• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

YKKMP Pasang Baliho Larangan Perang di Area Sipil Pasca Operasi Militer di Melagi

October 27, 2025
in Rilis Pers
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
YKKMP
0
SHARES
765
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Wamena, Jubi – Pasca operasi militer yang terjadi pada 5 Oktober 2025 di Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama tim kemanusiaan memasang sejumlah baliho berisi pesan larangan perang di area sipil di lima distrik terdampak konflik bersenjata.

Pemasangan baliho dilakukan pada 25 Oktober 2025 di Distrik Melagi, Melagineri, Wano Barat, Kwiyawage, dan Goa Balim, sebagai bentuk seruan agar aparat TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menghormati prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem, mengatakan langkah ini merupakan inisiatif kemanusiaan untuk melindungi masyarakat sipil dari dampak konflik bersenjata yang berlangsung di wilayah tersebut.

WhatsApp Image 2025 10 27 at 11.43.41

“Kami tidak menghalangi tugas aparat maupun perjuangan pihak lain, tapi ingin memastikan bahwa masyarakat sipil tidak menjadi korban. Baliho ini adalah tanda bahwa daerah sipil bukan zona perang,” kata Hesegem melalui pernyataan persnya yang dikirim ke Jubi, Senin(27/10/2025).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

2.300 Warga Mengungsi Tanpa Akses

Sejak penyerangan udara yang dilakukan aparat TNI terhadap kelompok TPNPB pimpinan Puron Wenda di Kampung Wunabugu, Distrik Melagi, sebanyak 2.300 warga mengungsi ke Kampung Yigemili. Hingga 27 Oktober 2025, para pengungsi telah bertahan lebih dari tiga minggu tanpa akses memadai terhadap kebutuhan dasar.

BERITATERKAIT

Perempuan Papua di antara kekerasan struktural dan konflik bersenjata

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

YKKMP salurkan bantuan alat tulis bagi anak pengungsi di Jayawijaya

Sebagian besar warga Gearek masih mengungsi setelah operasi militer

Seorang pendeta yang meminta identitasnya dirahasiakan menceritakan bahwa penyerangan terjadi saat warga bersiap mengikuti ibadah perjamuan kudus.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Tiba-tiba dua helikopter datang dan menyerang dari udara. Jemaat bubar, ada yang lari ke Wamena, ada yang bertahan di pengungsian. Kami tidak bisa ibadah karena semua panik dan ketakutan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Dua warga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut. Wiringga Walia (22) meninggal dunia, sementara Yoban Wenda (60) dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Isi Baliho: Seruan Hentikan Serangan di Wilayah Sipil

Baliho yang dipasang berisi dua bagian pesan: prinsip dasar hukum humaniter internasional dan pernyataan sikap masyarakat dari lima distrik terdampak.

Isi hukum humaniter internasional yang dicantumkan antara lain:

  1. Hak atas kehidupan;
  2. Larangan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi;
  3. Perlindungan terhadap serangan;
  4. Hak atas kebutuhan dasar;
  5. Perlindungan terhadap pengungsi dan kelompok rentan;
  6. Hak atas kebebasan dan keamanan pribadi; serta
  7. Perlindungan hukum bagi masyarakat sipil.

Selain itu, masyarakat lima distrik menyerukan agar:

  • TNI dan TPNPB tidak berperang di area sipil,
  • Aparat tidak melakukan penangkapan sewenang-wenang,
  • Kedua pihak bertindak profesional dan terukur,
  • Aktivitas sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan ibadah tidak diganggu,
  • Dan agar Presiden Prabowo Subianto menarik pasukan non-organik dari wilayah tersebut.

Dukungan Gereja dan Respons Aparat

Pemasangan baliho ini juga didukung oleh Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua (PGBWP) dan Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGBP).
Theo Hesegem mengatakan dukungan gereja penting karena sebagian besar pengungsi adalah jemaat mereka.

Dalam kegiatan itu, Tim Kemanusiaan Lanny Jaya yang dipimpin Hesegem juga menemui komandan Satgas Raider 408/Suhbrastha di Pos Militer Melagi untuk menyerahkan surat pemberitahuan resmi.

“Kami menyampaikan agar selama pemantauan dan pemasangan baliho, tidak ada penembakan di lokasi. Kami juga minta aparat yang hendak beribadah tidak membawa senjata ke dalam gereja agar masyarakat tidak trauma,” ujar Hesegem.

Masyarakat Merasa Tenang

Warga yang berada di pengungsian menyambut baik langkah kemanusiaan tersebut.
Salah satu pengungsi di Melagi mengaku kehadiran tim kemanusiaan membawa rasa tenang di tengah ketakutan yang mereka alami.

“Sebelumnya kami tidak tenang dan takut, tapi setelah ada bapak Theo dan tim pasang baliho, kami mulai berani kembali beraktivitas di kampung,” ujarnya.

Hesegem menegaskan bahwa tujuan utama pemasangan baliho adalah memastikan masyarakat sipil dapat kembali hidup dengan aman, bebas beribadah, belajar, dan bekerja tanpa ancaman dari kedua pihak yang bertikai.

“Kami melihat dari sisi kemanusiaan. Baik TNI maupun TPNPB sama-sama manusia yang punya hak hidup. Karena itu, perang harus dijauhkan dari wilayah sipil,” tegasnya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: balihokonflik bersenjataLarangan PerangOperasi MiliterPasca operasi militerYayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia PapuaYKKMP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
BMKG

Waspada cuaca ekstrem di Tanah Papua sepekan ke depan, ini penjelasan BMKG

April 2, 2026

Koalisi desak hentikan operasi ‘balas dendam’ di Dogiyai

April 1, 2026

Aktivis KNPB Nabire diadang polisi usai galang dana

March 28, 2026

IMAPA desak BPK RI audit MRP se-Tanah Papua

March 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara