Merauke, Jubi – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Papua Selatan merencanakan pembangunan jembatan timbang di Kabupaten Merauke, sebagai upaya mengendalikan kendaraan bermuatan berat yang berpotensi merusak jalan dan jembatan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Michael Ronny Gomar mengatakan kini pemerintah daerah masih fokus menyelesaikan dokumen perencanaan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan.
“Kami sedang menyiapkan seluruh dokumen perencanaan yang diperlukan. Tahapan ini penting karena akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pembangunan, lokasi, serta mekanisme pelaksanaannya. Untuk pekerjaan fisik belum dapat dipastikan kapan dimulai, namun yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh proses perencanaan berjalan dengan baik,” kata Gomar di Merauke, Jumat (19/6/2026).
Menurut Gomar, jembatan timbang direncanakan dibangun sebelum Jembatan Tujuh Wali-Wali di atas lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah dihibahkan kepada Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan.
Ia mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan langkah preventif untuk mengendalikan kendaraan angkutan barang dengan muatan berlebih yang melintasi ruas jalan provinsi, khususnya kendaraan yang melewati Jembatan Tujuh Wali-Wali.
“Keberadaan jembatan timbang sangat penting untuk mengawasi kendaraan angkutan barang, baik truk kontainer maupun kendaraan jasa transportasi lainnya. Dengan adanya pengawasan ini, kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas dapat dikendalikan sehingga risiko kerusakan jalan dan jembatan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan kata Gomar, telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Papua Selatan dan Bidang Bina Marga untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan.
Setelah dokumen perencanaan selesai, hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur Papua Selatan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan pembangunan fisik dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
Menurut Gomar, keberadaan jembatan timbang diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan dengan muatan lebih dari delapan ton yang melintasi Jembatan Tujuh Wali-Wali.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kekuatan konstruksi jembatan yang hingga kini masih menjadi aset Kementerian PUPR dan pemeliharaannya dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional.
“Kami berharap pembangunan jembatan timbang ini dapat segera direalisasikan setelah seluruh dokumen perencanaan selesai dan dukungan anggaran tersedia. Dengan demikian, pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat dapat berjalan lebih efektif dan infrastruktur jalan maupun jembatan di Papua Selatan dapat terjaga dalam jangka panjang,” kata Gomar. (*)




Discussion about this post