• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Walhi: PT MAK diduga mengambil kayu di kawasan hutan milik Suku Mee

Walhi Papua meminta pemerintah memperjelas status wilayah perbatasan antara wilayah Kabupaten Timika, Deiyai, dan Dogiay di wilayah Kapiraya

May 30, 2024
in Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: CR-10 - Editor: Syofiardi
Walhi

Direktur Walhi Papua Maikel Primus Peuki depan ruang kerjanya Waena, Heram Kota Jayapura Papua pada Selasa (28/5/2024). -Jubi/CR-10

0
SHARES
2k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Direktur Walhi Papua Maikel Primus Peuki mengatakan perusahaan kayu PT Mutiara Alas Khatulistiwa atau PT MAK diduga telah beroperasi di hutan adat masyarakat adat wilayah Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah tanpa meminta izin kepada Suku Mee sebagai pemilik hutan adat.

Maikel Primus Peuki kepada Jubi di ruang kerjanya, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (28/5/2024) mengatakan perusahaan sebelumnya, PT Alas Tirta Kencana atau ATK digantikan oleh PT Mutiara Alas Khatulistiwa, mendapat izin dari Kementerian Kehutanan pada 2016.

Perusahaan itu beroperasi menebang pohon besi dan jenis pohon lain yang berkualitas baik di beberapa kampung, yakni Kampung Wakia, Wamuka, dan Kapiraya di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah sejak 2002 hingga sekarang.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Namun dengan kehadiran perusahaan itu di sana, masyarakat adat mempertanyakan apakah perusahaan tersebut benar memiliki surat izin dari Pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat adat suku Kamoro atau tidak.

Peuki mengatakan Walhi Papua pada 15 Mei 2024 menerima laporan dari masyarakat adat Kapiraya bahwa perusahaan tersebut tidak mengantongi izin dari masyarakat adat Wilayah Kapiraya, Suku Mee, sebagai pemilik hutan adat namun perusahaan tersebut melakukan aktivitas menembang hutan di hutan mata pencarian masyarakat Suku Moni.

“Setelah Walhi Papua menyelidiki perusahaan itu, kami mendapatkan surat izin dari Pemerintah Kabupaten Timika dan masyarakat Suku Kamoro, namun perusahaan itu selain beroperasi di Mimika, tepatnya di kawasan masyarakat adat Suku Kamoro, juga beroperasi menembang kayu di Kali Kapiraya yang hak ulayatnya masyarakat adat Suku Mee,” katanya.

BERITATERKAIT

Maikel Primus Peuki kembali pimpin WALHI Papua

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Diperlukan konsolidasi bersama menghadapi tekanan oligarki di Tanah Papua

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

Peuki melanjutkan dalam pengambilan kayu terdampak pada wilayah Kabupaten Deiyai, yaitu di kawasan suku Mee masyarakat setempat menolak kehadiran perusahaan kayu tersbeut, karena perusahaan itu selain mencari kayu juga mendulang [mencari] emas dengan alat berat ekskavator milik perusahaan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Sebenarnya sejak 2022 sempat terjadi konflik horizontal antara Suku Mee dan Suku Kamoro,” katanya.

Konflik itu terjadi di wilayah Kapiraya, karena wilayah Kapiraya perbatasan antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Dogiay. Namun Pemkab Deiyai sudah mendamaikan pertikaian kedua susku di Distrik Kapiraya sejak Mei 2022.

Terkait informasi terbaru tersebut Walhi Papua sedang mendalaminya. “Tapi secara lembaga kami melihat ini aktivitas perusahaan kayu yang sudah dilakukan dari beberapa tahun terakhir ini, sudah terjadi kerusakan hutan adat [di kawasan masyarakat suku Mee],” ujarnya.

Direktur Wahli Papua menilai perusahaan kayu yang beroperasi lebih 20 tahun itu telah menyebabkan  kerusakan hutan adat di mata pencarian masyarakat setempat.

“Di sisi lain masyarakat Suku Mee atau Duku Kamoro sebenarnya mereka tidak memahami soal kehadiran perusahaan itu, mereka mau menjaga hutan adat mereka, sebab kehadiran perusahaan itu sebenarnya mengancam sistem tempat pencarian mereka,” ujarnya.

Maikel Primus Peuki mengatakan dengan aktivitas perusahaan beberapa tahun menebang kayu seperti itu, maka Walhi Papua menyebutnya sebagai perusahaan nakal. Sebab, katanya, perusahaan tersebut mendapatkan surat izin dari Pemerintah Kabupaten Mimika namun dalam aktivitasnya beroperasi di kawasan wilayah masyarakat adat Suku Mee di Kabupaten Deiyai hampir puluhan tahun tanpa memiliki izin.

“Pemerintah harus memperjelas status wilayah perbatasan antara wilayah Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiay agar ke depan tidak terjadi konflik horizontal antar suku,” katanya.

Sebab, katanya, aktivitas perusahaan beberapa tahun belakangan lebih mengancam tempat pencarian masyarakat adat suku Mee. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Masyarakat Adatperusahaan kayuWalhi Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Potensi laut di Tanah Papua luas, tapi sepi peminat

March 4, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

February 27, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara