• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Pagi Ramadan di Kota Jayapura: Dulu sepak bola jalanan, kini balapan motor

February 23, 2026
in Indepth Story
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi Bachyul Jb
ramadan jayapura

Polresta Jayapura Kota melakukan penertiban kendaraan roda dua di Jalan Holtekamp pagi Ramadan. –Dok Sanlantas Polresta Jayapura Kota

0
SHARES
90
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Dulu, pada bulan Ramadan, kawasan Imbi di Jalan Irian, Kota Jayapura bak sebuah gelanggang olahraga. Sehabis salat subuh, jalan raya di pusat Kota Jayapura itu dipenuhi oleh anak-anak muda. Mereka bermain bola kaki menggunakan sandal dan sarung sebagai tiang gawang.

​Kebiasaan itu tak berlangsung lama, hanya terlihat pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Gaya hidup anak-anak muda sekarang berubah, pemandangan pagi bulan Ramadan di Kota Jayapura kini hanya tampak sejumlah kelompok anak muda yang bertaruh nyali dengan tarikan gas motor.

​”Betul itu, dulu bulan puasa tahun-tahun 1990-an sampai awal 2000-an itu kita anak muda dari mana saja berbondong-bondong ke Taman Imbi untuk main bola setelah salat subuh. Itu main di jalan raya,” kata tokoh pemuda muslim di Batu Putih, Arifin, kepada Jubi, Sabtu (21/2/2026).

​Bagi Arifin, suasana pagi bulan Ramadan masa itu penuh dengan interaksi positif. Tidak ada sekat antara mereka yang sungguh-sungguh berolahraga atau mereka yang ingin menikmati udara bersih tanpa polusi.

Letak kawasan Taman Imbi yang strategis menjadi titik temu anak-anak muda lintas kompleks. Anak-anak dari Batu Putih, Polimak, APO, hingga Kloofkamp, melebur jadi satu tanpa perbedaan.

Kini, pemandangan itu lenyap. Arifin melihat hilangnya aktivitas olahraga jalanan di bulan puasa itu sebagai dampak dari perubahan gaya hidup. Pergeseran itu juga dipicu oleh kemudahan memiliki kendaraan bermotor di zaman sekarang.

Jika dulu motor adalah barang mewah yang sulit didapat, kini siapa pun bisa membelinya dengan mudah. Kondisi ini menuntut perhatian ekstra dari orang tua agar anak-anak mereka tidak menyalahgunakan motor tersebut untuk aksi ugal-ugalan atau balapan di jalan raya yang membahayakan nyawa.

BERITATERKAIT

Buku “Metode Pengembangan Teori Antropologi”, upaya mendorong produksi ilmu pengetahuan

Polisi tolak rencana aksi setahun tragedi bom molotov di Kantor Redaksi Jubi

Akademisi Uncen: Penting bagi pemerintah menyelesaikan akar masalah di Tanah Papua

Akademisi: Pemda di Papua wajib selamatkan bahasa daerah

Infografis Pagi Ramadan di Kota Jayapura

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

​”Sekarang sudah berubah sekali. Tapi bukan sekarang saja, sudah dari berapa tahun lalu itu kebanyakan anak-anak muda pasti ribut dengan motor di bulan puasa. Anak-anak sekarang semua sudah punya motor, jadi mungkin itu penyebab tidak ada lagi yang main bola di jalan,” ujar Arifin.

​Mempererat silaturahmi

​Nuansa kebersamaan saat bermain bola kaki di jalan raya pada bulan puasa dulu, juga dirasakan Ari Herbert, seorang pemuda Nasrani yang menjadi pelaku sejarah bermain bola kaki di kawasan Imbi bersama teman-teman muslimnya pada era tersebut.

Menurut Ari, kebiasaan bermain bola sehabis sahur pada tahun 90-an tentu lebih baik ketimbang kebiasaan balapan sehabis sahur di masa kini.

​Ada beberapa manfaat yang Ari lihat ketika bermain sepak bola sehabis sahur, seperti menyehatkan tubuh karena dengan berolahraga secara teratur pada bulan puasa tentu akan memberi pengaruh positif pada tubuh.

Selain itu, kegiatan ini mempererat tali silahturahmi. Pada masa itu, mereka belum tahu atau kenal dengan siapa lawan mereka dalam sepak bola sehabis sahur.

“Mereka datang, cari orang yang belum ada lawan, cari tempat, lalu bermain bola, dan setelah bermain bola pun mereka menjadi tahu atau kenal dengan lawannya. Bermain bola juga menjadi cara terbaik mengisi waktu dengan hal-hal positif yang sangat digemari anak-anak saat itu,” ujar Ari yang kini berprofesi sebagai guru.

​Sebaliknya, ia menilai aktivitas balapan yang dilakukan sekumpulan anak-anak muda sekarang sehabis sahur adalah sesuatu yang sangat negatif. Selain membahayakan dirinya sendiri dan orang lain, hal itu juga mengganggu sesama pengguna jalan dan warga di sekitar area balapan.

​”Menurut saya, peran keluarga dan lingkungan sangat sentral dalam menyadarkan anak-anak tentang kebiasaan mereka yang buruk sehabis sahur. Kebiasaan ini tentu akibat dari perubahan nilai dalam masyarakat,” katanya.

Ari menambahkan, individualisme yang semakin kental dalam kehidupan bermasyarakat mempengaruhi perubahan kebiasaan ini. Anak muda lebih mencari kesenangan pribadi ketimbang kepentingan bersama. Anak muda lebih senang mencari sensasi ketimbang etika, apalagi di bulan Ramadan.

Ramadan Kota Jayapura
Jalan Irian, Imbi, Kota Jayapura, yang pernah jadi tempat bermain bola kaki pada bulan puasa. – Jubi/Sudjarwo Husain

“Ini merupakan gambaran kecil dari perubahan nilai dalam masyarakat kita dewasa ini. Menurut saya, bermain bola sehabis sahur perlu digalakkan lagi agar anak-anak tidak tergoda mengisi waktu puasa dengan hal-hal yang buruk,” ujarnya.

Perubahan zaman dan perilaku

​Antropolog Universitas Cenderawasih, Dr Hanro Yonathan Lekitoo memberikan pendapatnya tentang pergeseran kebiasaan itu. Ia menilai, hal itu dipengaruhi oleh perubahan zaman dan perilaku saat ini.

Menurutnya, pergeseran itu terjadi merupakan dampak langsung dari kemudahan akses teknologi transportasi yang mengubah cara anak muda mencari pengakuan sosial.

​”Setelah tahun 2000-an ke atas, teknologi transportasi motor dan mobil ini semakin mudah diakses untuk dibeli. Anak-anak ini kan tidak mengerti, anak SMP bahkan SD pun sudah pakai motor. Mereka cuma lihat ini sesuatu yang menyenangkan dan bisa dipakai untuk menunjukkan gengsi diri,” kata Hanro.

​Ia menyebutkan, pada era sebelumnya, atau pada 1990-an dan awal 2000-an memiliki kendaraan adalah hal yang sulit, sehingga eksistensi diri anak muda ditunjukkan melalui kelihaian mengolah bola atau keberanian fisik.

​”Persoalan kita hari ini adalah nilai-nilai sosial dan nilai kehidupan masyarakat yang baik itu tidak tersalurkan atau tertransfer hari ini. Apalagi sudah ada teknologi digital. Pertanyaannya, apakah proses pendidikan itu berjalan dalam keluarga atau hanya ada di rumah ibadah?” katanya.

Namun, sekarang panggung tersebut berpindah ke mesin sebagai simbol gengsi. Ia juga menyoroti rapuhnya transfer nilai sosial akibat perubahan zaman yang semakin modern dan hilangnya interaksi nyata dalam keluarga inti (nuclear family).

​”Dalam antropologi, faktor yang paling utama itu ada di nuclear family (keluarga inti). Di ruang publik itu banyak orang pencitraan. Kalau di keluarga inti nilai-nilai itu tidak tertanam, maka di publik pun akan sulit dilaksanakan,” ujarnya.

Jika ditinjau lebih dalam, kebiasaan bermain bola kaki di jalanan pada bulan puasa di masa lalu sebenarnya memiliki risiko yang hampir serupa dengan balapan motor. Keduanya sama-sama menggunakan akses publik yang bukan peruntukannya, sehingga berpotensi mengganggu pengguna jalan lain dan membahayakan keselamatan.

Ramadan jayapura
Personel Polresta Jayapura Kota saat melakukan patroli dan antisipasi balapan liar di Jalan Holtekamp pada bulan Ramadan. –Dok Sanlantas Polresta Jayapura Kota

Kemungkinan besar tradisi sepak bola jalanan pada bulan puasa itu tak lagi tampak karena perkembangan kota saat ini. Sekarang, sudah banyak arena futsal dan mini soccer yang tidak tersedia pada dekade 90-an.

​Respons hukum

​Aktivitas balapan yang dilakukan sejumlah anak muda usai salat subuh pada bulan puasa di Kota Jayapura juga memicu keresahan warga karena polusi suara knalpot yang bising.

Isak, seorang warga yang tinggal tak jauh dari kawasan Kantor Gubernur, mengaku sangat terganggu dengan kebisingan yang muncul setiap pagi dari waktu subuh hingga matahari naik.

​”Itu tidak muncul setiap hari. Anak-anak muda balap-balap dengan motor. Suaranya ribut sekali. Jadi mengganggu orang istirahat juga, karena masih pagi-pagi,” kata Isak.

​Demi ketertiban dan kenyamanan masyarakat, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Jayapura Kota memperketat pengamanan. Patroli rutin kini difokuskan pada titik rawan seperti kawasan Pertigaan Ringroad, Jembatan Merah, Venue Dayung, hingga Jembatan Kali Buaya.

Kanit Regident Satlantas Polresta Jayapura Kota, AKP David A Ohoimuar, menekankan bahwa pengamanan khusus dilakukan seusai salat Subuh.

​“Karena berdasarkan pemantauan di lapangan, waktu tersebut sering dimanfaatkan untuk aksi balap liar. Kehadiran personel di titik-titik rawan bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran serta menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” kata AKP David dikutip dari siaran pers di Tribratanews.

Dalam pelaksanaan patroli tersebut, Satlantas Polresta Jayapura Kota mengerahkan kekuatan personel yang terdiri dari Kanit Regident, Kanit Patwal, Kanit Kamsel, Kaurmintu, serta 23 personel lalu lintas. Personel melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, patroli, serta pemantauan situasi di lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya balap liar.

“Kami akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif melalui patroli rutin, pengamanan di titik-titik rawan, serta edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat,” imbaunya. (*)

Tags: Akademisi Uncenkegiatan RamadanPolresta Jayapura Kota
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Buku "Metode Pengembangan Teori Antropologi"

Buku “Metode Pengembangan Teori Antropologi”, upaya mendorong produksi ilmu pengetahuan

January 12, 2026
bom molotov polresta

Polisi tolak rencana aksi setahun tragedi bom molotov di Kantor Redaksi Jubi

October 16, 2025

Akademisi Uncen: Penting bagi pemerintah menyelesaikan akar masalah di Tanah Papua

July 9, 2025

Akademisi: Pemda di Papua wajib selamatkan bahasa daerah

July 5, 2025

Polresta Jayapura Kota dalami catatan intelijen di lima distrik berpotensi rawan konflik

November 16, 2024

Polresta Jayapura Kota ungkap kasus pemerkosaan anak, kekerasan, dan pencurian emas

August 2, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

Conflict in West Papua leaves civilians bearing the consequences
26 September 2026
Conflict in West Papua leaves civilians bearing the consequences

Jayapura, Jubi – More than 125,000 people have reportedly been displaced by escalating armed conflict in West Papua, although the [...]

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Lembah Rufaer perhatian Gubernur Nawipa

Lembah Rufaer salah satu wilayah yang menjadi perhatian Gubernur Nawipa

September 27, 2026
Pembangunan sekolah asrama di Puncak untuk mendukung SSH

Pembangunan sekolah berpola asrama di Kabupaten Puncak untuk mendukung SSH

September 27, 2026
Kunker ke Puncak resmikan pembangkit listrik

Kunker ke Puncak: Gubernur Nawipa resmikan pembangkit listrik tenaga surya

September 27, 2026
Plt. Rektor Uncen

Mendiktisaintek tunjuk Ferdinand Risamasu sebagai Plt Rektor Uncen

September 26, 2026
Pelanggaran HAM di Papua Barat

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

September 26, 2026
Fiji menolak pasukan asing

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

September 26, 2026
Australia mengabaikan Selat Torres

Australia mengabaikan Selat Torres dalam tawaran Melanesian Spearhead Group

September 26, 2026
Indonesia kontrak pesawat PNG

PT Dirgantara Indonesia kontrak perawatan Pesawat CN-235 PNG

September 26, 2026
Indonesia dan Kepulauan Solomon

Bentuk kerja sama Republik Indonesia dan Kepulauan Solomon

September 26, 2026
Tersangka meninggalnya presenter TVRI

Polisi tetapkan dua tersangka meninggalnya presenter TVRI Papua Barat

September 26, 2026
APBD Papua Selatan

APBD Perubahan Papua Selatan harus perkuat SDM, pangan, dan ekonomi

September 26, 2026
Pelanggaran HAM di Papua Barat

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

September 26, 2026
Nelayan jatuh

Tim SAR Merauke mencari ABK yang jatuh dari kapal

September 26, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Lembah Rufaer perhatian Gubernur Nawipa

Lembah Rufaer salah satu wilayah yang menjadi perhatian Gubernur Nawipa

0
Pembangunan sekolah asrama di Puncak untuk mendukung SSH

Pembangunan sekolah berpola asrama di Kabupaten Puncak untuk mendukung SSH

0
Kunker ke Puncak resmikan pembangkit listrik

Kunker ke Puncak: Gubernur Nawipa resmikan pembangkit listrik tenaga surya

0
Plt. Rektor Uncen

Mendiktisaintek tunjuk Ferdinand Risamasu sebagai Plt Rektor Uncen

0
Pelanggaran HAM di Papua Barat

PM Kepulauan Solomon prihatin terhadap pelanggaran HAM di Papua Barat

0
Fiji menolak pasukan asing

PM Fiji menolak kemungkinan kehadiran permanen pasukan asing

0
Australia mengabaikan Selat Torres

Australia mengabaikan Selat Torres dalam tawaran Melanesian Spearhead Group

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara