• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Komnas HAM Papua: Tanah Papua bukan DOM, tapi terus dapat kiriman pasukan

September 30, 2025
in Polhukam
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aryo Wisanggeni G
Tanah Papua

Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey – Jubi/Adlu Raharusun

0
SHARES
259
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Kepala Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey menyatakan pengiriman pasukan TNI/Polri dari luar ke Tanah Papua tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan. Ramandey menyatakan Tanah Papua bukanlah wilayah yang berstatus Daerah Operasi Militer atau DOM, namun terus mendapat kiriman pasukan TNI/Polri dari luar Tanah Papua, dan tanpa evaluasi.

Hal itu disampaikan Frits Ramandey di Nabire pada Senin (29/9/2025). Ramandey menjelaskan Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI maupun UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri telah mengatur pengerahan pasukan berdasarkan permintaan dan persetujuan. Akan tetapi, Ramandey menilai pengerahan pasukan ke Tanah Papua tidak pernah jelas, baik dari sisi status operasi pasukan, siapa yang meminta, maupun siapa yang menyetujui pengerahan pasukan ke Tanah Papua.

Ramandey mempertanyakan apakah pernah para kepala daerah di Tanah Papua meminta pengerahan pasukan TNI/Polri dari luar Tanah Papua. “Apakah permintaan mereka itu serta merta disetuju? Tidak bisa, harus ada persetujuan seperti DPR di semua level. Kalau kabupaten ya DPR kabupaten. Kalau pengarahan pasukan di level nasional harus ada persetujuan DPR RI. Kalau pengerahan pasukan tanpa persetujuan [DPR RI], itu menunjukkan bahwa seakan Papua itu daerah konflik,” katanya.

Ramandey menyatakan beberapa bagian wilayah Tanah Papua pernah ditetapkan sebagai Daerah Operasi Militer atau DOM. Saat ini tidak ada wilayah di Tanah Papua yang secara resmi berstatus DOM. Akan tetapi, pengiriman pasukan TNI/Polri dari luar ke Tanah Papua terus terjadi.

“[Setelah] pengerahan pasukan, sekarang rasa aman masyarakat itu menjadi terganggu, [itu] karena ada trauma. [Yang] menjadi persoalan, koordinasi yang kacau. Tidak ada koordinasi [dengan] otoritas sipil, dan itu mengakibatkan koordinasi yang kacau,” ujar Ramandey.

Terpisah-pisah

Menurut Frits Ramandey, pengerahan pasukan non organik yang dikirimkan dari luar Tanah Papua juga sering menimbulkan ketegangan dengan pemerintah daerah. Di satu sisi, pasukan TNI/Polri yang dikirimkan dari luar Tanah Papua merasa tidak didukung oleh pemerintah daerah tempat mereka ditempatkan. Di sini lain, pemerintah daerah juga merasa terganggu karena banyak fasilitas pemerintah daerah yang digunakan pasukan non organik. Situasi itu menambah buruk koordinasi antara pasukan non organik dengan pemerintah daerah di Tanah Papua.

BERITATERKAIT

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

Koalisi: Warga sipil mesti dilindungi dalam konflik bersenjata di Puncak

Perempuan Papua di antara kekerasan struktural dan konflik bersenjata

Pemerintah tidak serius urus pengungsi konflik bersenjata Papua

Ramandey menyatakan Operasi Damai Cartenz adalah model operasi yang baik dan terukur, karena berfokus kepada upaya penegakan hukum. “Sebenarnya saya ingin memberi dukungan terhadap Operasi Damai Cartenz. Itu adalah satu pola operasi yang sebenarnya strategis, karena di situ ada TNI dan Polri. Karena daerah kita ini bukan DOM, maka  operasi keamanan dikendalikan oleh satuan Polri. Operasi Damai Cartenz sekarang sudah tidak lagi melakukan pengejaran, tapi dia menunggu,” ujar Ramandey.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Akan tetapi, dalam perkembangannya, satuan-satuan TNI tidak lagi menjadi bagian dari Operasi Damai Cartenz. Satuan TNI dari luar Tanah Papua kemudian membentuk satuan tugas sendiri, dan menjalankan operasi yang aktif melakukan pengejaran, sehingga menimbulkan kesan ada operasi militer yang aktif berjalan.

Problem koordinasi di antara pasukan organik dan pasukan non organik di Tanah Papua juga terjadi karena rumitnya organisasi TNI. Ramandey mencontohkan keberadaan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang bermarkas di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan dipimpin oleh Letnan Jenderal atau perwira tinggi bintang tiga. Sementara di Tanah Papua ada beberapa satuan teritorial TNI AD yang dipimpin oleh Mayor Jenderal, atau perwira tinggi bintang dua.

“Itu problem di Papua saat ini. Kogabwilhan harus dievaluasi keberadaannya. Pengerahan pasukan militer [dari luar Tanah Papua] juga harus dievaluasi. Karena, Papua punya sejarah sudah sekian [lama militer] mengerahkan pasukan untuk menghantam kelompok OPM, [nyatanya konflik bersenjata] tidak bisa selesai. Karena itu operasinya harus diubah dengan operasi kemanusiaan,” ujar Ramandey.

Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah, John NR Gobai menyatakan penyelesaikan konflik bersenjata di Tanah Papua akan menentukan keberhasilan pembangunan. Menurut Gobai, meskipun pemerintah menghabiskan banyak uang untuk membuat proyek dan program yang bagus di Tanah Papua, manfaatnya tidak akan maksimal jika konflik bersenjata terus berlanjut. Pada akhirnya, konflik bersenjata yang berkepanjangan akan menghambat pembangunan.

“Kita kan sudah dengar masyarakat mengungsi, guru tidak ada di sekolah, pelayanan kesehatan tidak jalan. Terus kita mau membangun untuk siapa? Kalau cita-cita negara hadir itu melalui kegiatan-kegiatan pemerintahan, tapi dalam konflik?” ujar Gobai mempertanyakan.

Gobai berharap bahwa pemerintah pusat dapat mengevaluasi penempatan pasukan non organik di wilayah Provinsi Papua Tengah, baik di Kabupaten Puncak Jaya, Puncak,  Intan Jaya dan Paniai. Menurut Gobai, kelompok bersenjata seperti Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) seharusnya tidak diburu, namun dirangkul agar mereka mau menyokong pembangunan. Gobai menyatakan dalam praktiknya pola merangkul itu sebenarnya sudah dijalankan aparat keamanan.

“Jadi kita tidak usah saling munafik lah, hal biasa kok. Jadi tidak usah diburu, tapi dirangkul, kita sama-sama bangun. Mereka juga anak-anak negeri, hanya memang mereka punya pilihan yang berbeda. Beda pendapat bukan berarti dia akan bertahan terus, pasti dia berubah kalau kita merangkul dengan baik,” kata Gobai. (*)

Tags: konflik bersenjataKonflik Bersenjata di Tanah PapuaPengiriman Pasukan ke Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap penindasan dan PSN

May 29, 2026

Aliansi SETARA tolak eksploitasi dan militerisasi di Tanah Papua

May 29, 2026

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

May 30, 2026
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

May 30, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

May 30, 2026
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

May 30, 2026
KONI

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
MBG

Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

May 29, 2026
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

May 30, 2026
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

May 30, 2026
KONI

KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

May 29, 2026
Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

May 29, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Peserta lomba single Male saat melakukan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (30/5/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

Corelab Jayapura promosikan gaya hidup sehat lewat hybrid race

0
KNPB

KNPB: Situasi kemanusiaan di Tanah Papua makin memburuk

0
Film Pesta Babi

Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

0
Nobar Film Pesta Babi

Mahasiswa Indonesia di London nobar film Pesta Babi

0
Provinsi Papua Tengah

Kepala Disdikbud Papua Tengah bagikan strategi efektif atasi anak tidak sekolah

0
Persipura

Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

0
Kaledonia Baru

Dewan Konstitusi Prancis menyetujui perubahan daftar pemilih Kaledonia Baru

0

English Stories

KONI
Pacnews

Papua Branch of Indonesian National Sports Committee (KONI) Opens Registration for Chairperson Election

May 30, 2026
Dedi Mulyadi
Pacnews

Dedi Mulyadi: Papua Development Must Be Rooted in Culture and Local Wisdom

May 30, 2026
SETARA Alliance
Pacnews

Papuan Women Call for Resistance Against Oppression and National Strategic Projects (PSN)

May 30, 2026
Kamuyend Indigenous
Pacnews

President Urged to Order Military Non-Involvement in Indigenous Land Conflict in Merauke

May 30, 2026
Meki Nawipa and Deputy Governor Deinas Geley hand over assistance for church construction projects in Puncak Regency on Monday (25/05/2026). — Central Papua Provincial Government Public Relations.
Pacnews

Meki Nawipa Hands Over Rp2 Billion in Church Construction Assistance in Puncak Regency

May 29, 2026

Trending

  • MBG

    Pengelola dapur MBG dilaporkan ke Polda Papua Barat terkait dugaan pencemaran lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim kolaborasi film Pesta Babi: Publik jangan hakimi Mama Yasinta Moiwend

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komding PSSI ringankan hukuman Persipura satu putaran tanpa penonton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Papua buka pendaftaran ketua umum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara