• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026
in Mamta
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Ulayat

Suasana pertemuan penyelesaian sengketa lahan SDN Inpres Kampung Harapan di Polres Jayapura, Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (21/4/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
9
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi — Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri atau SDN Inpres Harapan, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua terganggu akibat pemilik ulayat memalang lokasi sekolah sejak 12 April 2026.

Kepala SDN Inpres Harapan, Suhartini Hidayat mengatakan kini 421 murid di sekolah itu mesti berbagi ruang kelas untuk belajar.

Menurutnya, pemilik ulayat telah mempermasalahkan lahan tempat dibangunnya sekolah itu sejak 2025 lalu, dan hingga kini belum ada kepastian.

“Ini sudah tahun kedua pembangunan, sejak 2025 lalu. Tapi dari pihak pemerintah, kami merasa belum ada tanggapan yang memadai,” kata Suhartini Hidayat usai menghadiri pertemuan membahasa masalah lahan sekolah itu di Polres Jayapura, Selasa (21/4/2026).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Menurutnya, akibat keterbatasan ruang, para siswa SDN Inpres Harapan harus berbagi fasilitas dengan murid SMP Negeri 4 dan SMA Lantera Harapan. Proses belajar mengajar pun dilakukan secara bergantian dengan durasi terbatas.

“Anak-anak masuk pagi sekitar tiga jam, setelah itu giliran SMP dan SMA. Jadi harus bergantian,” ujarnya.

Katanya, kondisi ini berdampak pada kesiapan siswa menghadapi ujian, sebab murid hanya memiliki waktu sekitar lima minggu sebelum ujian kenaikan kelas.

BERITATERKAIT

Masyarakat adat Malind pertahankan hak ulayat dibawah intimidasi

Ruang hidup masyarakat adat Papua dikepung oligarki

Pemkab Waropen tuntaskan pembayaran hak ulayat lokasi RSUD Rodo Fabo

Pemalangan kantor Kampung Holtekamp berdampak terhadap pelayanan publik

Sementara siswa kelas enam juga akan menghadapi ujian praktik serta ujian sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 8 Mei 2026.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Untuk pelaksanaan tes kemampuan akademik, pihak sekolah sementara menumpang di SMK Pertanian Pembangunan di Kampung Harapan. Suhartini mengaku terbantu dengan dukungan dari pihak sekolah tersebut.

“Kami bersyukur karena kepala sekolah SMK Pertanian menerima kami dengan baik, sehingga tes kemampuan akademik bisa berjalan lancar,” ucapnya.

Pihak sekolah berharap masalah sengketa lahan ini dapat segera diselesaikan agar aktivitas belajar mengajar kembali normal, terutama menjelang ujian.

“Kami berharap masalah tanah ini bisa segera selesai, bahkan kalau bisa bulan ini. Supaya proses pembelajaran anak-anak bisa maksimal,” kata Suhartini Hidayat.

Pemilik hak ulayat lahan tempat berdirinya SDN Inpres Harapan, Godlief Ohee menyatakan pihaknya akan tetap melakukan pemalangan lokasi sekolah hingga ada penyelesaian dari pemerintah kabupaten.

Godlief Ohee, mengatakan hingga kini lokasi sekolah seluas 6.904 meter persegi itu masih dipalang pihaknya, karena belum ada kepastian hukum dari pemerintah daerah terkait penyelesaian lokasi tersebut.

“Posisi sekarang masih dalam proses pemalangan, karena belum ada kepastian dari pihak pemerintah. Kalau sudah ada kejelasan pembayaran atau tahapan penyelesaian, pasti ada solusi untuk membuka palang,” kata Godlief Ohee.

Godlief Ohee menyatakan pihaknya memiliki sertifikat dan bukti pembayaran pajak lokasi itu sejak 2008, dan dokumen pengukuran sejak 2005. Namun kemudian muncul dokumen lain dari pemerintah, dan inilah yang menjadi permasalahan.

Katanya, sengketa bermula dari perbedaan dokumen antara pihaknya dan pemerintah sejak 2011. Ia mengkalim pihaknya memiliki dasar kepemilikan yang jelas, dan mempertanyakan dokumen pelepasan lahan yang digunakan pemerintah pada 2011.

Menurutnya, ada dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen tersebut, meski hal itu masih dalam proses pengkajian lebih lanjut.

“Kami punya sertifikat dan sudah bayar pajak. Kalau pemerintah mau menggunakan lahan ini, harus ada penyelesaian yang jelas,” ucapnya.

Godlief Ohee mengatakan, pihaknya telah berulang kali berkomunikasi dengan pemerintah daerah, namun belum menemukan titik temu. Pemerintah sempat berkomitmen membawa perkara ini ke pengadilan, namun hingga kini belum terealisasi.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan sengketa tersebut, baik melalui jalur hukum maupun kesepakatan, sebab pemilik ulayat membuka peluang penyelesaian secara musyawarah apabila pemerintah menunjukkan itikad baik.

“Kalau ada niat baik dari pemerintah untuk cari solusi, pasti bisa diselesaikan secara baik. Tapi selama belum ada kepastian, palang tetap dilakukan,” ujarnya.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan mengatakan, ada dua sertifikat yang diklaim sah oleh pihak pemilik ulayat dan pemerintah. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait masalah tersebut. terdapat

“Memang ada dua sertifikat. Satu dari masyarakat dan satu dari pemerintah yang diterbitkan oleh BPN. Ini yang sedang kami dalami,” kata Dionisius Helen.

Ia menjelaskan, telah dibentuk tim untuk memeriksa seluruh dokumen, termasuk data dari Badan Pertanahan Nasional atau BPN, keterangan saksi, serta riwayat pembayaran lahan.

Pemerintah daerah kata Dionisius, mengklaim telah melakukan pembayaran lahan SDN Inpres Kampung Harapan kepada pihak tertentu, sekitar Rp693,2 juta pada 2011.

Namun di sisi lain, masyarakat juga mengklaim memiliki sertifikat resmi yang lebih dahulu terbit dan telah membayar pajak atas lahan tersebut.

“Kepolisian tidak memiliki kewenangan menentukan keabsahan sertifikat. Penentuan sah atau tidaknya itu kewenangan pengadilan. Polisi hanya memfasilitasi agar proses berjalan aman,” ujarnya.

Katanya, kedua pihak telah sepakat menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan sengketa tersebut. Pemerintah daerah menyatakan siap melakukan pembayaran, namun menunggu putusan pengadilan. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Hak UlayatMuridPemalanganSDN
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kampung Yobeh

Kampung Yobeh masuk dalam pengembangan sanggar budaya di Kabupaten Jayapura

April 16, 2026
Kampung Yobeh

Masyarakat Kampung Yobeh sambut wisatawan mancanegara dengan atraksi budaya

April 16, 2026

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

April 15, 2026

BWS Papua kelola sumber daya air lintas wilayah tanpa batas administrasi

April 14, 2026

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026

Philipus Sanyi, warga Injros yang punya bagan di Teluk Youtefa

April 12, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
sertifikasi

Pemprov Papua dan BPN teken MoU, percepat sertifikasi aset dan tanah

April 21, 2026
Pengungsi

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026
Ulayat

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026
Pembangunan

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026
PTUN Jayapura

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

April 21, 2026
Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
MRP menjaring aspirasi

MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

April 18, 2026
Korban Luka Tembak Kabupaten Puncak

Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

April 18, 2026
Pasar Lama Sentani

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Kabupaten Puncak

Peristiwa Puncak: Panglima TNI didesak evaluasi operasi penindakan TPNPB

April 18, 2026
Puncak

Ribuan warga Puncak berdemonstrasi tuntut militer hentikan kekerasan

April 20, 2026
Penembakan

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

0
sertifikasi

Pemprov Papua dan BPN teken MoU, percepat sertifikasi aset dan tanah

0
Pengungsi

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

0
Ulayat

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

0
Pembangunan

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

0
PTUN Jayapura

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

0
Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

0

English Stories

Students from Puncak and Puncak Jaya held a peaceful protest and delivered a public statement in Jayapura City regarding alleged acts of violence by security forces against civilians in Puncak Regency, Central Papua. The demonstration took place at the Mimika student dormitory in Waena, Jayapura, on Monday (April 20, 2026). — Aida/Ulim
Pacnews

Students urge authorities to respond to situation in Kembru District

April 21, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Pacnews

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

April 21, 2026
Head of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission while meeting Anite Telenggen (17), one of the gunshot victims from Puncak Regency, Central Papua, who is undergoing treatment at a hospital in Jayapura, Papua. — Courtesy of the Papua Representative Office of the National Human Rights Commission
Pacnews

Injured victim in Puncak claims she was shot by Indonesian military

April 19, 2026
One of the children reported to have been injured by gunfire in Puncak Regency - Supplied
Pacnews

Coalition urges protection of civilians in armed conflict in Puncak

April 18, 2026
One of the children reported to have been injured by gunfire in Puncak Regency – Courtesy of Jubi
Pacnews

Nine civilians, including a toddler, reported killed in shooting during military operation in Puncak

April 18, 2026

Trending

  • Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

    Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MRP menemui masyarakat Sentani Barat Moi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah satu korban luka di Puncak mengaku ditembak TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara