• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Koalisi desak hentikan operasi ‘balas dendam’ di Dogiyai

April 1, 2026
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Dogiyai

Situasi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (31/03/2026) malam - IST

0
SHARES
1000
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua, mendesak aparat keamanan menghentikan penyisiran di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, yang dilakukan sejak, Selasa (31/3/2026). Koalisi menyebut penyisiran itu adalah operasi balas dendam.

Aparat keamanan melakukan penyisiran setelah seorang anggota Polsek Moenamani, Brigadir Dua (Bripda) Jufentus Edowai (JE) tewas pada Selasa pagi.

JE tewas dengan luka bacokan di leher dan lima jarinya putus, usai dianiaya orang tak dikenal atau OTK di Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai.

Dampak dari penyisiran itu, tiga warga Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah dilaporkan tewas ditembak. Pelaku penembakan diduga aparat kepolisian yang melakukan penyisiran.

Ketiga korban adalah Ester Pigai (60 tahun), Siprianus Tibakoto (18 tahun), dan Martinus Yobe (19 tahun). Namun informasi lain menyebut ada empat korban tewas dari kalangan warga sipil. Akan tetapi identitas salah satu koran lain, belum diketahui.

“Operasi balas dendam atas meninggalnya aparat keamanan berinisial JE telah menambah deretan panjang korban nyawa dan harta benda masyarakat sipil dalam insiden 31 Maret 2026, di Kabupaten Dogiyai,” tulis Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua dalam siaran pers tertulisya, Rabu (1/4/2026).

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua terdiri dari LBH Papua, PAHAM Papua, ALDP, KPKC Sinode Tanah Papua, JPIC OFM Papua, Elsham Papua, Yadupa, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, LBH Papua Merauke, LBH Papua Pos Sorong, Kontras Papua,  dan Tong Pu Ruang Aman.

Koalisi menyatakan penyisiran yang dilakukan aparat keamanan di sekitar kota dan beberapa tempat di Kabupaten Dogiyai, telah berdampak pada terganggunya hak atas rasa aman masyarakat setempat. Bahkan  menimbulkan korban nyawa dan harta benda masyarakat sipil di sana.

BERITATERKAIT

Polda Papua diminta ambil alih penanganan kasus penembakan di Tolikara

KNPB nyatakan sikap terhadap penembakan pelajar di Mamberamo Tengah

Koops Habema menduga OPM pelaku penembakan warga di Tembagapura

Tujuh pelajar SMA di Mamberamo Tengah dilaporkan tertembak

Situasi ini dinilai sebagai pelanggaran ketentuan Pasal 10 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menyebut “setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya.”

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Selain itu, Koalisis berpendapat, darah di sekujur tubuh korban menunjukan bahwa telah terjadi pelanggaran ketentuan Pasal 32 ayat (1) dan ayat (2), Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Pasal ini mengamanatkan setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan, penghukuman atau perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, merendahkan derajat dan martabat kemanusiaannya. Setiap orang berhak untuk bebas dari penghilangan paksa dan penghilangan nyawa.

Di sisi lain lanjut Koalisi, adanya sopir angkutan umum yang melarikan diri ke hutan dan mobilnya terbakar, serta adanya motor milik warga yang dibakar menunjukan telanggarnya ketentuan Pasal 30 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Pasal ini mengatur setiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram, serta perlindungan terhadap ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

Melihat fakta itu, Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua pun mempertanyakan kewajiban negara melalui pemerintah dalam melindungi HAM masyarakat sipil di Dogiyai sesuai ketentuan pada Pasal 8, Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Karenanya Koalisi menyarankan kepada Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas di Kabupaten Dogiyai segera menghentikan operasi ‘balas dendam’ atas tewasnya anggota polisi Jufentus Edowai.

Menyarankan agar aparat keamanan mengajak bupati Dogiyai, ketua DPR Kabupaten Dogiyai, pimpinan organisasi perangkat daerah Kabupaten Dogiyai, tokoh pemuda, dan tokoh agama membentuk tim pencari fakta atau TPF.

Tim pencari fakta akan bekerja mengungkap siapa pelaku pembunuh Jufentus Edowai dan menemukan siapa pelaku pembunuhan warga sipil, siapa pelaku pembakaran mobil lintas Meepago, serta pembakaran motor milik warga setempat, sembari mengurangi jatuhnya korban lain.

Koalisi menyatakan, pada prinsipnya pembentukan TPF bertujuan menegakkan ketentuan yang diatur pada Pasal 17, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia bagi semua warga sipil yang menjadi korban dalam insiden 31 Maret 2026 di Kabupaten Dogiyai.

Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua menegaskan kepada Komnas HAM RI segera berkordinasi dengan Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua Tengah, agar memerintahkan bawahannya di Kabupaten Dogiyai menghentikan operasi balas dendam atas tewasnya anggota polisi JE, karena telah menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.

Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua Tengah segera memerintahkan bawahannya di Kabupaten Dogiyai menghentikan operasi balas dendam, karena telah meyebabkan jatuhnya korban warga sipil.

Gubernur Papua Tengah dan Ketua DPR Papua Tengah segera berkordinasi dengan Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua Tengah untuk membentuk Tim Pencari Fakta, dan memenuhi hak atas keadilan bagi korban aparat keamanan dan masyarakat sipil dalam Insiden 31 Maret 2026 di Dogiyai.

Bupati Dogiyai dan Ketua DPR Kabupaten Dogiyai melibatkan tokoh pemuda dan tokoh agama, segera berkordinasi dengan Kapolres dan Koramil Moanemani, untuk membentuk Tim Pencari Fakta dan memenuhi hak atas keadilan bagi korban aparat keamanan dan masyarakat sipil dalam insiden 31 Maret 2026 di Dogiyai. (*)

Tags: aparat keamananKabupaten DogiyaiPenembakan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

ULMWP

ULMWP berharap Matthew Wale dapat membela hak politik orang Papua

May 15, 2026
Elki Wunungga

Polda Papua diminta ambil alih penanganan kasus penembakan di Tolikara

May 14, 2026

Pembubaran film Pesta Babi: Kebebasan berekspresi wajib dilindungi

May 13, 2026

KNPB nyatakan sikap terhadap penembakan pelajar di Mamberamo Tengah

May 13, 2026

Nobar Pesta Babi: Potret kolonialisme yang mengancam dimana saja

May 12, 2026

Bupati Raja Ampat luncurkan program ORISUN

May 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pulau Bonyum

Pulau Bonyum simbol masuknya Katolik di selatan pulau Papua

May 16, 2026
Buku Memoria

Buku Memoria Passionis seri ke-44 diluncurkan

May 16, 2026
PM PNG

PM PNG: Selamat untuk pemimpin baru Kepulauan Solomon, Matthew Wale

May 16, 2026
Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto ucapkan selamat kepada PM Kepulauan Solomon

May 16, 2026
Reno Salampessy

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

May 16, 2026
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

May 16, 2026
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Persipura

Persipura disanksi berlapis: Tanpa penonton hingga denda ratusan juta

May 16, 2026
Operasi Militer

Operasi militer di Puncak: 12 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026
Dogiyai

Solidaritas Rakyat Papua desak Polda Papua Tengah copot Kapolres Dogiyai

May 15, 2026
Reno Salampessy

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

May 16, 2026
Kapal Perang

Kapal Perang Patroli Inggris kembali ke Honiara

May 15, 2026
Nobar

Kapolda Papua Barat: Nobar ‘Pesta Babi’ tak masalah selama lulus sensor

May 16, 2026
Pulau Bonyum

Pulau Bonyum simbol masuknya Katolik di selatan pulau Papua

0
Buku Memoria

Buku Memoria Passionis seri ke-44 diluncurkan

0
PM PNG

PM PNG: Selamat untuk pemimpin baru Kepulauan Solomon, Matthew Wale

0
Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto ucapkan selamat kepada PM Kepulauan Solomon

0
Reno Salampessy

Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

0
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

0
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

0

English Stories

Teluk Bintuni
Pacnews

Government urged to repair severely damaged roads and bridges in Teluk Bintuni

May 16, 2026
Jayapura Regency
Pacnews

Performance of Special Group Faction in Jayapura Regency Legislative Council questioned

May 15, 2026
Papuan Regional Police
Pacnews

Papua Regional Police urged to take over investigation into Tolikara shooting case

May 15, 2026
Pih Feast
Pacnews

Disbandment of Pig Feast (Pesta Babi) Screenings: Freedom of Expression Must Be Protected

May 14, 2026
Meki Nawipa
Pacnews

Meki Nawipa: Papua Needs Honest People, Not Just Smart Ones

May 14, 2026

Trending

  • Film Pesta Babi

    Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persipura disanksi berlapis: Tanpa penonton hingga denda ratusan juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Operasi militer di Puncak: 12 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solidaritas Rakyat Papua desak Polda Papua Tengah copot Kapolres Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemilau Reno Salampessy, lanjutkan kiprah Sang Ayah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara