Jayapura, Jubi – Ketua Sinode Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (PGBP) Stefanus Y. Wenda, M.Th menegaskan tidak boleh ada satu pun jiwa umat yang menjadi korban karena ideologi Papua merdeka maupun pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan itu disampaikan Ketua Sinode PGBP, Stefanus Wenda saat pembukaan Konferensi Ke-V Wilayah Baptis Jayapura, Keerom dan Yahukimo di halaman Gereja Baptis Sky Line, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (18/6/2026).
Stefanus Wenda mengatakan, situasi di Tanah Papua kini tidak baik-baik saja. Sebab pengerahan TNI Polri di Tanah Papua dalam jumlah yang sangat besar.
Karenanya, salah satu program prioritas gereja sesuai urgensi pelayanan adalah melakukan advokasi kemanusiaan.
“Ada terjadi pembunuhan, penyiksaan, pengungsian umat di Tanah Papua. Karena itu gereja ambil sikap bahwa satu jiwa tidak boleh dikorbankan karena kepentingan NKRI atau kepentingan Papua Merdeka,” kata Stefanus Wenda.
Menurut Stefanus Wenda, gereja akan selalu berdiri menyuarakan suara kenabian, agar jiwa-jiwa yang ada di Tanah Papua ini tidak menjadi koran dalam berbagai kepentingan konflik.
“Soal Papua Merdeka itu hak rakyat. Kami gereja mau, Papua ini harus hidup penuh damai dan berdampingan. Kami akan selalu bersuara dan berdoa untuk Tanah ini,” ucapnya.
Karena itu lanjut Wenda, pada basis pelayanan gereja Baptis di Tanah Papua banyak jemaat menjadi korban pembunuhan dan penyiksaan, sehingga pihaknya merencanakan memberikan pelatihan kepada jemaat, bagaimana melalukan advokasi dan mendokumentasikan apa yang dialami umat.
“Kami melihat banyak jemaat yang korban, sehingga kami ada rencana melakukan pelatihan kepada pemuda-pemuda untuk terlibat dalam kerja-kerja hukum dan HAM,” kata Stefanus Wenda. (*)
























Discussion about this post