• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Greenpeace Indonesia: Pemerintah setop beri izin baru bagi investasi dan industri ekstraktif di Tanah Papua

January 22, 2024
in Nasional & Internasional, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: CR-9 - Editor: Dewi Wulandari
Greenpeace Indonesia

Daftar 10 perusahaan yang beroperasi di Tanah Papua, pemilik konsesi dengan hutan alam terluas. – Jubi/Greenpeace Indonesia

0
SHARES
674
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Nicodemus Wamafma, mengatakan pemerintah pusat maupun daerah di Tanah Papua harus berhenti memberikan izin baru bagi investasi dan industri ekstraktif yang akan berdampak pada deforestasi dan kerusakan lingkungan. Hal ini penting untuk menyelamatkan hutan dan lingkungan serta keberlangsungan hidup masyarakat adat di Tanah Papua.

“Pemerintah pusat dan daerah harus setop memberikan izin baru [baik itu izin lokasi, IUP, HGU, dan lainnya] bagi investasi dan industri ekstraktif di Tanah Papua yang akan berdampak pada deforestasi dan kerusakan lingkungan serta mencabut izin-izin HPH, HGU kebun sawit, HTI, pertambangan yang melanggar aturan, merusak lingkungan, dan tidak menghargai hak-hak masyarakat adat,” ujar Wamafma saat ditemui Jubi di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Sabtu (20/1/2024).

Wamafma mengatakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mengakui keberadaan dan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua lewat regulasi nasional melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat dan melalui peraturan daerah melalui perdasus dan perdasi.

Selain itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah juga harus melibatkan Masyarakat Adat Papua secara langsung dalam perencanaan dan pengelolaan hutan dan sumber daya alam di Tanah Papua.

Wamafma juga mengatakan pemerintah harus mendorong proses hukum bagi perusahaan-perusahaan dan semua pihak yang turut serta dalam perusakan hutan alam secara ilegal dan perusakan lingkungan secara umum di Tanah Papua.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus mengubah pendekatan pembangunan yang ekstraktif dan eksploitatif, yang menurutnya hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi atau mendapatkan keuntungan semata, di Tanah Papua dengan pendekatan pembangunan yang ramah lingkungan.

“[Pembangunan yang] tidak mengorbankan lingkungan, hutan, dan sumber daya alam, serta lebih menghargai hak-hak Masyarakat Adat Papua,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

Menurutnya, sepanjang tahun 2023 di Tanah Papua dalam konteks deforestasi atau kerusakan atau kehilangan hutan alam akibat pengambilan hasil hutan kayu dan pelepasan kawasan hutan untuk perizinan berbasis lahan seperti perkebunan sawit dan pertambangan maupun untuk kepentingan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pemerintahan tentu saja masih ada karena secara akumulatif dalam dua dekade terakhir, Greenpeace Indonesia mencatat lebih dari 641.400 hektare hutan alam di Tanah Papua hilang dengan fokus utama di Merauke, Boven Digoel, Nabire, Mimika, Mappi, Fakfak, Teluk Bintuni, Sorong, Manokwari, dan Kaimana.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Di era pemerintahan Jokowi, 2014 hingga saat ini, Kementerian LHK [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan] dibawah kepemimpinan Siti Nurbaya telah melepaskan lebih dari 296.378 hektare hutan alam untuk berbagai kepentingan perizinan termasuk dialokasikan untuk PSN [Proyek Strategis Nasional] Food Estate maupun proyek infrastruktur jalan dan jembatan Trans Papua sepanjang lebih dari 4.600 km dari Sorong – Merauke,” ujarnya.

Greenpeace Indonesia
Data luas perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua. – Jubi/Greenpeace Indonesia

Wamafma mengatakan sejauh ini pihaknya mencatat ada sepuluh perusahaan yang memiliki konsesi hutan alam terluas di Tanah Papua. Perusahaan tersebut di antaranya Prabu Anaka Unit I dengan luas area 314,207.33 hektare, Bina Balantak Utama dengan luas area 291,639.29 hektare, Damai Setiatama Timber dengan luas area 242,914.41 hektare, Hanurata dengan luar area 233,332.15 hektare, Teluk Bintuni Mina Agro Karya dengan luas area 230,224,25 hektare.

Diadyani Timber dengan luas area 208,759,97 hektare, Papua Satya Kencana 196,943.40 hektare, Merauke Rayon Jaya dengan luas area 182,37.81 hektare, dan Tunas Timber Lestari dengan luas area 173.950.51 hektare, dan Wapoga Mutiara Timber Unit II dengan luas area 165,927.56 hektare.

Selain itu, Greenpeace Indonesia juga mencatat 1,88 juta hektare hutan alam Papua dialihfungsikan menjadi areal perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Tanah Papua.

“Terdapat 1,3 juta hektare konsesi perkebunan sawit di Provinsi Papua [sebelum pemekaran] yang tersebar di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, [dan] 516 ribu hektare konsesi perkebunan sawit di Provinsi Papua Barat [sebelum pemekaran] yang tersebar di Teluk Bintuni dan Sorong,” ujarnya. (*)

Tags: Greenpeace Indonesiainvestasi dan industri ekstraktifKota JayapuraPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Ikan Danau Sentani

Ikan sapu-sapu sudah ditemukan di Danau Sentani

June 2, 2026

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026

Eksploitasi perkebunan durian dan pisang monokultur penyebab degradasi tanah di Laos

May 28, 2026

Aktivis Papua Barat menjadi sasaran video palsu yang dihasilkan AI

May 28, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

June 6, 2026
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

June 6, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

0
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

0
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

0
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

0
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Petisi

    Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara