Jayapura, Jubi – Sinode Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua atau PGBP dalam program pelayanan strategisnya, merencanakan dan sedang melakukan upaya untuk membangun rumah sakit atau RS Baptis Baliem di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Rencana ini disampaikan Ketua Umum Badan Pelayan Pusat, Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (BPP-PGBP) Stefanus Y. Wenda, M.Th saat pembukaan Konferensi Ke-V Wilayah Baptis Jayapura, Keerom dan Yahukimo di halaman Gereja Baptis Sky Line, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (18/6/2026).
Stefanus Wenda mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit ini dimasukkan dalam program kerja, sebab selama ini orang Papua merasa trauma untuk berobat ke rumah sakit, puskesmas, dan klinik karena satu dan lain hal.
Karenanya menurut Stefanus Wenda, apabila gereja memiliki rumah sakit, itu akan lebih baik bagi umat di Tanah Papua agar mereka merasa bebas mendapat layanan pengobatan medis.
“Gereja berinisif membangun rumah sakit kalau rumah sakit sebagai sarana pelayanan kepada jemaat,” kata Wenda.
Katanya, rencana itu juga bagian dari pengembangan tugas gereja, meneladani Tuhan Yesus sebagai ‘dokter’ yang menyembuhkan orang sakit.
Karena itu kata Wenda, gereja mau mengambil peran itu dalam pelayanan kepada umat. Sebab, gereja bertugas menyiapkan rumah sakit, agar jemaat atau pihak lain dapat memanfaatkan layanan kesehatan itu untuk berobat.
“Selama ini kan pasien itu dirujuk dari Wamena ke Jayapura, Makassar, Jakarta sampai Singapura. Kita mau rumah sakit Baptis Baliem menjadi rujukan di Tanah Papua. Dengan bangun rumah sakit yang memiliki tenaga medis profesional dan menyediakan fasilitas mumpuni,” ujarnya.
Selain itu Stefanus Wenda mengatakan pihaknya merencanakan menyiapkan 500-1.000 bidang desa melalui pendidikan, pelatihan, dan pembinaan kesehatan di wilayah pelayanan Baptis di Tanah Papua, agar ibu hamil bisa ditangani bidang desa.
“Hari ini kami melihat banyak ibu hamil [menjalani] operasi sehingga ada resiko untuk melahirkan, sehingga bidan desa yang disiapkan itu, untuk menangani ibu hamil sudah supaya melahirkan normal,” kata Stefanus Wenda. (*)




Discussion about this post