Gorontalo, Jubi – Banjir bandang menerjang sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Gorontalo. Banjir setelah hujan deras semalaman itu menyertakan lumpur dan krikil dari perbukitan setempat.
Bahrudin, warga Kelurahan Talumolo, Gorontalo mengatakan hujan deras mengguyur wilayah mereka sejak Sabtu, sekitar pukul 21:00 Wita. Kondisi tersebut berlanjut hingga Minggu, sekitar pukul 03:00 Wita.
“Sekitar pukul 23:00 Wita, air bercampur lumpur, dan semak belukar turun dengan cepat dari bukit sehingga masuk ke rumah-rumah dan masjid. Ketinggian air sekitar 1 meter di dalam rumah. Arusnya deras sehingga merusak isi [perabotan] rumah,” kata Bahrudin, Minggu (7/7/2024).
Camat Dumbo Raya Marwan Saleh mengatakan setidaknya ada 3.300 warga menjadi korban terdampak banjir bandang di Talumolo. Penjabat Wali Kota Ismail Madjid meninjau lokasi tersebut pada Sabtu malam.
“Alhamdulillah, pada hari ini semua pihak sudah bergerak [berada di lokasi banjir]. BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] dan perangkat daerah lain sudah turun untuk mengecek dampak bencana sejak tadi malam [Sabtu],” kata Marwan.
Pembersihan fasilitas umum dan pemukiman warga dari material sisa banjir bandang juga melibatkan pihak Polresta Gorontalo Kota. Mereka mengerahkan puluhan personel untuk membantu warga setempat.
“Saya perintahkan anggota [personel] bersama-sama membersihkan jalan dari tutupan material [sisa banjir]. Itu agar arus lalu lintas kembali lancar,” kata Kepala Polresta Gorontalo Kota Komisaris Besar Ade Permana.
Menurut Ade, koordinasi berbagai lembaga sangat dibutuhkan dalam situasi bencana. Itu supaya dampak kerugiannya bisa diminimalisasi dan mempercepat pemulihan wilayah.
“Partisipasi masyarakat juga cukup tinggi [di Talumolo]. Mereka ikut bergotong-royong membersihkan lokasi bekas banjir bandang. Kami berharap keterlibatan semua pihak mempercepat penanganan dan proses pemulihan wilayah,” katanya.
Rendam tujuh kelurahan
Banjir juga melanda Kota Tangerang Selatan di Banten, dan Jakarta Barat pada Sabtu malam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ketinggian air sekitar 70 sentimeter saat banjir di Tangerang Selatan. Sebanyak 673 keluarga menjadi korban terdampak banjir tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan sedikitnya tujuh kelurahan terendam banjir di Tangerang Selatan. Kelurahan itu ialah Pamulang Barat, Rempoa, Keranggan, Jurangmangu Barat, Sawah, Jombang, dan Jelupang.
“Selain banjir, terjadi longsor di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Satu rumah dilaporkan terdampak [rusak] dan dua lainnya berpotensi terdampak [terancam rusak],” kata Muhari dalam keterangan tertulis pada Minggu.
Menurutnya, banjir di Tangerang Selatan mulai menyurut pada Minggu pagi. Namun, Tim BPBD setempat masih bersiaga di lokasi banjir.
Di Jakarta Barat, banjir setinggi sekitar 50 sentimeter merendam setidaknya empat wilayah pemukiman di sekitar Kali Angke. Air sungai tersebut meluap setelah hujan deras seharian sehingga mengenangi sejumlah kawasan permukiman di sekitarnya.
“Sebanyak tiga lokasi berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke, dan satu di Kelurahan Rawa Buaya. Hujan deras pada Sabtu mengakibatkan genangan dan kenaikan status [ketinggian permukaan air di] pintu air,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.
Ketinggian permukaan air di sejumlah sungai di DKI Jakarta dilaporkan meningkat sejak Sabtu hingga Minggu. Status Siaga, Waspada, hingga Bahaya pun diberlakukan pada sejumlah pintu masuk untuk mengantisipasi dampak banjir. (*)

























Discussion about this post