• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Perempuan Papua di antara kekerasan struktural dan konflik bersenjata

March 10, 2026
in Perempuan dan Anak, Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Perempuan Papua

Diskusi dan Nobar dalam rangka peringatan Hari International Women's Day 8 Maret 2026, di Kota Jayapura, Papua Senin (09/03/2026).-Jubi/Aida Ulim

0
SHARES
101
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kehidupan perempuan Papua berada dalam dua realitas yang berbeda. Ada yang hidup di wilayah relatif aman, ada pula perempuan Papua hidup di wilayah konflik bersenjata. Meski begitu, keduanya tetap menghadapi berbagai bentuk kekerasan, yang bersifat langsung maupun struktural.

Julia Opki dari Lingkar Studi Revolusioner atau LUSIVER Papua mengatakan, perempuan di Papua masih mengalami tekanan dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari konflik bersenjata, persoalan ekonomi, hingga terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial.

Ia mengatakan, di wilayah yang relatif aman seperti Jayapura, Provinsi Papua, persoalan yang dihadapi perempuan banyak berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus perceraian, dengan gugatan cerai diajukan perempuan. Salah satu faktor utama yang memicu perceraian adalah persoalan ekonomi dalam keluarga.

Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga juga masih tergolong tinggi. Masih banyak kasus kematian ibu dan anak, serta terbatasnya akses layanan kesehatan bagi perempuan.

Dalam beberapa kasus, ibu hamil dilaporkan tidak mendapatkan pelayanan medis yang memadai karena kendala administrasi atau biaya.

Hal itu disampaikan Julia Opki ketika menjadi narasumber dalam diskusi dan nonton bareng (nobar) yang digelar Aliansi Gerakan untuk Pembebasan Perempuan, dalam rangka peringatan hari International Women,s Day pada 8 Maret 2026, di Kota Jayapura, Papua, Senin (9/3/2026).

“Persoalan ekonomi itu, kita lihat dari kondisi mama-mama Papua yang berjualan di pasar atau di pinggir jalan tanpa fasilitas memadai. Banyak dari mereka harus berjualan di bawah panas matahari atau hujan tanpa tempat yang layak,” kata Julia Opki.

BERITATERKAIT

Perempuan Papua serahkan aspirasi ke MRP

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

Katanya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap penghasilan mama-mama, jika dibandingkan dengan pedagang lain yang memiliki fasilitas lebih baik. Namun situasi perempuan di wilayah konflik pun jauh lebih berat.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Di sejumlah daerah seperti Kabupaten Pegunungan Bintang dan Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Puncak, Intan Jaya di Papua Tengah dan Maybrat, Papua Barat Daya, konflik bersenjata yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir berdampak besar terhadap kehidupan perempuan dan anak-anak di wilayah itu.

“Dalam situasi itu perempuan hamil, perempuan lanjut usia, hingga anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Perempuan hingga kini belum mendapat kebebasan yang sesungguhnya,” ucapnya.

Menurut Julia Opki, dampak konflik juga dirasakan anak-anak. Mereka terpaksa putus sekolah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan trauma panjang bagi generasi muda yang tumbuh di tengah situasi kekerasan.

Selain itu, persoalan perempuan Papua tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial, ekonomi, dan politik yang lebih luas. Tingginya biaya hidup di Papua, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta tekanan ekonomi dalam keluarga turut memicu berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan.

Sistem ekonomi global juga dipandang hanya memanfaatkan perempuan, misalnya melalui industri kecantikan dan budaya konsumsi yang berkembang melalui media sosial.

Hal tersebut dianggap memperlihatkan bagaimana perempuan sering dijadikan objek dalam sistem kapitalisme untuk menghasilkan keuntungan ekonomi.

Akan tetapi, perjuangan perempuan masih relevan hingga kini, termasuk dalam memperjuangkan keadilan, perlindungan, dan ruang hidup yang aman bagi perempuan Papua.

“Saya tekankan bahwa untuk kita, pentingnya membangun kesadaran, solidaritas, serta pengorganisasian untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di berbagai sektor kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Emanuel Gobay dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI mengatakan, perempuan Papua menjadi kelompok sangat terdampak dalam situasi konflik dan proyek pembangunan yang dibarengi dengan pendekatan militer.

“Kondisi perempuan sangat memprihatinkan karena mereka harus menghadapi tekanan berlapis, memikirkan keselamatan anak-anak, suami, serta kebutuhan keluarga di tengah situasi pengungsian dan kekurangan makanan,” kata Emanuel Gobay.

Katanya, dalam situasi tersebut perempuan sering terpaksa keluar dari tempat pengungsian untuk mencari makanan di kebun. Namun perjalanan menuju kebun tidak aman, karena harus melewati pos pemeriksaan militer.

“Sehingga adanya kasus kekerasan berat terhadap perempuan, seperti penangkapan orang tak dikenal, Penyiksaan, pemerkosaan, hingga pembunuhan dengan mutilasi. Kondisi ini menggambarkan tingkat kekerasan yang sangat ekstrem yang dialami perempuan di wilayah konflik,” ujarnya.

Menurut Gobay, ada beberapa laporan yang mendokumentasikan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua. Padahal perlindungan terhadap perempuan sudah diatur dalam Peraturan Daerah Khusus tentang perlindungan perempuan dari kekerasan, namun sejak konflik meningkat pada 2018 hingga sekarang, aturan tersebut tidak berjalan efektif.

“Situasi ini menunjukkan bahwa perempuan Papua berada dalam posisi sangat rentan akibat konflik bersenjata, pengungsian, serta proyek pembangunan yang memicu perampasan ruang hidup masyarakat adat,” ucapnya.

Karena itu lanjut Gobay, penting untuk lebih banyak mengangkat dan memperjuangkan isu kekerasan terhadap perempuan di wilayah-wilayah yang terdampak proyek dan operasi militer di Papua.

Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari International Women’s Day atau IWD 2026, Aliansi Gerakan Untuk Pembebasan Perempuan menyampaikan pernyataan sikap kepada Presiden Prabowo untuk menarik seluruh pasukan, baik organik maupun non-organik, dari seluruh Tanah Papua.

Meminta Kementerian HAM Republik Indonesia segera menangani seluruh korban pengungsi yang berada di Kabupaten Maybrat, Intan Jaya, Puncak, Pegunungan Bintang, dan Nduga.

Menuntut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia segera turun langsung ke seluruh wilayah konflik bersenjata di Tanah Papua, untuk menangani nasib perempuan dan anak yang menjadi korban konflik.

Mendesak Kementerian HAM Republik Indonesia untuk memberikan penanganan khusus bagi perempuan dan anak yang berada di wilayah konflik bersenjata.

Menuntut Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN untuk segera menerima gugatan dan mencabut Surat Keputusan atau SK Bupati Merauke terkait kelayakan lingkungan bagi pembangunan jalan dalam proyek Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke.

Menuntut penghentian PSN di Merauke, Boven Digoel, Sarmi, Keerom, dan Sorong, serta di seluruh Tanah Papua. Menuntut penghentian konflik bersenjata serta memberikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua. (*)

Tags: kekerasan strukturalkonflik bersenjataperempuan papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

April 30, 2026

Aspirasi “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” diserahkan mahasiswa ke DPR Papua

April 27, 2026

Kadepa: Di Tanah Papua bukan hanya emas, ada manusia yang mesti dijaga

April 27, 2026

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

April 24, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele saat mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H menutup Musrenbang Otsus dan Musrenbang RKPD di Kantor Gubernur Papua Tengah, di Nabire, Kamis (30/04/2026) - Dok.untuk Jubi

Pembangunan di Papua Tengah mesti bermanfaat terhadap OAP

April 30, 2026
Musrenbang

Hasil musrenbang Provinsi Papua Tengah mesti menjadi kerja nyata

April 30, 2026
perempuan papua

Perempuan Papua serahkan aspirasi ke MRP

April 30, 2026
Pentas Seni dan Budaya

Pentas seni dan budaya Papua 2026: Peringatan integrasi Papua ke dalam NKRI

April 30, 2026
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perketat pengendalian inflasi

April 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

April 30, 2026
Tanah Papua

Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

April 29, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Papua Tengah

Pemprov ajak generasi muda Papua Tengah perkuat nasionalisme

April 29, 2026
Gubernur

Gubernur Fakhiri salurkan bantuan banjir ke Pemerintah Kabupaten Jayapura

April 29, 2026
Kapolda

Kapolda Papua Barat apresiasi juara Run 10K, resmikan pondok teratai

April 28, 2026
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele saat mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H menutup Musrenbang Otsus dan Musrenbang RKPD di Kantor Gubernur Papua Tengah, di Nabire, Kamis (30/04/2026) - Dok.untuk Jubi

Pembangunan di Papua Tengah mesti bermanfaat terhadap OAP

0
Musrenbang

Hasil musrenbang Provinsi Papua Tengah mesti menjadi kerja nyata

0
perempuan papua

Perempuan Papua serahkan aspirasi ke MRP

0
Pentas Seni dan Budaya

Pentas seni dan budaya Papua 2026: Peringatan integrasi Papua ke dalam NKRI

0
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perketat pengendalian inflasi

0
Perempuan Papua

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

0
Perempuan Papua

Perempuan Papua “Lawan PSN dan Militerisme”

0

English Stories

An illustration of students staging a demonstration titled “Papua in Military and Humanitarian Emergency” in Jayapura, Monday (April 26, 2026). — Courtesy of Jubi
Pacnews

Papua Rights Groups declare ‘Human Rights Emergency,’ urge end to Military Operations

April 29, 2026
Alantino Wiya, Assistant I for Government and Social Affairs at the Central Papua provincial secretariat, speaks while representing Governor Meki Nawipa at the opening of a national insight seminar in Nabire, Wednesday (April 29, 2026). — Courtesy of Central Papua Provincial Government Public Relations
Pacnews

Central Papua Government urges youth to strengthen nationalism

April 29, 2026
Indonesia’s Vice Health Minister Benjamin Paulus Octavianus poses for a photo with Papua Governor Matius D. Fakhiri in Jayapura, Tuesday (April 28, 2026). — Jubi/Alexander Loen
Pacnews

Papua accounts for over 90% of Indonesia’s malaria cases, Vice Health Minister calls for integrated response

April 29, 2026
Coalition of students and local youth organizations under the Cipayung Indigenous Papua Highlands alliance staged a protest in Wamena on Monday (April 27) - Supplied
Pacnews

Students in Wamena demand withdrawal of Non-Organic Military Forces from Papua Highlands

April 29, 2026
Arnold C Ap (1945-1984) creator and leader of Mambesak Group – Supplied
Pacnews

42 Years After His Death, Arnold Clemens Ap’s Legacy Endures in West Papua

April 28, 2026

Trending

  • Tanah Papua

    Tanah Papua darurat HAM setelah Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov ajak generasi muda Papua Tengah perkuat nasionalisme

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Fakhiri salurkan bantuan banjir ke Pemerintah Kabupaten Jayapura

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara