• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Imparsial sebut operasi militer di Tanah Papua sebabkan pengungsian massal 

December 18, 2024
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
Warga

Warga sipil Kampung Mimin dan Alutbakon, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, yang masih mengungsi di hutan.- Jubi/dok.

0
SHARES
85
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Imparsial menyatakan, operasi militer di Tanah Papua hanya mengorbankan warga sipil dan pengungsian besar-besaran.

Menurut Imparsial, sejumlah warga sipil dari Kampung Bumbakon, Mimin, Oksop, Alutbakon, Oktumi, Atenor, dan Ngangom, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, meninggalkan rumah mereka dan terpaksa mengungsi ke hutan dan distrik lain sejak 8 Desember 2024.

Para pengungsi dilaporkan sedang kesulitan mendapatkan bahan makanan dan pasokan air minum. Gelombang pengungsian tersebut, disebabkan karena warga merasa ketakutan akibat operasi militer, yang mengerahkan personel militer secara mendadak pada 4 Desember 2024.

“Hal ini (operasi militer) mengejutkan dan menimbulkan kecemasan bagi warga Distrik Oksop, yang merasa terganggu dengan kehadiran aparat, dalam jumlah besar di wilayah mereka,” kata Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, seperti dikutip dari siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Rabu (18/12/2024).

Apalagi, lanjut Ardi, bagi perempuan dan anak-anak yang tidak pernah mendengar bunyi tembakan senjata di sekitar kampungnya.

Imparsial memandang, operasi militer yang melakukan aksi penyisiran oleh anggota TNI, dilakukan dengan tidak manusiawi dan tidak mengindahkan prinsip hukum humaniter.

“Mereka melepaskan tembakan secara sembarang dan melakukan pemeriksaan dengan cara intimidatif dan kekerasan,” ujar Ardi.

BERITATERKAIT

Kelapa hutan: Sumber pangan darurat di Pegunungan Papua

Warga Korowai di pengungsian butuh makanan dan layanan kesehatan

DPR Papua Pegunungan sasaran aksi damai KNPB dan OKP Cipayung

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

TNI AD
Ilustrasi pasukan TNI Angkatan Darat. – Jubi/Aries Munandar

Menurut dia, kehadiran TNI dalam jumlah besar dan mendadak di Distrik Oksop, menyebabkan warga menjadi ketakutan, hingga terpaksa harus mengungsi ke hutan, untuk menyelamatkan diri.

“Kejadian ini menimbulkan trauma mendalam bagi warga sipil yang menjadi korban dari adanya operasi militer yang dilakukan secara sewenang-wenang,” katanya.

Menurut laporan Pdt. Jimmy Koirewoa, Ketua Departemen Hukum dan HAM Gereja Injili di Indonesia (GIDI), kata Ardi, sekitar 3.318 orang dari Distrik Oksop berada di pengungsian. Lokasi pengungsian terpencar di beberapa titik dan akses menuju pengungsian dan gedung gereja GIDI Efesus Sape dikuasai oleh aparat TNI.

Mobilisasi aparat TNI, lanjutnya, dilakukan melalui jalur darat dan udara, dengan menerjunkan mereka dari helikopter.

“Akibat dari kejadian ini, semua fasilitas dan pelayanan publik terhadap warga lumpuh total, akses menuju sekolah dan layanan kesehatan terhambat,” katanya.

Okbab
Ribuan Warga Kampung Borban saat bergerak menuju ke Kamp Pengungsian darurat di sebelah utara Kampung Borban baru-baru ini. -Jubi/Dok Nagai Urwan

Selain itu, katanya, pada 4 Desember 2024, umat Stasi Kandang Betlehem Bumbakon menjadi target anggota TNI yang mengejar kelompok TPNPB. Rumah-rumah jemaat didobrak, hingga menimbulkan ketakutan dan terjadi pengungsian besar-besaran.

Menurut catatan Imparsial, gelar pasukan TNI di Papua masih terus berlanjut. Selama tahun 2024, pemerintah setidaknya telah mengirimkan 3.187 pasukan non-organik ke Tanah Papua.

“Penting untuk diingat bahwa pengiriman pasukan ini merupakan tindakan ilegal yang bertentangan dengan Pasal 7 ayat (3) UU TNI yang menegaskan bahwa operasi militer selain perang hanya dapat dilakukan setelah adanya kebijakan dan keputusan politik negara, yaitu kebijakan politik pemerintah bersama dengan DPR yang dirumuskan melalui mekanisme hubungan kerja antara pemerintah dan DPR seperti rapat konsultasi dan rapat kerja,” katanya.

“Sedangkan selama ini tidak ada satu pun kebijakan atau keputusan politik, untuk melakukan operasi militer oleh TNI ke tanah Papua. Akibatnya korban terus berjatuhan karena kontak senjata seringkali terjadi di tengah pemukiman warga,” ujarnya.

Imparsial menilai, pengiriman pasukan dan operasi militer ilegal, yang terus dilakukan oleh pemerintah, semakin menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius dalam menyelesaikan konflik di Papua. Pendekatan keamanan masih menjadi prioritas utama pemerintah. Sebaliknya pendekatan damai dan dialog justru cenderung diabaikan.

“Langkah dan pendekatan keamanan justru memperburuk situasi, menambah ketakutan masyarakat setempat dan memperkuat pengaruh militer di wilayah yang sudah rentan konflik,” katanya.

Apalagi, katanya, pengerahan TNI yang dilakukan secara masif akan meningkatkan korban dari warga sipil secara terus-menerus.

“Jika terus dilanjutkan, siklus ini akan terus berulang dan berkembang menjadi krisis kemanusiaan di tanah Papua,” katanya.

Lebih jauh dengan adanya kejadian ini, lanjutnya, sangatlah disayangkan mengingat dalam waktu dekat umat Katolik dan Protestan akan merayakan hari raya Natal.

“Akan tetapi, kali ini masyarakat di Distrik Oksop tidak dapat merasakan kebahagiaan menyambut Natal di rumahnya masing-masing, sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Dalam konteks ini, menurut Ardi, aparat keamanan yang seharusnya bertugas untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warganya, justru menjadi sumber ketakutan. Padahal warga Oksop berharap Natal tahun ini dapat dilaksanakan dengan kedamaian dan ketentraman.

Intan Jaya
Mahasiswa Moni Intan Jaya memegang sejumlah pamflet berisi kecaman terkait stop militer dan stop pengoperasian Blok Wabu – Ist

Atas dasar tersebut di atas, Imparsial mengecam operasi militer yang dilakukan oleh TNI di Distrik Oksop secara mendadak dan menimbulkan ketakutan bagi warga sipil.

Imparsial mendesak pemerintah untuk segera menarik pasukan non-organik, dan menghentikan operasi-operasi ilegal atas dasar keamanan Papua. Karena tidak adanya kejelasan mekanisme pengerahan pasukan di Papua dan tidak sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Imparsial juga mendesak Komnas HAM RI untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap operasi militer di Distrik Oksop, yang telah mengakibatkan gelombang pengungsi secara besar-besaran. (*)

Tags: Distrik OksopOperasi MiliterPapua Pegununganpegunungan bintangPengungsianTNI
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kelapa hutan sumber pangan

Kelapa hutan: Sumber pangan darurat di Pegunungan Papua

August 25, 2026
Warrga Korowai di Pengungsian

Warga Korowai di pengungsian butuh makanan dan layanan kesehatan

August 22, 2026

DPR Papua Pegunungan sasaran aksi damai KNPB dan OKP Cipayung

August 14, 2026

Tiga warga sipil di Maybrat diduga ditembak TNI AL

August 14, 2026

Konflik semakin mendalam: Pengungsi massal terjadi di Papua Pegunungan

August 5, 2026

TNI Punya Markas Kodal Drone untuk Operasi di Papua

July 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task Force Says Victims Were Civilians
16 October 2026
TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task  Force Says Victims Were Civilians

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) claims to have executed four people in Dekai, the capital [...]

Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems
15 October 2026
Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems

Jayapura, Jubi – Thick smoke haze has blanketed Timika, the capital of Mimika Regency in Central Papua, with smoke from [...]

BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency
15 October 2026
BPJS Health Supervisory Board reviews Healthcare Services in Jayapura Regency

Sentani, Jubi – Lula Kamal, a member of the supervisory board of Indonesia’s Health Social Security Agency (BPJS Kesehatan), visited [...]

Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site
14 October 2026
Moi Indigenous Clan block Palm Oil Company over alleged damage to ancestral burial site

Sorong, Jubi – Indigenous Moi people from the Klagilit Maburu/Mawera clan blocked access to palm oil company PT Inti Kebun [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

October 17, 2026
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

October 16, 2026
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

October 16, 2026
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

October 16, 2026
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

October 16, 2026
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

October 16, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Dua klub musafir, Mutiara Hitam versus Badai Pasifik

October 15, 2026
TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan, Satgas Damai Cartenz: Korban warga sipil

October 15, 2026
Kejari Merauke

Kejari Merauke dalami dugaan lima kegiatan fiktif dalam APBD Mappi

October 15, 2026
Tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

Kejari Merauke tetapkan tiga tersangka korupsi pembangunan kantor Bupati Boven Digoel

October 15, 2026
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

October 16, 2026
Mimbar bebas Soanggama berdarah

Mahasiswa Intan Jaya peringati satu tahun tragedi Soanggama Berdarah

October 15, 2026
Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

Pemerintah Distrik Oksibil tertibkan penyakit sosial

October 16, 2026
Ibu-ibu asal Korowai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan yang berada di salah satu lokasi pengungsian di dalam hutan pada bulan Juli 2026 - Dok Jubi

Gereja KINGMI serukan kebutuhan mendesak warga yang dilaporkan mengungsi di Pegunungan Papua

0
Kejari Merauke

Jaksa telusuri pengadaan barang dalam proyek revitalisasi Unmus

0
Pemkab Merauke bangun rumah warga

Pemkab Merauke bangun 137 rumah warga pada tahun anggaran 2026

0
Musik adalah pemersatu

Gubernur Nawipa: Musik adalah sarana pemersatu

0
Kapolda Papua Barat cek antrean kendaraan

Kapolda Papua Barat tinjau antrean kendaraan di SPBU

0
Kabut asap di Fakfak

Kota Fakfak masih diselimuti kabut asap

0
Bank Mandiri

Bank Mandiri buka pintu emas lewat Livin Rp50.000

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara