Jayapura, Jubi – Pemalangan kantor Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura Papua oleh warga, Senin (15/9/2025), berdampak terhadap pelayanan publik di kantor kampung dan sejumlah kantor di sana.
Pemalangan itu menyebabkan terhentinya sementara pelayanan publik di kantor Kampung Holtekamp, kantor Koperasi Merah Putih, gedung serbaguna, kantor PKK dan kantor badan musyawarah kampung atau Bamuskam dihentikan.
Wakil ketua Bamuskam Holtekamp, Paulus Meraudje mengatakan, pihaknya untuk sementara waktu tidak melakukan pelayanan akibat pemalangan itu.
“Kami Bamuskam ini perwakilan Pemerintah Kota Jayapura. Tidak bisa melakukan pelayanan karena masyarakat masih memalang kantor kampung. Kami sudah komunikasi dengan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru [mengenai masalah ini],” kata Paulus Merauje kepada Jubi di Kampung Holtekamp, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, sebelum pemalangan kantor Kampung Holtekamp dan beberapa kantor lain dibuka, para aparat kampung tidak bisa melakukan pelayanan publik. Sebab masyarakat juga punya hak menyampaikan apa yang mereka rasakan kepada pemerintah kota Jayapura.
Sementara itu, salah satu warga Kampung Holtekamp, Marta Saba mengatakan sebelum pemerintah Kota menanggapi tuntutan masyarakat, sejumlah kantor pemerintahan itu akan tetap dipalang.
“Semua kantor ini pintu masuk utama satu, jadi masyarakat palang aktivitas sementara tidak berjalan, tuntutan masyarakat harus dijawab kalau tidak kami tidak akan buka palang,” kata Marta Saba.
Pantau di lokasi pemalangan, terlihat sejumlah Aparatur Sipil Negara atau ASN yang bertugas di beberapa kantor itu memilih pulang karena gerbang masuk dipalang. (*)























Discussion about this post