• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

15 orang tewas dalam operasi Satgas, Tim Mediasi : Tidak semua TPNPB OPM

October 17, 2025
in Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Angela Flassy
Mulia

Ilustrasi penembakan. – Jubi/Pixabay.com

0
SHARES
283
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam operasi Satuan Tugas atau Satgas Rajawali I, II Habema dan Satgas 712/WT di Kampung Janamba, dan Soanggama Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (15/10/2025).

Ketua Tim Mediasi Konflik Intan Jaya, Yoakim Mujizau menjelaskan bahwa timnya telah turun ke Kampung Soanggama dan mengidentifikasi korban serta mengumpulkan informasi dari masyarakat yang menjadi saksi mata persitiwa tersebut. Tim juga mendapat informasi dari anggota TNI yang ada bertugas di sana.

“Korban 15 orang ini tidak semua anggota [Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat] atau TPNPB OPM. Tetapi ada juga masyarakat sipil, seorang mono [bisu tuli] dan satu orang Ibu rumah tangga ,” kata Yoakim melalui rilis pers yang diterima Jubi di Nabire, Papua Tengah, Jumat (17/10/2025).

Yoakim memastikan sembilan orang adalah warga, “Untuk korban meninggal dunia atas nama Agus Kogoya itu masyarakat sipil, sedangkan Agus Kogoya yang anggota OPM dia masih hidup,” katanya.

Tim mendapati informasi di lapangan bahwa di Kampung Soanggama ada dua orang yang bernama Agus Kogoya.

“Jadi setelah Aparat liat KTP nama Agus Kogoya, langsung ditembak. Padahal dia bukan OPM. Namanya saja yang sama,” ujarnya.

Sedangkan korban yang diidentifikasi sebagai Pisen Kogoya atau Sepi Lawiya, juga dinyatakan keliru. “Tapi yang benar adalah Sepi Kobogau, dia juga masyarakat sipil,” ungkapnya.

BERITATERKAIT

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

Korban lain yang diidentifikasi sebagai Agopani Kobogau adalah seorang seorang disabilitas tuli. Warga umumnya mengenal Agopani sebagai orang mono [bisu,tulis] yang sering keliling dari kampung-kampung di Intan Jaya. “Ia juga menjadi korban. Asal Agopani sebenarnya dari Kampung Gepelo Disrik Wandai,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Yoakim Mujizau menjelaskan, korban lain yang seorang ibu rumah tangga meninggal karena saat penyerangan korban lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. Tetapi karena korban berasal dari kampung lain dan tidak mengenal daerah dengan baik, korban terjatuh di jembatan, terbawa arus sehingga meninggal dunia. “Korban telah dievakuasi masyarakat dan dimakamkan,” katanya.

Informasi terakhir semua korban sudah dimakamkan oleh Satgas di tempat yang berbeda, dua korban dikubur di dusun Soanggama depan Gereja Protestan. Enam orang di kuburkan di Dusun Dusandigi, Kampung Soanggama, satu orang ibu dimakamkan di dusun Jembatan di Kali Wuisiga.

Sementara enam orang korban lainnya, masih belum ditemukan jasadnya.

“Pihak keamanan pun masih belum mau kasih informasi, korban tembak di mana? dan kubur di mana? Sehingga kami masih dalami soal keberadaan jenazah-jenazah itu dan belum kami identifikasi,” ujarnya.

Yoakim menyatakan bahwa Tim mediasi Konflik menyampaikan kepada Aparat keamanan yang bertugas di wilayah Intan Jaya agar menggunakan pendekatan Humanis dan Preventif, dan tidak harus mengedepankan tindakan represif untuk mengurangi korban dari masyarakat sipil akibat penegakkan hukum yang tidak terukur. Hal itu juga membuat masyarakat tidak bisa bebas beraktivitas, tidak bisa berkebun, tidak bisa buat apa-apa karena masyarakat selalu di hantui oleh ketakutan, kecemasan dan trauma berlebihan.

“Masyarakat Intan Jaya umumnya masyarakat gunung mempunya ciri, gaya penampilan, berbusana, berhias itu hampir sama. Juga muka saja sama. Apalagi kesamaan nama itu banyak sekali. Satu kampung nama Agus bisa lebih dari satu bahkan lebih. Sehingga saat penindakan dan penegakkan oleh aparat harus mengedepankan pendekatan Preventif agar menghindar adanya korban lain yang tidak bersalah,” katanya.

Ketua Tim Mediasi Konflik mengimbau agar dalam penegakan hukum, aparat keamanan tidak menjarah barang milik masyarakat, seperti chainsaw (gergaji rantai), parang, kapak, panah dan busur serta harta lainnya. “Parang, kampak, chainsaw dan busur anak panah itu adalah alat pencari nafkah, bukan alat pembunuh. Tanpa alat-alat ini masyarakat Papua tidak akan hidup karena tidak bisa berkebun. Atasan harus memberikan pemahaman kepada anggota yang diterjunkan ke lapangan!” katanya.

Dari data yang dikumpulkan Tim Mediasi Konflik , pada periode Februari – Oktober 2025 sebanyak 51 orang yang meninggal dunia, yang terdiri dari Masyarakat sipil, TNI/Polri dan TPN/OPM.

Belum termasuk mereka yang luka-luka, dan mengungsi keluar dari kampung halamannya.  Atas nama kemanusiaan, tim meminta kepada negara untuk melakukan dan TPN/OPM di wilayah Intan Jaya untuk jeda kemanusiaan.

“Kami mohon kedua belah pihak masing-masing menahan diri agar tercipta suasana masyarakat yang aman, damai tanpa takut dan trauma yang berlebihan di rumah dan kampung halaman mereka sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom mengatakan pihaknya menerima laporan dari lapangan bahwa operasi tempur di Intan Jaya telah mengepung rumah warga dan menembak mati 12 warga sipil, tiga diantaranya anggota TPNPB, dan satu ibu rumah tangga.

“Seluruh korban yang telah ditembak mati, militer indonesia langsung menghilangkan jejak yang diduga telah dikubur secara terpisah-pisah. Seluruh barang-barang milik warga seperti kapak, pisau, parang, busur dan panah serta alat-alat kerohaniawan telah disita dan ada yang dibakar oleh aparat militer Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Jubi pada Kamis (16/2025).

Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB menegaskan kepada aparat militer indonesia untuk mematuhi Hukum Humaniter Internasional selama melakukan operasi tempur di Intan Jaya dan operasi tempur ini telah melanggar hukum perang.

“Karena tiga anggota TPNPB yang telah ditangkap semestinya ditahan sebagai tahanan perang dan seluruh warga sipil yang disiksa dan ditembak mati oleh aparat militer indonesia serta penyiksaan dan pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga adalah pelanggaran HAM berat,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas atau Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menegaskan TNI berhasil membebaskan warga Soanggama dari cengkeraman TPNPB OPM.

Sebanyak 14 TPNPB OPM tewas dalam kontak senjata di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya,Rabu (15/10/2025).

“Tindakan tersebut dilaksanakan secara terpadu dan terukur, dengan tujuan untuk menegakkan keamanan serta melindungi masyarakat dari aksi teror dan kekerasan yang selama ini dilakukan oleh kelompok bersenjata,” kata Dansatgas Media Koops Habema Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono dalam rilis pers yang diterima Jubi pada Jumat ini.

Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menjelaskan pada Selasa (14/10/2025) malam, prajurit TNI melaksanakan pergerakan menuju wilayah Soanggama untuk membantu masyarakat agar terbebas dari tekanan kelompok bersenjata OPM yang diketahui berkekuatan sekitar 30 orang dan telah lama menguasai kampung tersebut. Dan pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 05.30 WP kontak tembak terjadi saat pasukan TNI diserang oleh kelompok OPM.

“Menghadapi situasi tersebut, prajurit TNI dengan terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur pertempuran. Pada pukul 12.00 WP situasi berhasil dikuasai dan kelompok OPM berhasil dipukul mundur,” ujarnya.

Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono mengatakan dalam penyisiran pasca-kontak, TNI berhasil menewaskan 14 anggota OPM, di antaranya sejumlah pimpinan dan pelaku penembakan terhadap aparat keamanan sebelumnya. Sementara sisanya melarikan diri ke arah hutan.

Ia menyebutkan bahwa 14 anggota OPM yang tewas ialah Agus Kogoya, Ipe Kogoya, Zakaria Kogoya, Uripinus Wandagau, ⁠Sepi Kobogau, Kaus Lawiya, Napinus Kogoya, Roni Lawiya, ⁠Poli Kogoya, Aofa Kobogau, Pisen Kogoya, Meki Murib, dan dua OPM lainnya masih dalam proses identifikasi.

“Dari hasil penindakan tersebut, TNI berhasil menguasai dan merebut Markas Besar Kodap VIII/Soanggama pimpinan Undius Kogoya yang selama ini digunakan sebagai pusat perencanaan serangan terhadap aparat dan warga sipil. Menemukan serta mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, 1 pucuk senjata api rakitan dan 4 senapan angin, Munisi berbagai kaliber, 1 alat bidik Simons, 1 teropong Newcon,” katanya.

Dansatgas Habema itu mengatakan pihaknya termukan dokumen organisasi OPM, atribut bintang kejora, peralatan komunikasi, serta berbagai perlengkapan lapangan milik kelompok separatis. pihaknya menetapkan wilayah Soanggama sebagai Pos Taktis TNI guna memastikan keamanan dan stabilitas di daerah tersebut tetap terjaga.

“Pasca penidakan itu situasi di Kampung Soanggama aman dan kondusif. Masyarakat tidak melakukan pengungsian serta menyambut positif kehadiran TNI. Tokoh adat dan kepala desa setempat bahkan menghibahkan sebagian lahan dan fasilitas kampung untuk dijadikan Pos Taktis TNI Soanggama,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa tindakan tegas yang dilakukan prajurit TNI merupakan langkah terukur dan sah secara hukum untuk melindungi keselamatan warga serta menegakkan kedaulatan negara.

“TNI akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata OPM yang mengancam keselamatan masyarakat. Kami berkomitmen menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” katanya.

Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan pasukan masih melanjutkan pengejaran terhadap sisa kelompok OPM yang melarikan diri, sekaligus melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial terbatas bersama tokoh agama dan masyarakat untuk memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Intan Jaya.(*)

Tags: anggota TPNPBKabupaten Intan JayaProvinsi Papua TengahSatgas Habema
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Operasi Militer

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap kekerasan militer di Tanah Papua

May 11, 2026

Mahasiswa Dogiyai gelar mimbar bebas tuntut keadilan

May 11, 2026

Perempuan Papua serukan perlawanan terhadap ketidakadilan

April 30, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gereja

Gereja di Jayapura gelar aksi pastoral tolak pembangunan dermaga militer

May 18, 2026
Bandara Botawa

Pemprov Papua perpanjang landasan pacu badara Botawa

May 18, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Papua Matius Fakhiri tinjau program MBG di SMPN 1 Waren

May 18, 2026
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah teken MoU dengan Kejati Papua

May 18, 2026
Parlemen Nauru

Parlemen Nauru mengesahkan pergantian nama negara menjadi “Naoero”

May 18, 2026
Kepulauan Solomon

Perdana Menteri baru Kepulauan Solomon melantik kabinet

May 18, 2026
Bank Dunia

Bank Dunia peringatkan negara Pasifik mengenai kerentanan perekenomian

May 18, 2026
Film Pesta Babi

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

May 16, 2026
Operasi Militer

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026
Nobar

Kapolda Papua Barat: Nobar ‘Pesta Babi’ tak masalah selama lulus sensor

May 16, 2026
Universitas Jayapura

Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

May 9, 2026
Kampung di Mamberamo Raya

Pemprov Papua targetkan 47 kampung di Mamberamo Raya segera dialiri listrik

May 17, 2026
deklarasi MOCOR

Negara peserta KTT Samudera Melanesia tandatangani deklarasi MOCOR

May 13, 2026
Gereja

Gereja di Jayapura gelar aksi pastoral tolak pembangunan dermaga militer

0
Bandara Botawa

Pemprov Papua perpanjang landasan pacu badara Botawa

0
Gubernur Papua

Gubernur Papua Matius Fakhiri tinjau program MBG di SMPN 1 Waren

0
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah teken MoU dengan Kejati Papua

0
Parlemen Nauru

Parlemen Nauru mengesahkan pergantian nama negara menjadi “Naoero”

0
Kepulauan Solomon

Perdana Menteri baru Kepulauan Solomon melantik kabinet

0
Bank Dunia

Bank Dunia peringatkan negara Pasifik mengenai kerentanan perekenomian

0

English Stories

Teluk Bintuni
Pacnews

Government urged to repair severely damaged roads and bridges in Teluk Bintuni

May 16, 2026
Jayapura Regency
Pacnews

Performance of Special Group Faction in Jayapura Regency Legislative Council questioned

May 15, 2026
Papuan Regional Police
Pacnews

Papua Regional Police urged to take over investigation into Tolikara shooting case

May 15, 2026
Pih Feast
Pacnews

Disbandment of Pig Feast (Pesta Babi) Screenings: Freedom of Expression Must Be Protected

May 14, 2026
Meki Nawipa
Pacnews

Meki Nawipa: Papua Needs Honest People, Not Just Smart Ones

May 14, 2026

Trending

  • Film Pesta Babi

    Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Papua Barat: Nobar ‘Pesta Babi’ tak masalah selama lulus sensor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Universitas Jayapura gelar wisuda perdana sejak berganti status

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara