Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta Badan Kepegawaian Darah (BKD), untuk segera menyelesaikan dan mengimplementasikan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.
Ia menekankan, penempatan pejabat harus dilakukan melalui mekanisme yang baik, objektif, dan sesuai kapasitas aparatur sipil negara (ASN).
“Untuk BKD Papua saya minta segera selesaikan manajemen talenta, karena itu akan menjadi fokus saya untuk menempatkan para pejabat di Pemprov Papua,” kata Fakhiri usai melantik 16 pejabat di Kota Jayapura, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, manajemen talenta akan menjadi instrumen penting dalam menciptakan birokrasi yang cepat, responsif, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dengan sistem tersebut, ASN yang memiliki kompetensi dan kinerja baik akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan strategis.
Fakhiri juga mengingatkan seluruh ASN agar tetap bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh isu jabatan.
Ia menegaskan, penilaian terhadap kinerja pegawai dilakukan langsung oleh pimpinan daerah.
“Saya ingatkan ASN yang lain untuk tidak bikin diri inti, tetap bekerja karena yang akan menilai saudara bekerja dengan baik itu gubernur,” ujarnya.
Ia menegaskan, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pejabat diminta bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Jangan coba main-main dengan saya, sebab jabatan itu amanah. Hari ini saya lantik, besok bisa saya ganti,” tegasnya.
Fakhiripun menitipkan para pejabat yang baru dilantik kepada Sekretaris Daerah dan para asisten agar bersama-sama menerapkan pola kerja yang produktif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (*)




Discussion about this post