• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

SD Negeri 1 Sentani dipalang, anak-anak sedih karena tak sekolah

January 21, 2025
in Penkes
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aryo Wisanggeni G
SD Negeri 1 Sentani Dipalang

Para guru SD Negeri 1 Sentani memberikan pelajaran kepada para siswanya yang berada di pinggir jalan sekolah itu pada Senin (20/1/2025), karena akses menuju sekolah di Jalan Dunlop, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, itu telah dipalang sejak 4 Januari 2025. - Jubi/Larius Kogoya.

0
SHARES
37
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – SD Negeri 1 Sentani di Jalan Dunlop, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, sudah dipalang atau ditutup akses jalannya oleh pemilik hak ulayat Suku Kopeuw sejak 4 Januari 2025. Aktivitas belajar mengajar di sekolah itu terhenti total, dan rumput di halaman sekolah tumbuh setinggi lutut.

Pelaku pemalangan menumpukan batu pasir dan balok kayu di gerbang sekolah. Mereka juga memasang spanduk dengan tulisan tangan berbunyi “Perhatian, Tanah lokasi SD Negeri Sentani ditutup oleh Suku Kopeuw sampai dengan proses pembayaran ganti rugi tanah oleh DP2KP Kabupaten Jayapura Provinsi Papua”.

Sejumlah pelajar dan guru SDN 1 Sentani setiap pagi datang ke sekolah, tapi mereka tidak bisa masuk ke sekolah. Di luar pagar sekolah, para guru memberikan tugas kepada murid untuk belajar mandiri di rumah.

Siswa kelas 4, Aliando mengatakan ia kecewa dengan pemalangan sekolahnya. Ia mengeluh tidak bisa belajar seperti biasanya. Pemalangan itu membuat Aliando dan teman-teman tidak bisa bertemu dengan para guru.

Ia mengaku rindu untuk belajar di sekolah. “[Saya berharap] palang ini bisa dibuka, supaya kami bisa sekolah di sekolah. Sementara ini, kami datang [ke sekolah]. Tapi [kami hanya bisa berada] di luar [pagar], guru kasih PR saja, baru pulang. Jadi saya punya harapan, palang ini tolong buka kembali,” kata Aliando.

Luis Yoku, pelajar kelas 4 SD Negeri 1 Sentani, juga sedih dengan pemalangan itu. Menurutnya, para murid dirugikan karena tidak bisa bisa belajar seperti biasanya.

“Saya rasa sedih sa pu sekolah tutup karena dipalang. Saya tidak bisa bertemu dengan teman-teman dan ibu guru. Saya sedih, saya tidak bisa belajar di sekolah seperti [para siswa] sekolah lain,” ujarnya Yoku.

BERITATERKAIT

Gubernur Papua janji tuntaskan pembayaran ulayat jalan alternatif Kampung Harapan

Puskesmas Sentani kembali dipalang: Pemilik ulayat tuntut Rp15,2 miliar

Pemilik ulayat palang RSUP Jayapura, tuntut pembayaran Rp64 miliar

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

Agusta Deal yang juga siswa kelas 4 juga mengharapkan palang sekolah bisa dibuka kembali. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura meninjau sekolah itu, karena sekarang sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar di sana.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kita pu sekolah tolong buka ka. Kami belajar di luar ini. Saya mau bertemu dengan sa pu teman-teman seperti dulu lagi. Tolong ka pemerintah urus kami punya sekolah ini, sekarang kami tidak belajar. Kita datang, tapi tidak bisa masuk sekolah karena masih dipalang,” kata Agusta.

Dewi, salah satu orangtua siswa SD Negeri 1 Sentani, mengatakan ia keberatan dengan pemalangan sekolah itu. Ia sedih karena para murid sekolah itu belajar di pinggir jalan. Selain itu, para guru juga terpaksa menyampaikan materi pelajaran di pinggir jalan.

“Kasihan anak-anak terlalu lama di luar [sekolah]. Belajar di luar atau di rumah itu tidak seperti belajar di sekolah. Lebih baik itu belajar di sekolah, karena bisa dapat pelajaran, guru juga menjelaskan bagi anak-anak,” katanya.

Dewi menjelaskan jika anak-anak di rumah, mereka tidak belajar dengan baik, karena mereka lebih banyak menonton atau bermain gawai. Ia merasa sedih atas situasi yang merugikan banyak anak-anak itu, dan menilai pemalangan sudah berlangsung terlalu lama.

“Kami sebagai orang tua merasa sedih melihat kami punya anak ambil pelajaran di luar, karena sekolah tutup. Tolonglah palang dibuka kembali, supaya kami punya anak-anak bisa beraktivitas kembali lagi di sekolah. Kami punya harapan sebagai orangtua, semoga palang bisa buka supaya [anak-anak] bisa sekolah seperti dulu, bisa berkumpul sama guru-guru, teman-temannya,” ujarnya.

Orangtua siswa lainnya, Elmeliria Usior juga menyatakan pemalangan itu merugikan anaknya dan siswa yang lain. “Yang jadi korban bukan sa pu anak saja, tapi banyak anak-anak punya hak mendapatkan pendidikan. [Saya] minta tolong supaya pemerintah bantu buka [palang], supaya anak-anak bisa sekolah seperti semula. Kasihan kami punya anak-anak hanya datang pulang saja dalam dua minggu terakhir ini,” ujarnya.

Salah satu guru SD Negeri 1 Sentani, Lucia Olivia Yoku membenarkan jika para murid tidak bisa bersekolah karena sekolah itu dipalang. “Kasihan mereka ketinggalan pelajaran, apalagi [siswa] kelas 6, dampaknya paling buruk [karena] nanti dorang ketinggalan pelajaran. Bagaimana nilainya untuk melanjutkan ke tingkat SMP,” ujar Yoku.

Ia berharap pemerintah cepat mengambil kebijakan, karena sekolah itu berada di zona Kampung Ifar Besar. “Harapan kami sekolah ini bisa jadi normal kembali, bisa dibuka supaya anak-anak ini bisa sekolah dengan baik dan dapat pendidikan dengan baik,” katanya. (*)

Tags: Hak UlayatPemalanganPemalangan sekolahSD Negeri 1 Sentani
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur Fakhiri janji tuntaskan pembayaran ulayat

Gubernur Papua janji tuntaskan pembayaran ulayat jalan alternatif Kampung Harapan

August 22, 2026
Puskesmas Sentani

Puskesmas Sentani kembali dipalang: Pemilik ulayat tuntut Rp15,2 miliar

August 14, 2026

Pemilik ulayat palang RSUP Jayapura, tuntut pembayaran Rp64 miliar

June 18, 2026

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Masyarakat adat Malind pertahankan hak ulayat dibawah intimidasi

March 6, 2026

Ruang hidup masyarakat adat Papua dikepung oligarki

February 27, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition
7 October 2026
Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition

Jayapura, Jubi –  A team from SMA Negeri 1 Jayapura in Papua has reached the final of the Bedah APBD [...]

Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days
6 October 2026
Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days

Merauke, Jubi – Young swimmer Nathania Zefanya Wohel from Merauke, South Papua province, won 15 gold and three silver medals [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa harus tetap mandiri

October 8, 2026
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

October 8, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026
Dana Otsus Merauke

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

October 8, 2026
Mahasiswa Uncen

Dugaan Penganiayaan: Mahasiswa Uncen laporkan sejumlah polisi ke Polda Papua

October 8, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

October 8, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026
El Nino PNG

5,5 juta orang di PNG terdampak El Nino

October 8, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Gereja

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 8, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Lomba bedah APBD

Tim SMA Negeri 1 Jayapura lolos final lomba bedah APBD

October 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa harus tetap mandiri

0
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

0
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

0
Dana Otsus Merauke

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

0
Mahasiswa Uncen

Dugaan Penganiayaan: Mahasiswa Uncen laporkan sejumlah polisi ke Polda Papua

0
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

0
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara