• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Anggota DPRK Puncak: Kami capek melahirkan anak untuk dibunuh

June 9, 2026
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
DPRK Puncak

Anggota DPRK Puncak, Melince Magai bersama sejumlah tim Pansus DPRK Puncak usai pertemuan di Kantor Komnas HAM RI di Menteng Jakarta Pusat, Senin (08/06/2026) - Dok. Untuk Jubi

0
SHARES
70
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau DPRK Puncak, Papua Tengah melalui mekanisme pengangkatan (kursi Otsus), Melince Magai mengatakan sebagai perwakilan perempuan pihaknya merasa lelah mengandung anak selama sembilan bulan, menahan sakit saat melahirkan, dan membesarkan anak, namun hanya untuk dibunuh dalam waktu yang singkat.

Pernyataan itu disampaikan Melince Magai usai pertemuan Tim Panitia Khusus atau Pansus DPRK Puncak, dengan Komnas HAM RI di Menteng Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Ini sebagai respons Melince Magai terhadap situasi di Kabupaten Puncak dan Tanah Papua pada umumnya, akibatnya banyak warga sipil termasuk anak-anak menjadi korban konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM).

“Kami sebagai perempuan capek melahirkan anak, tapi anak yang dilahirkan dibunuh [saat] masih di bawah umur. [Saat] masih belasan tahun, masih enam tahun, tujuh tahun, [bahkan] masih dalam perut pun dibunuh juga,” kata Melince Magai.

Padahal katanya, anak-anak yang menjadi korban itu tidak tahu sama sekali apa-apa. Tidak terlibat dalam konflik bersenjata kedua pihak.

“Kami minta lewat Komnas HAM untuk menindak lanjuti peristiwa tragedi [di Distrik] Kembru sampai tuntas. [Kami] meminta pelaku-pelakunya harus diproses hukum, serta memberikan keadilan bagi kami, keluarga kami dan masyarakat kami yang ada di Kabupaten Puncak. Orang Papua hidup di atas tanahnya sendiri dalam ketakutan dan trauma,” ucapnya.

Menurutnya, selama ini sebagian besar media menyembunyikan fakta yang terjadi di lapangan. Pemberitaan sebagian media tidak sesuai apa yang terjadi.

BERITATERKAIT

Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

Pembubaran film Pesta Babi: Kebebasan berekspresi wajib dilindungi

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

“Karena itu, mohon lewat Komnas HAM bisa melindungi dan membawa aspirasi ini sampai ke pengadilan. Para pelaku kejahatan harus diproses. Tarik kembali semua TNI non organik dari Kabupaten Puncak. Biar kami bisa hidup damai dan sejahtera seperti saudara-saudara kami di tempat lain,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pendamping hukum dari korban dugaan Pelanggaran HAM di Distrik Kembru, Emanuel Gobay mengatakan pihaknya bersama Pansus DPRK Puncak dan mahasiswa datang ke Komnas HAM mengadu dan mempertanyakan kelanjutannya penanganan tragedi di Distrik Kembru pada 14 April 2026.

“Ada 12 orang meninggal dunia, 1.000 lebih masyarakat mengungsi akibat peristiwa itu. Ada korban luka. Data sudah kita serahkan ke Komunas Republik Indonesia, juga ke kementerian terkait. Ini menunjukkan bahwa deri peristiwa itu terjadi darurat kemanusiaan, dan tragedi di sana,” kata Emanuel Gobay.

Menurutnya, situasi darurat ini terjadi sejak April 2026 hingga kini. Namun belum diketahui kelanjutannya seperti apa. Padahal sudah ada saksi korban, dan dari keterangan berbagai pihak, sudah jelas pelaku mengarah kepada pihak siapa.

“Korban sendiri sudah mengaku kepada Bupati Puncak, ke Komnas Ham perwakilan Papua, kepada Gubernur Provinsi Papua Tengah dan wakil gubernur terkait siapa pelakunya. Artinya pelakunya sudah sangat jelas dan mengarah pada aparat non organik yang bertugas di sana. Dalam kasus tragedi ini, alat bukti selongsong peluru sudah diberikan kepada Komnas HAM,” ucapnya

Katanya, Pansus yang dibentuk DPRK Puncak berdasarkan permintaan korban. Tim Pansus pun datang ke Komnas HAM RI untuk meminta tindak lanjut terhadap tuntutan korban.

Tuntutan itu adalah Komnas HAM segera menetapkan siapa pelaku dalam peristiwa itu, dan berkasnya dikirimkan ke Kejaksaan Agung untuk diproses hukum lewat pengadilan HAM.

“Mereka juga meminta agar semua pasukan non organik di Kabupaten Puncak ditarik. Itu dua hal yang mereka minta. Kami harap bisa tersampaikan atau mungkin didengar oleh Presiden Republik Indonesia, untuk kemudian bisa memback up komnas HAM, kemudian dapat melakukan penyelidikan pelanggaran HAM dengan profesional,” katanya. (*)

Tags: DPRK PuncakKomnas HAM RIKonflik Bersenjata di Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Proses Sidang pembuktian pertama sidang gugatan SK Bupati Merauke

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke memasuki tahap pembuktian

June 9, 2026
Komnas HAM RI

Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

June 9, 2026

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026

Yanni usulkan BLT Otsus dan penambahan DAU untuk Tanah Papua

June 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemprov Papua Selatan

Pemprov Papua Selatan lepas 145 mahasiswa penerima basiswa afirmasi

June 9, 2026
Tim Kejari

Tim Kejari Merauke geledah rektorat dan laboratorium Unmus

June 9, 2026
Puncak Legislator

Puncak Legislator Calls for Justice After Civilian Deaths

June 9, 2026
Proses Sidang pembuktian pertama sidang gugatan SK Bupati Merauke

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke memasuki tahap pembuktian

June 9, 2026
DPRK Puncak

Anggota DPRK Puncak: Kami capek melahirkan anak untuk dibunuh

June 9, 2026
Komnas HAM RI

Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

June 9, 2026
Dugong

Perburuan dan hilangnya habitat mengancam Dugong di Kepulauan Solomon

June 9, 2026
PNG

Pengeboran sumur eksplorasi laut di PNG segera dilakukan

June 8, 2026
Sisa Bom

Sisa bom perang dunia ke-II di Kepulauan Solomon masih aktif

June 8, 2026
Panen Sawit

Warga Sorong protes karena perusahaan panen sawit di lahan bersengketa

June 8, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Komnas HAM RI

Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

June 9, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Pemprov Papua Selatan

Pemprov Papua Selatan lepas 145 mahasiswa penerima basiswa afirmasi

0
Tim Kejari

Tim Kejari Merauke geledah rektorat dan laboratorium Unmus

0
Puncak Legislator

Puncak Legislator Calls for Justice After Civilian Deaths

0
Proses Sidang pembuktian pertama sidang gugatan SK Bupati Merauke

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke memasuki tahap pembuktian

0
DPRK Puncak

Anggota DPRK Puncak: Kami capek melahirkan anak untuk dibunuh

0
Komnas HAM RI

Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

0
Dugong

Perburuan dan hilangnya habitat mengancam Dugong di Kepulauan Solomon

0

English Stories

Puncak Legislator
Pacnews

Puncak Legislator Calls for Justice After Civilian Deaths

June 9, 2026
Uncen Holds
Pacnews

Uncen Holds Entrepreneurship Program to Strengthen Student Capacity

June 8, 2026
Sorong Residents
Pacnews

Sorong Residents Protest Palm Oil Company’s Harvesting on Disputed Land

June 8, 2026
DPD RI
Pacnews

DPD RI Member Delivers Educational Aid to Students in Teluk Bintuni

June 8, 2026
Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026

Trending

  • PNG

    Pengeboran sumur eksplorasi laut di PNG segera dilakukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sisa bom perang dunia ke-II di Kepulauan Solomon masih aktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Sorong protes karena perusahaan panen sawit di lahan bersengketa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pansus DPRK Puncak serahkan aspirasi masyarakat ke Komnas HAM RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara