Jayapura, Jubi – Nipison Tebai (17 tahun), remaja yang tewas diduga ditembak personel Polri di Kabupaten Dogiyai, Papua Pegunungan dan disebut aparat keamanan sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka atau OPM, adalah murid Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Dogiyai, dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) 0079405733.
Hal itu disampaikan Benny Goo dari Solidaritas Rakyat Papua di Dogiyai, melalui panggilan teleponnya kepada Jubi, Senin (11/5/2026).
“Nopison Tebai adalah murni pelajar dari SMAN 2 Dogiyai, Kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS,” kata Benny Goo.
Menurut Benny Goo, Nipison Tebai tewas ditembak di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Minggu (10/5/2026).
Katanya, peristiwa itu bermula ketika personel polisian yang menggunakan beberapa mobil melakukan penyisiran, mendatangi Kampung Dogimani, sekira pukul 8.45 Waktu Papua (WP).
Saat itu korban bersama beberapa pemuda berada di lapangan belakang Kantor Distrik Dogiyai, kawasan perbatasan Kampung Idadagi dan Kampung Dogimani.
Menurutnya, sejak beberapa waktu terakhir lapangan itu sedang digunakan untuk pertandingan sepak bola dan voli dalam rangka pencarian dana.
“Kebetulan, Nopison Tebai bersama sejumlah teman-teman panitia bermalam di sebuah tenda [di lapangan] sembari menjaga. Nopison ini karena malam tahan mata (tidak tidur), jadi pagi itu dia masih tidur,” ujarnya.
Benny Goo mengatakan, dalam penyisiran itu aparat keamanan mengeluarkan tembakan, sehingga pemuda yang ada di lapangan belakang kantor distrik itu berlarian menyelamatkan diri.
Katanya, Nipison Tebai terbangun setelah mendengar suar tembakan. Saat itu rekan-rekannya sudah menyelamatkan diri.
“Ketika dia mulai lari begini, peluru nyasar langsung kena dada [Nipison Tebai] tembus ke belakang sehingga [ia] tewas,” ucapnya.
Setelah Nipison Tebai tertembak lanjut Goo, personel polisi kembali ke Markas Kepolisian Resor Dogiyai. Masyarakat dan kerabat korban kemudian membawa jenazah Nipso Tebai ke rumah duka untuk disemayamkan.
Jubi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra lewat aplikasi pesan singkat, maupun panggilan telepon, namun belum direspons.
AKBP Denis Arya Putra hanya mengirim beberapa link berita yang memuat pernyataannya sehari sebelumnya, atau beberapa jam setelah penembakan.
Dalam pernyataannya di beberapa media itu, AKBP Denis Arya Putra mengatakan, operasi penegakan hukum dilakukan sebagai respons terhadap serangkaian gangguan keamanan yang terjadi di jalur trans Nabire-Enarotali dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, gangguan keamanan itu berupa aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil, hingga perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).
Katanya, menyikapi situasi itu, personel BKO Brimob Resimen III yang tengah melakukan patroli rutin, langsung melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi.
Namun kata Kapolres, saat berpatroli personel keamanan ditembaki oleh kelompok bersenjata di Kampung Idadagi. Aparat keamanan kemudian membalas tembakan tersebut hingga melumpuhkan satu orang yang diduga anggota kelompok bersenjata.
“Karena mendapat tembakan dari kelompok bersenjata maka anggota kita melakukan tindakan tegas, terukur dan melumpuhkan pelaku. Orang yang tewas diduga merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda atas nama Napison Tebai,” kata AKBP Denis, Minggu (10/5/2025). (*)

























Discussion about this post