Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua menyampaikan pencapai selama satu tahun kepemimpinan Bupati, Yunus Wonda dan Wakil Bupati, Haris Richard Yocku.
Pelaksana tugas Sekretaris Daerah atau Plt Sekda Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi menguraikan sejumlah capaian satu tahun kepemimpinan Yunus Wonda dan Haris Richard Yocku, dalam konferensi pers di Kota Sentani, Distrik Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Jumat (13/3/2026).
Konferensi pers ini digelar berkaitan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Jayapura ke-57, dan satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati pada 17 Maret 2026 medatang.
Yambe Yabdi mengatakan, dalam aspek pendidikan, Pemkab Jayapura pada masa kepemimpinan Wonda-Yocku telah melaksanakan program beasiswa, bekerja sama dengan pihak universitas.
Penerima manfaat yang ditargetkan dari program ini lebih fokus terhadap mahasiswa kedokteran dan ilmu pasti, dengan tujuan dapat membantu dan mendukung pemerintah dalam pembangunan ke depan.
Dari aspek kesehatan, Pemkab Jayapura telah membangun delapan puskesmas pembantu (pustus) yang telah diresmikan. Pemerintah daerah juga berkolaborasi dengan balai jalan, membangun jalan distrik hingga ke Puay.
Ada pula pembangunan jalan dari Demta ke Muaif, wilayah yang memiliki potensi wisata 1.000 cemara dan diharapkan menjadi salah satu lokomotif pembangunan ekonomi nasional.
“[Pelaksanaan pembangunan] itu sudah jalan, [jalan] sudah dicor dengan konstruksi pembersihan menerus, tinggal pengaspalan,” kata Yusuf Yambe Yabdi selaku ketua panitia peringatan satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil Jayapura dan HUT Kabupaten Jayapura ke-57 tahun.
Pemkab Jayapura juga memiliki sejumlah program strategis yang akan diluncurkan pada acara peringatan satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati. Salah satu yang dianggap paling monumental adalah pemberian insentif bagi ondoafi dan kepala suku.
“Kenapa kita harus lakukan pemberian [honor] ondoafi dan kepala suku? Karena kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sendiri itu harus terwadahi pada lahan-lahan yang kepemilikannya hak ulayatnya adalah masyarakat adat. Tanah ulayat masyarakat adat ini, prinsipnya adalah tanah dan sumber daya alam yang dikuasai secara komunal. Kemudian diatur dalam hukum adat masing-masing hak wilayah,” ucapnya.
Yusuf Yambe Yabdi berharap dengan adanya konsolidasi penyusunan perencanaan dan pembangunan, ke depan Jayapura menjadi salah satu kabupaten yang akomodatif terhadap semua kebijakan nasional maupun daerah, dengan mempertimbangkan hak ulayat yang diatur dalam hukum adat masing-masing.
Katanya, dalam pemanfaatan hak ulayat ada prinsip-prinsip yang diatur secara hukum adat, misalnya untuk fungsi sosial dan pengembangan.
“Oleh sebab itu, kita perlu mengkonsolidasi seluruh undang-undang dan kepala suku untuk kita bicara ke depan kita mau bawa Kabupaten Jayapura ini seperti apa melalui momentum ini,” ujarnya.
Selain itu kata Yambe Yabdi, Pemkab Jayapura juga akan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan para pihak terkait, mengenai pengadaan peti jenazah untuk meringankan beban masyarakat asli Papua ketika berduka.
Ada juga PKS dengan Rindam XVII/Cenderawasih untuk meningkatkan keterampilan, PKS dengan toko bangunan guna membantu bahan bangunan terutama bagi pembangunan rumah ibadah.
“Kemudian, peluncuran penanaman hutan kembali oleh Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengenang peristiwa banjir bandang beberapa tahun lalu, dan pembangunan rumah Dewan Adat Suku (DAS) dan penjualan souvenir persidafon,” kata Yambe Yabdi.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri selaku koordinator acara mengatakan perayaan HUT Kabupaten Jayapura ke-57, serta satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil akan diisi pasar murah, expo kesehatan, pameran pembangunan dan UMKM.
Berbagai agenda itu digelar di lapangan apel Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah, Distrik Sentani pada 16 Maret 2026 hingga 17 Maret 2026.
“Khusus untuk pameran pembangunan akan disiapkan oleh masing-masing OPD. [Setiap OPD] akan menginformasikan kegiatan, capaian-capaian program dan kegiatan dari semua bidang, semua aspek baik pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan dan kebijakan-kebijakan otonomi khusus, program strategi nasional dan kebijakan Pemda Kabupaten Jayapura dalam visi misi kasih mempersatukan perbedaan,” kata Abdul Rahman Basri.
Menurutnya saat puncak acara pada 17 Maret 2026, akan dilangsungkan buka puasa bersama pemerintah dengan masyarakat, dan seluruh komponen di lapangan apel Kantor Bupati Jayapura.
“Sebelumnya, telah dilaksanakan sejumlah rangkaian acara seperti mini soccer antara OPD [di] lingkup pmPemkab Jayapura, final tunggal [jalan] 10 kilometer, dan defile drumband oleh IPDN kampus Papua,” ucapnya. (*)



























Discussion about this post