban Yogyakarta: Tak ada hal provokatif dalam film Pesta Babi

Gubernur Papua Tengah siapkan tiga lokasi nobar Persipura di Nabire

Pra-Simposium PGI bahas pemetaan masalah kemanusiaan di Papua

Ia menyebut antusias warga Padang untuk menonton film ini cukup tinggi, tiket yang disediakan panitia habis dalam waktu beberapa jam setelah diposting. Para penonton juga tidak dipungut biaya ketika melakukan pendaftaran untuk mendapatkan tiket.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pasca kegiatan nonton bareng, Pakar Hukum Tata Negara Unand, Feri Amsari mengatakan bahwa film ini merupakan film yang berkaitan dengan kemanusiaan, khususnya untuk saudara-saudara di Papua.

“Suara-suara rakyat papua harus didengar oleh seluruh masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak dasar sebagai warga negara. Papua juga adalah kita,” kata Feri.

Perwakilan Walhi Sumbar, Indah Suryani mengatakan bahwa melalui film ini dapat digambarkan cara-cara negara melakukan kerusakan dengan eskalasi yang besar.

“Kondisi saat ini apalagi di Papua menunjukkan pemaksaan oleh negara menggunakan proyek-proyek yang tidak memerhatikan kelangsungan masyarakat yang hidup di dalamnya,” ucap Indah Suryani.

Indah menyoroti kebanyakan proyek-proyek yang merusak alam di Papua dan wilayah-wilayah lain di Indonesia tanpa sepengetahuan masyarakat.

“Tiba-tiba saja ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dan alat berat masuk merusak alam. Padahal ketika alat-alat berat tersebut masuk, tidak hanya kelangsungan hidup masyarakat yang rusak, melainkan ekosistem hutan di dalamnya,” ujarnya.

Redaktur Media Jubi dan Anggota AJI Padang, Syofiardi Bachyul mengatakan bahwa melalui film ini tergambar bahwa sikap masyarakat adat yang menolak adalah respon dari pemaksaan pembangunan di wilayah mereka.

“Kita bisa analogikan, jika memang proyek tersebut untuk kebaikan seluruh masyarakat Indonesia, kenapa masifnya hanya di Papua saja seperti kondisi saat ini,” tutur Syofiardi.

Ia mengatakan bahwa cara-cara yang dilakukan oleh pemerintah saat tidak melibatkan langsung masyarakat adat adalah bentuk kolonialisme gaya baru.

“Dulu Kolonial Belanda ketika membuka kebun atau tambang di Indonesia melakukan kontrak tertulis dengan pemilik ulayat adat. Sekarang, keberadaan masyarakat adat seakan diabaikan. Makanya tagline Papua bukan tanah kosong adalah bukti bahwa di tanah tersebut ada warga asli yang hidup di sana,” jelas Syofiardi.

Sutradara Film Dokumenter Pesta Babi, Dandhy Laksono mengatakan, film diharapkan bisa menjadi pembuka mata masyarakat untuk melihat kondisi asli di Papua.

“Kita merasakan bahwa algoritma internet tidak bersahabat ketika membahas masalah Papua. Padahal di sana eksploitasi besar-besar yang ketika masyarakat Papua bersuara, suara mereka dibungkam,” ujar Dandhy.

Dhandy menyebut melalui film-film seperti ini orang-orang yang bertugas menghentikan informasi berkaitan dengan masalah Papua akan merasa tidak nyaman.

“Namun, sekali satu layar dihentikan penayangan film ini di suatu daerah, maka akan ada 100 hingga 1000 layar yang akan menayangkan film dokumenter ini,” tutup Dandhy.

Sementara itu, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Papua Josiron Kogoya mengatakan, film Pesta Babi ini menunjukkan bahwa Papua sedang tidak baik-baik saja. Masyarakat Papua sampai hari ini masih terus berjuang untuk mempertahankan tanah dari berbagai ancaman.

“Semoga dengan film ini meningkatkan kesadaran atas keadaan Papua saat yang tidak baik-baik saja. Melalui film ini bisa memabangun solidaritas untuk kita semua berjuang untuk tanah Papua dan tanah lain yang dirampas sepihak,” katanya. (*)

Continue Reading
Tags: kolonialismeNobarPesta BabiPoterPotret
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Bupati

Bupati Raja Ampat luncurkan program ORISUN

May 11, 2026
Tewas ditembak

Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

May 9, 2026
Tewas ditembak

Lima warga Tembagapura dilaporkan tewas ditembak

May 8, 2026

Pengungsi internal di Puncak dan Puncak Jaya mesti dilindungi

May 7, 2026

Anggota AMSI diminta segera perbarui digital security

May 6, 2026

Komite Publisher Rights dan Komunitas Pers Peringati WPFD 2026 di Papua

May 4, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara