Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Komando Daerah Operasi atau TPNPB Kodap XVI Yahukimo, mengklaim menembak mati delapan orang yang diduga aparat keamanan, dan bekerja sebagai pendulang emas ilegal di Korowai.
Komandan operasi Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka mengatakan, ini adalah aksi balasan terhadap tewasnya dua anggota TPNPB dari Batalyon Yamue.
Dua anggota TPNPB itu adalah Marten Heluka dan Yoper Payage. Keduanya tewas saat baku tembak dengan aparat keamanan di Kota Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (17/5/2026).
Setelah insiden itu, Mayor Kopitu Heluka selaku komandan operasi wilayah Yahukimo bersama pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue, yang dipimpinan Kumis Passe sebagai komandan operasi batalyon bersama Mayor Dejang Heluka, melakukan operasi pembersihan di wilayah Yahukimo.
Operasi pembersihan ini disebut merupakan pembalasan atas tewasnya dua pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue.
“Pasukan TPNPB telah melakukan operasi mulai dari 17 Mei 2026 sampai 20 Mei 2026. Hasilnya [kami] tembak mati delapam orang [yang kami duga] anggota TNI-polri yang menyamar Sebagai pendulang emas ilegal,” tulis Kopitua Heluka dalam siaran pers Komnas TPNPB, Rabu (20/5/2026) malam.
Katanya, Komandan operasi Batalyon Yamue, Dejang Heluka dan pasukannya, bertanggungjawab atas operasi pembunuhan yang merupakan aksi pembalasan itu
“Kami tidak akan kemana-mana, saya punya pasukan jadi kami bersumpah akan [melakukan] operasi sampai Papua merdeka. Apalagi TNI-Polri [sudah] tembak saya punya pasukan, jadi saya akan balas itu,” ucapnya. (*)

























Discussion about this post