Manokwari, Jubi – Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat mengungkapkan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di sana, telah mencapai 1.350, dan ditemukan 70 kasus baru HIV periode Januari-Juni 2026.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis R Manobi mengaku prihatin dengan penambahan kasus HIV positif itu. Angka tersebut diperkirakan bisa saja lebih besar, karena masih banyak kasus yang belum terdeteksi.
“Kalau menggunakan teori gunung es, yang terlihat di permukaan hanya sebagian kecil. Masih ada kemungkinan banyak kasus yang belum teridentifikasi karena belum dilakukan pemeriksaan,” kata Yohanis R Manobi saat rapat koordinasi (rakor) Sosialisasi dan Evaluasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Gedung Women and Child Center (WCC), Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, Kementerian Kesehatan menargetkan Kabupaten Teluk Bintuni melakukan pemeriksaan HIV terhadap sekitar 18 ribu orang selama tahun 2026.
Namun hingga pertengahan tahun ini, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan baru mencapai sekitar 2.500 orang.
“Kami berharap hingga Desember [2026] nanti, target pemeriksaan dapat tercapai sehingga kita bisa mengetahui kondisi riil di lapangan dan melakukan langkah-langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.
Katanya, rakor yang digelar itu bertujuan mengevaluasi data penyakit menular di Teluk Bintuni, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada tahun-tahun mendatang.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek kembali data masyarakat yang telah terinfeksi penyakit menular, termasuk HIV/AIDS. Dari data yang ada, kita akan menyusun perencanaan dan strategi penanganan yang lebih baik ke depan,” ucapnya.
Karenanya menurut Manobi, Dinas Kesehatan mengundang berbagai pihak dalam rakor tersebut, mulai dari kepala puskesmas, kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, hingga unsur kepolisian guna membangun komitmen bersama dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS.
Sebab, penyebaran HIV tidak dapat ditangani hanya oleh bidang kesehatan. Namun dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena terdapat berbagai faktor yang memengaruhi penyebaran penyakit itu.
“Semua pihak harus ikut bertanggung jawab. Kita perlu membangun kesadaran bersama untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.
Melalui upaya kolaboratif yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga, Dinas Kesehatan berharap angka penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Teluk Bintuni dapat ditekan. (*)




Discussion about this post