• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Provinsi Papua

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

October 8, 2026
in Provinsi Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemerintah Provinsi Papua bersama sejumlah pihak saat membahas pengaturan pemanfaatan burung Cenderawasih dalam penyusunan raperdasus di Kota Jayapura, Papua, Kamis (8/10/2026) - Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
36
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Yohanes Walilo mengatakan, penyusunan rancangan peraturan daerah khusus atau raperdasus yang kini dirumuskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama berbagai pihak, sebagai salah satu upaya melindungi burung Cenderawasih dari ancaman kepunahan.

Regulasi tentang perlindungan burung Cenderawasih itu, diharapkan menjadi payung hukum daerah untuk memperkuat perlindungan satwa yang memiliki nilai ekologis dan budaya penting bagi masyarakat Papua.

Pernyataan ini dikatakan Yohanes Walilo saat Focus Group Discussion atau FGD penyusunan raperdasus perlindungan Cenderawasih yang digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Provinsi Papua serta WWF Indonesia Program Papua di Kota Jayapura, Kamis (8/10/2026).

Yohanes Walilo mengatakan, Papua selama ini belum memiliki peraturan daerah khusus yang secara spesifik mengatur perlindungan Cenderawasih di tingkat daerah.

Menurutnya, raperdasus itu penting karena perlindungan Cenderawasih tidak cukup hanya mengandalkan aturan umum. Regulasi daerah diperlukan agar perlindungan dapat diterapkan secara lebih konkret di wilayah yang menjadi habitat Cenderawasih.

Katanya, penyusunan regulasi harus melibatkan pemerintah, masyarakat, masyarakat adat, akademisi, WWF, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan perlindungan Cenderawasih.

“Mari kita sama-sama bahas, kasih masukan-masukan yang berarti bagi penyusunan perda ini supaya ke depan, perda kalau sudah kita tetapkan, kita sepakat dan konsisten melaksanakan perda ini agar habitat ini ke depan itu tidak punah lagi,” kata Yohanes Walilo.

BERITATERKAIT

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

Pemkab Jayapura perbarui regulasi pengelolaan sampah

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

Yohanes mengingatkan ancaman terhadap Cenderawasih tidak hanya berasal dari perburuan, juga dari perubahan dan kerusakan habitat. Karenanya, jika tidak ada upaya perlindungan sejak sekarang, populasi Cenderawasih dapat terus menurun.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Jangan sampai anak cucu kita bisa lihat dari gambarnya. Burungnya tidak bisa lihat karena sudah punah. Hari ini menurut saya belum terlambat untuk kita lakukan perlindungan,” ucapnya.

Ia mengatakan, perlindungan Cenderawasih harus dimulai dari habitatnya karena satwa tersebut hidup dan berkembang secara alami di hutan.

Walilo pun meminta penyusunan raperdasus mempertimbangkan pemetaan wilayah yang menjadi habitat penting Cenderawasih, agar pemerintah dapat menentukan wilayah prioritas perlindungan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten yang memiliki kawasan habitat Cenderawasih.

Selain itu katanya, perlindungan juga perlu memperhatikan wilayah masyarakat adat yang memiliki hubungan budaya dengan Cenderawasih.

Ia mengatakan, setelah regulasi ditetapkan, pemerintah perlu memastikan aturan tersebut benar-benar dijalankan, dan mengingatkan agar Cenderawasih tidak terus dijadikan komoditas usaha dalam bentuk aksesori atau hiasan yang menggunakan bagian tubuh burung tersebut.

“Kalau ada oknum-oknum masyarakat ataupun kelompok-kelompok yang menjadikan Burung Cenderawasih sebagai komoditas usaha, misalnya buat aksesori, hiasan-hiasan dan lain-lain, itu mulai sejak ada perda ataupun mulai sekarang kita tidak menggunakan lagi,” ucapnya.

Menurut Yohanes, Papua memiliki banyak bahan lokal yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk membuat aksesori tanpa mengambil bagian tubuh Cenderawasih.

Ia berharap raperdasus yang disusun nantinya tidak berhenti sebagai dokumen hukum, tetapi menjadi instrumen untuk menjaga Cenderawasih, habitatnya, serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada lingkungan hutan.

Penyusunan regulasi ini mengacu pada peraturan nasional dan kewenangan Otonomi Khusus Papua, termasuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024.

Sementara itu, Program Manager Sarmi-Jayapura WWF-Indonesia Program Papua, Bernadus Ronald Tethool mengatakan, perlindungan Cenderawasih di Indonesia sebenarnya telah memiliki dasar hukum karena satwa tersebut termasuk spesies yang dilindungi. Namun, tata kelola di tingkat daerah masih perlu diperkuat.

Menurutnya, penyusunan ranperdasus harus mempertimbangkan aspek yuridis, sosiologis, antropologis, dan filosofis. Ini diperlukan agar norma yang diatur tidak berbenturan dengan norma adat dan budaya masyarakat Papua.

“Dalam prosesnya, substansinya kita harus kaji dari sisi yuridisnya, sosiologis, antropologisnya, dan filosofisnya, sehingga norma pengaturannya tidak berbenturan dengan misalnya norma adat, budaya, dan lainnya,” kata Bernadus Ronald Tethool.

Katanya, penyusunan regulasi bukan hanya mengenai larangan, juga harus menjawab persoalan pemanfaatan Cenderawasih secara berkelanjutan. (*)

Tags: CenderawasihKepunahanmelindungiregulasi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026
Regulasi pengelolaan sampah

Pemkab Jayapura perbarui regulasi pengelolaan sampah

September 23, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

Regulasi daerah bagian dari fondasi membangun Papua Tengah

September 11, 2026

Mengamati alam dan burung Cenderawasih dari atas rumah pohon

August 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition
7 October 2026
Jayapura high school team reaches final of APBD analysis competition

Jayapura, Jubi –  A team from SMA Negeri 1 Jayapura in Papua has reached the final of the Bedah APBD [...]

Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days
6 October 2026
Young Merauke swimmer wins 15 gold medals in nine days

Merauke, Jubi – Young swimmer Nathania Zefanya Wohel from Merauke, South Papua province, won 15 gold and three silver medals [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa harus tetap mandiri

October 8, 2026
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

October 8, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026
Dana Otsus Merauke

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

October 8, 2026
Mahasiswa Uncen

Dugaan Penganiayaan: Mahasiswa Uncen laporkan sejumlah polisi ke Polda Papua

October 8, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

October 8, 2026
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026
El Nino PNG

5,5 juta orang di PNG terdampak El Nino

October 8, 2026
BEM USTJ

BEM: Pengibar Bintang Kejora adalah mahasiswa USTJ

October 6, 2026
Gereja

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 8, 2026
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Lomba bedah APBD

Tim SMA Negeri 1 Jayapura lolos final lomba bedah APBD

October 6, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Komnas HAM

Penggusuran paksa tanah masyarakat adat Biak diadukan ke Komnas HAM

March 17, 2026
Gerakan mahasiswa

Gerakan mahasiswa harus tetap mandiri

0
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

0
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

0
Dana Otsus Merauke

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

0
Mahasiswa Uncen

Dugaan Penganiayaan: Mahasiswa Uncen laporkan sejumlah polisi ke Polda Papua

0
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Perlu regulasi melindungi Cenderawasih dari ancaman kepunahan

0
Regulasi perlindungan Cenderawasih

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara