• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Dorong ekonomi masyarakat, Kampung Yoboi gelar Festival Ulat Sagu

November 22, 2024
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Timoteus Marten
Seorang mama sedang membakar ulat sagu untuk dijual saat Festival Ulat Sagu di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (21/11/2024). - Jubi/Aida Ulim

Seorang mama sedang membakar ulat sagu untuk dijual saat Festival Ulat Sagu di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (21/11/2024). - Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
10
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Masyarakat Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua mengadakan Festival Ulat Sagu pada 21-23 November 2024. Festival ini dilaksanakan setiap tahun oleh Masyarakat Kampung Yoboi, sebagai daya tarik wisata, sekaligus melestarikan kuliner khas Papua dan budaya.

Festival tersebut bertujuan untuk mendorong ekonomi masyarakat.

Ketua Panitia Festival Ulat Sagu, Billy Tokoro mengatakan, festival ini dilakukan masyarakat di Kampung Yoboi setiap tahun. Tujuannya untuk melestarikan tradisi masyarakat, dalam memanfaatkan ulat sagu sebagai bahan pangan.

Selain itu, festival menjadikannya sebagai daya tarik wisata dan memperkenalkan kuliner Papua ulat sagu, kepada para pengunjung untuk mendorong ekonomi masyarakat.

“Juga memberikan kesempatan bagi para UMKM untuk memperjualbelikan makanan khas papua dan,” katanya saat diwawancarai Jubi, di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Papua pada Kamis (21/11/2024).

Billy juga mengatakan festival tersebut dipersiapkan selama tiga bulan. Diantaranya, masyarakat menebang sagu, kemudian sagu itu dibiarkan membusuk. Hingga pada pembukaan kegiatan baru diambil masyarakat untuk dijual.

Menurut Tokoro, sagu yang ditebang sebanyak 500 pohon. Sagu sejumlah 500 itu merupakan sagu-sagu yang mati, yang sudah lewat dari umur produksinya, bukan sagu yang unggul.

BERITATERKAIT

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

“Jadi, sagu-sagu itu kita tebang sekaligus, misalnya, yang berdekatan itu di tebang dan ditanam kembali dengan sedikit jarak, agar tumbuhnya subur. Masyarakat percaya bahwa sagu-sagu yang berdekatan itu ditebang supaya sagu di sebelahnya tumbuh lebih baik,” katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Ia juga mengatakan festival ini sebenarnya mau mengangkat kearifan lokal di Kampung Yoboi. Dan sagu yang ditebang itu akan ditanam kembali.

Jadi, katanya, kalau 500 pohon ditebang masyarakat sudah punya 1.500 pohon sagu yang ditanam. Sagu yang ditanam itu merupakan sagu-sagu unggul.

“Jadi, di situ ada konsep pelestarian, keberlanjutan, kearifan lokal dan budaya. Itu yang kita mau pertahankan lewat kegiatan begini tapi. Kita kemas agak menarik (dalam bentuk festival),” katanya.

Tokoro mengatakan, festival ulat sagu menjadi menarik karena tidak merusak nilai-nilai budaya yang sudah ada sejak dahulu mungkin hanya modifikasi sedikit saja. Ia juga mengatakan ulat sagu diambil dari pagi karena persiapan festival, tapi juga dibilang sebagai ritual sehingga diambil pagi.

ulat sagu
Ulat sagu merupakan salah satu sajian khas masyarakat Kampung Yoboi di Kabupaten Jayapura, Papua. – Jubi/Aida Ulim

“Jadi, sebelum ulat sagu diambil, masyarakat kumpul dulu. Setelah itu kepala suku menyampaikan beberapa hal baru ambil,” katanya.

“Itu sebenarnya dari penebangan sagu juga begitu ritual itu hanya untuk ucapkan syukur kepada Tuhan, karena sudah memberikan hutan sagu yang luas, tapi juga suku ini,” lanjutnya.

Pada hari pertama festival pengunjung sudah datang sejak pagi. Tapi ulat sagu belum disajikan. Oleh karena itu, pengunjung langsung masuk ke dalam hutan sagu, untuk melihat langsung dan mengambil ulat sagunya.

Ia juga berharap agar pengunjung pada festival tidak hanya membeli ulat sagu, tetapi juga membeli hasil rajutan masyarakat, sambil menikmati keindahan Kampung Yoboi.

Melianus Wally, Abuafa Kampung Yoboi mewakili Ondoafi Kampung Yoboi, yang membuka festival mengatakan, Festival Ulat Sagu di Kampung Yoboi diangkat dari kearifan lokal khas di kampung ini, yaitu ulat sagu. Kampung ini mempunya ciri khas ulat sagu, karena di sini juga terkenal dengan hutan sagunya yang luas.

“Makanya itu mereka, angkat melalui festival ini, supaya kampung ini bisa menunjukkan kekayaan yang ada,” katanya.

Selain itu, katanya, kearifan lokal dan makanan itu dijual saat festival, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

Wally mengharapkan agar masyarakat perkotaan dapat mendatangi Kampung Yoboi, untuk menikmati kuliner ulat sagu yang disajikan dalam festival selama tiga hari itu.

Selain menikmati sajian makanan khas ulat sagu, pengunjung juga bisa menikmati keindahan Kampung Yoboi selama festival.

Menurut Wally, tanaman sagu dinilai memberikan hidup kepada masyarakat Papua, khususnya di Kampung Yoboi. Sagu menjadi makanan bernutrisi tinggi dan banyak memberi manfaat lain.

Daun sagu dapat dijadikan sebagai atap rumah, ampas sagu yang dapat dijadikan pakan ternak, dan bisa dijadikan tepung sagu.

“Lewat Festival Ulat Sagu ini memberi kesempatan bagi para UMKM untuk memperjualbelikan makanan khas Papua, yakni papeda, ulat dan kopi. Tapi juga noken, dan batik Papua,” katanya. (*)

Tags: Festivalfestival ulat saguKampung YoboiPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Bom

Orang Papua bongkar bom dengan gergaji

June 3, 2026
Ikan Danau Sentani

Ikan sapu-sapu sudah ditemukan di Danau Sentani

June 2, 2026

Puluhan warga Ifar Besar didiagnosis katarak saat pemeriksaan mata gratis

June 2, 2026

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026

Aliansi SETARA nyatakan sikap terhadap situasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

June 7, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

June 7, 2026
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

June 6, 2026
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

June 6, 2026
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

June 6, 2026
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

June 6, 2026
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

June 6, 2026
Petisi

Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

June 6, 2026
pedagang pakaian

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Solomon

10 Menteri Kepulauan Solomon mengundurkan diri

March 17, 2026
Peneliti Konflik Papua

Peneliti rekomendasikan situasi di Tanah Papua sebagai konflik bersenjata non internasional

0
Peneliti Konflik Papua

Peneliti: Konflik bersenjata di Tanah Papua non internasional

0
Raperdasi OAP

Penyusunan raperdasi pelaku usaha OAP di Papua Barat Daya dinilai hanya formalitas

0
Mama Yasinta

Solidaritas Organisasi Papua Selatan minta Presiden pulangkan Mama Yasinta Moywend 

0
Pengungsi Nduga

Pengungsi Nduga butuh pelayanan kesehatan

0
Konflik bersenjata di Papua

Negara tak pernah menjelaskan status konflik bersenjata di Tanah Papua

0
Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan laju deforestasi di Tanah Papua

0

English Stories

Papua Governor
Pacnews

Papua Governor Calls for Sports Revival Ahead of 2028 National Games

June 6, 2026
Regional Office
Pacnews

The Regional Office of the Directorate General of State Assets (DJKN) Promotes Auction and Regional Asset Valuation Services in South Papua

June 6, 2026
KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026

Trending

  • Petisi

    Aktivis dan masyarakat adat tandatangani petisi penolakan pembangunan bendungan Warsamson

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara