Manokwari, Jubi – Bupati Manokwari, Provinsi Papua Barat, Hermus Indou berharap pelaksanaan Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Nasional ke-XIV yang digelar di Kabupaten Manokwari, membawa dampak ekonomi di wilayah itu.
Pesparawi Nasional ke-XIV digelar di Manokwari, ibu kota Provinsi Papu Barat pada 18-28 Juni 2026. Ajang ini menghadirkan peserta dari 38 Provinsi di Indonesia.
“Kegiatan ini [diharapkan] memiliki dampak lain. Harus menggerakkan sektor ekonomi, berdampak pada UMKM baik yang dibina oleh Pemda Manokwari maupun UMKM lainya,” kata Hermus Indou, Rabu (17/6/2026).
Sedikitnya, 8.000 orang masuk diperkirakan datag ke Manokwari untuk mengikuti Pesparawi Nasional ke-XIV.
“Melalui Dinas koperasi dan UMKM dan Dekranasda Kabupaten Manokwari mengajak lebih dari 1000 pelaku UMKM yang sudah dibina agar memanfaatkan peluang, momentum Pesparawi ini dengan baik agar meningkatkan pendapatan bagi UMKM kita,” ucapnya.
Hermus Indou meminta para pelaku usaha dibidang jasa seperti hotel dan restoran, memanfaatkan peluang ini dengan memberikan pelayanan yang baik bagi para duta Kristus yang datang ke Manokwari.
“Saya kira ini momentum, semua orang butuh makan, tidak hanya yang di sediakan oleh panitia tetapi juga banyak yang datang untuk menikmati sajian kuliner Manokwari,” ujarnya.
Menurutnya, ia akan memastikan agar ketersediaan stok bahan pokok yang ada di pasar terpenuhi, guna menunjang pelaksanaan Pesparawi. Mengingatkan kini bahan pokok, juga dibutuhkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mungkin kita tidak rasa efeknya, karena kita harus mengukur bahwa mesti ada kegiatan yang nampak, tapi [efek] yang tidak nampak ini, banyak orang, misalnya yang punya peternakan ayam petelur, sayur dan buah hari ini pasti berdampak apalagi dengan adanya program MBG yang masih berjalan,” ucapnya.
Di sisi lanjut Hermus Indou, pelaksanaan Pesparawi Nasional ke-XIV di Manokwari, merupakan suatu kepercayaan dan berkat yang diberikan oleh Tuhan.
Ajang itu dinilai akan membangun stigma positif terhadap Tanah Papua secara keseluruhan, terutama Kabupaten Manokwari.
“Banyak orang [dibluar sana] berfikir negatif tentang [Tanah] Papua secara menyeluruh.”
Katanya, dengan hadirnya para wakil dari berbagai wilayah Indonesia di Manokwari, mereka dapat memberikan klarifikasi bahwa orang Papua memiliki keramahan bagi para tamu.
“Tamu yang hadir di Manokwari diharapkan dapat memberikan klarifikasi setelah melihat kemajuan dan pembangunan Papua karna selama ini yang di tonton dan dibaca oleh orang luar Papua dengan wajah yang berbeda,” ucap Hermus Indou.
Panitia Pesparawi Nasional menyediakan tiga titik lokasi sebagai arena pelaksanaan Pesparawi, yakni di Gedung PKK Provinsi Papua Barat, Gedung Arfak Convention hall Mapolda di distrik Manokwari Selatan serta gedung aula Universitas Papua UNIPA di Kelurahan Amban Distrik Manokwari Barat.
Salah satu petani Kopi Arabica di Kampung Kwaw, Distrik Mokwam Kabupaten Manokwari, Samuel Mandacan menyatakan telah menyiapkan kopi untuk kebutuhan tamu dari luar.
“Kami siapkan dalam bentuk kemasan kopi dari perkebunan kampung Kwaw Distrik Mokwam,” kata Samuel Mandacan yang merupakan ketua pusat pelatihan pertanian pedesaan dan swadaya P4DES Papua Barat.
Menurut Mandacan, Kampung Kwaw memiliki perkebunan Kopi Arabica Kwaw dengan luas 40 hektar namun yang sudah panen sekitar 15 hektar. Meski demikian dia mengaku kapasitas produksi masih terbatas.
“Belum mencapai satu ton kalau hanya sekitar 50 hingga 100 kilo bisa produksi,” ucapnya.
Katanya, keistimewaan kopi kwaw adalah rasa yang asam dan manis, sesuai hasil uji laboratorium mencapai 80,2 “Jadi dengan nilai ini sudah bisa masuk untuk pasaran dan di promosikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma pun mengajak seluruh masyarakat Papua Barat, khususnya warga Manokwari, mendukung dan menyukseskan pelaksanaan ajang nasional itu.
Menurut Wamafma, penunjukan Manokwari sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Papua Barat dalam menyelenggarakan agenda nasional berskala besar.
“Kita patut berbangga sebagai masyarakat Papua, khususnya Papua Barat, karena pemerintah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan nasional di daerah ini. Karena itu, seluruh masyarakat harus memberikan dukungan maksimal agar Pesparawi Nasional dapat berlangsung dengan sukses,” kata Filep Wamafma.
Ia menilai, Manokwari memiliki pengalaman yang cukup dalam menjadi tuan rumah berbagai agenda besar, baik tingkat regional maupun nasional.
Salah satunya adalah peringatan masuknya Injil ke Tanah Papua setiap tanggal 5 Februari yang selama ini melibatkan peserta dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.
Katanya, keberhasilan berbagai kegiatan besar yang pernah digelar di Manokwari menjadi modal penting dalam menyukseskan Pesparawi Nasional XIV. Terlebih, banyak daerah di Indonesia yang juga memiliki keinginan menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional.
“Manokwari mendapatkan pertimbangan khusus karena memiliki nilai sejarah yang sangat kuat sebagai Kota Injil dan salah satu pusat peradaban di Tanah Papua. Secara historis dan teologis, penyelenggaraan Pesparawi Nasional di Manokwari memiliki makna yang sangat penting,” katanya.
Filep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kepemimpinan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang telah menerima mandat sebagai tuan rumah pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Pesparawi Nasional XIV mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” sebagai bentuk komitmen umat beragama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan bangsa.
Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026, Tim Quick Response (QR) dan Tim Sterilisasi Sat Brimob Polda Papua Barat melaksanakan pengecekan akses jalur, venue perlombaan, serta lokasi kegiatan pembukaan pada Rabu (17/06/26).
Kegiatan diawali dengan pengecekan akses jalur dan venue perlombaan di Kantor PKK Provinsi Papua Barat.
Tim melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan, akses keluar masuk peserta, serta titik-titik yang akan digunakan selama rangkaian perlombaan berlangsung.
Setelahnya, Tim Quick Response dan Tim Sterilisasi melaksanakan pengecekan di Gedung Aula Utama Kampus Universitas Papua (UNIPA).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung serta mengidentifikasi potensi kerawanan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.
Tim juga melakukan pengecekan di Gedung Rektor Kampus UNIPA yang juga menjadi salah satu venue pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dengan memeriksa akses jalur, area parkir, pintu masuk dan keluar, serta lokasi yang akan digunakan oleh peserta maupun panitia.
Tim Quick Response dan Tim Sterilisasi melaksanakan pengecekan akses jalur evakuasi (escape route) serta lokasi pembukaan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 yang bertempat di RTP Lapangan Borarsi.
Pengecekan dilakukan guna memastikan kesiapan lokasi, jalur mobilisasi peserta, serta jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam situasi darurat.
Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan, menyampaikan bahwa pengecekan yang dilakukan oleh Tim Quick Response dan Tim Sterilisasi merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjamin seluruh venue dan jalur akses yang akan digunakan selama Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 berada dalam kondisi aman dan siap digunakan.
Menurutnya, pengamanan akan dilakukan secara maksimal melalui sinergi seluruh satgas operasi guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta, tamu undangan, panitia, maupun masyarakat yang hadir.
“Kami terus melakukan langkah-langkah antisipasi melalui pengecekan dan sterilisasi lokasi kegiatan, sehingga seluruh rangkaian Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Gadug Kurniawan. (*)























Discussion about this post