• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

WALHI sebut PSN di Tanah Papua picu konflik

November 11, 2024
in Rilis Pers
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
Peta kawasan PSN Merauke yang dipaparkan dalam seminar bertajuk “PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua” di Jakarta. - Tangkapan layar youtube Jakartanicus

Peta kawasan PSN Merauke yang dipaparkan dalam seminar bertajuk “PSN Merauke: Dampaknya pada Masyarakat Adat dan Alam Papua” di Jakarta. - Tangkapan layar youtube Jakartanicus

0
SHARES
24
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Lembaga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI Papua menyatakan keprihatinannya atas dampak yang ditimbulkan oleh Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Merauke dan Sorong.

Dikutip dari siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Senin (11/11/2024), WALHI menyebutkan bahwa PSN di Tanah Papua itu, telah memicu konflik berkepanjangan dan semakin memperburuk ketegangan, antara masyarakat adat Papua dengan negara dan pihak perusahaan.

Proyek-proyek besar yang digagas oleh pemerintah Indonesia dengan dalih untuk pembangunan ekonomi, justru dianggap telah mengabaikan hak-hak dasar masyarakat adat, khususnya terkait pengelolaan tanah adat yang telah lama mereka jaga dan kelola secara berkelanjutan.

Pembangunan besar-besaran yang melibatkan sektor-sektor, seperti, perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur, disebut telah merambah wilayah-wilayah yang menjadi rumah bagi suku-suku lokal di Papua, seperti suku Marind, Asmat, dan suku-suku lainnya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Tanah adat yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat adat, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, dan spiritual, kini terancam digusur, untuk memenuhi kepentingan pembangunan yang sering kali tidak mengakomodasi hak-hak masyarakat adat.

“Proyek-proyek PSN yang berlangsung di Merauke dan Sorong menunjukkan sikap negara yang tidak menghargai hak-hak tanah adat milik masyarakat Papua. Penggusuran dan perusakan lingkungan yang terjadi akibat proyek-proyek ini telah mengakibatkan konflik berkepanjangan, merusak keharmonisan sosial, dan menambah penderitaan bagi masyarakat adat yang sudah lama mengalami marginalisasi,” kata Direktur WALHI Papua, Maikel Primus Peuki.

Proyek-proyek tersebut, katanya, sering kali dilakukan tanpa adanya konsultasi yang memadai dengan masyarakat adat, dan bahkan tanpa persetujuan mereka (free, prior, and informed consent – FPIC). Praktik seperti ini, katanya, jelas bertentangan dengan konvensi internasional yang mengakui hak masyarakat adat untuk mengelola dan mempertahankan tanah adat mereka.

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

TIME FOR PAPUA — Wereldmuseum Leiden opens First Major exhibition from The Worls’s largest Papua collection in sixty years

Selain itu, lanjutnya, dampak dari proyek-proyek ini tidak hanya mengancam keberadaan ekosistem alam yang kaya, tetapi juga merusak struktur sosial dan budaya masyarakat adat.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Suku-suku lokal di Papua telah lama menjaga tanah mereka dengan prinsip-prinsip kearifan lokal yang berkelanjutan. Tanah ini bukan hanya tempat hidup, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan spiritual mereka. Mengabaikan hak mereka berarti merampas masa depan mereka dan melanggar hak asasi manusia,” katanya.

Menurut dia, sejak awal, banyak pihak yang menilai bahwa kebijakan PSN di Papua lebih mengutamakan kepentingan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat adat. Proyek-proyek besar yang digulirkan pemerintah, katanya, sering kali hanya menguntungkan perusahaan besar dan segelintir kelompok, sementara masyarakat adat semakin terpinggirkan dan kehilangan akses terhadap tanah dan sumber daya alam yang menjadi hak mereka.

“Pembangunan di Papua haruslah dilakukan dengan pendekatan yang mengutamakan hak-hak masyarakat adat, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan jangka panjang bagi generasi mendatang. Negara dan perusahaan harus menghormati hak tanah adat, dan tidak boleh lagi mengorbankan kepentingan rakyat demi kepentingan segelintir pihak,” katanya.

WALHI Papua kemudian menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek-proyek PSN yang merugikan masyarakat adat dan merusak lingkungan, serta segera melakukan dialog yang lebih terbuka dan inklusif dengan masyarakat adat, untuk mencari solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Kami juga mendesak pemerintah untuk segera memperkuat regulasi yang mengakui hak-hak tanah adat dan memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan memperhatikan prinsip-prinsip keadilan sosial dan lingkungan,” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: MeraukePapuaPapua BaratPSNSorong
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

April 2, 2026

Koalisi desak hentikan operasi ‘balas dendam’ di Dogiyai

April 1, 2026

Aktivis KNPB Nabire diadang polisi usai galang dana

March 28, 2026

IMAPA desak BPK RI audit MRP se-Tanah Papua

March 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara