Jayapura, Jubi – Kunjungan kenegaraan bersejarah Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta di Papua Nugini (PNG) berakhir di Bandara Internasional Jacksons saat Jose Ramos Horta meninggalkan negara itu, Rabu (13/5/2026).
Presiden Ramos Horta tiba di Port Moresby, Minggu (10/5/2026. Di sana ia mengikuti KTT Melanesia, bertemu dengan Dubes RI di PNG serta Gubernur Parkop dan Gubernur Jenderal PNG.
Kunjungan tersebut menandai dibukanya babak diplomatik baru antara Port Moresby dan Dili, seperti dikutip jubi.id dari laman internet, www.nbc.com.pg, Kamis (14/5/2026).
Sebelum meninggalkan Papua Nugini, Presiden Ramos Horta melakukan kunjungan diplomatik terakhir ke kediaman resmi Duta Besar Indonesia untuk PNG di Port Moresby.
Sambutan hangat dari Duta Besar Indonesia yang ditunjuk untuk PNG, Okto Dorinus Marik, mencerminkan hubungan pribadi yang erat antara kedua pria tersebut. Apalagi Manik sebelumnya pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste.
Setelah makan siang, Presiden Jose Ramos Horta berangkat menuju Bandara Internasional Jacksons, dan secara resmi mengakhiri kunjungan kenegaraan tiga harinya ke Papua Nugini.
Perdana Menteri James Marape, yang menyambut Presiden Ramos Horta saat kedatangan dengan barisan kehormatan militer, juga hadir untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin Timor Leste tersebut.
Sebagai negara termuda di Asia, Timor Leste menjalin hubungan antarkedua negara yang semakin erat dengan Papua Nugini.
Hal ini telah menandai dimulainya babak diplomatik baru antara kedua negara. Kedua negara juga akan membuka Kedutaan Besar di negara masing-masing.
Jabat tangan antara Perdana Menteri Marape dan Presiden Ramos Horta, beberapa saat sebelum pesawat berangkat, melambangkan komitmen bersama untuk kerja sama diplomatik yang lebih kuat antara Port Moresby dan Dili di tahun-tahun mendatang. (*)

























Discussion about this post