• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

October 27, 2026
in Penkes
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Sekolah Budaya

Kepala Kampung Melkisedek Tablaseray, tetua adat Melkias Derek Ovide, dan Dekan FPKK UOGP Efraim Mangaluk meletakkan batu pertama Sekolah Budaya Kampung Yongsu Desoyo, Sabtu (24/10/2026) - Dok. FPKK UOGP

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Masyarakat adat Kampung Yongsu Desoyo, Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua meletakkan batu pertama Sekolah Budaya, Sabtu (24/10/2026). Langkah ini diambil karena bahasa ibu masyarakat Tepera mulai tidak lagi dikuasai anak-anak kampung.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kepala Kampung sekaligus Ondowapi Yongsu Desoyo Melkisedek Tablaseray, tetua adat Melkias Derek Ovide, dan Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan, Universitas Ottow Geissler Papua, Efraim Mangaluk.

Prosesi berlangsung di lahan yang disiapkan warga di bagian bawah kampung, dekat jalan, seusai diskusi kelompok terarah (FGD) yang dihadiri tokoh adat, para pemuda, dan para mama Kampung Yongsu Desoyo.

Kegiatan ini merupakan tahap kedua pendampingan UOGP di Yongsu Desoyo melalui dukungan kemitraan The Samdhana Institute. Tim UOGP telah meneliti pengetahuan lokal dan praktik konservasi adat di kampung tersebut pada 2025.

Dari penelitian itu tim menemukan anak-anak mulai tidak memahami bahasa ibu, padahal kampung ini relatif sulit dijangkau transportasi.

Menurut Efraim Mangaluk, hilangnya bahasa berarti hilangnya pengetahuan tentang alam. Sebab, dalam bahasa ada ilmu, termasuk ilmu pelestarian alam.

“Kuncinya ada di bahasa. Kalau bahasa ini tergerus, bahkan hilang, jangan heran suatu saat kita tidak lagi mengerti tentang alam kita sendiri,” kata Efraim Mangaluk, Selasa (27/10/2026).

BERITATERKAIT

Pembangunan sekolah berpola asrama di Kabupaten Puncak untuk mendukung SSH

Wagub Geley: Pemprov bangun sekolah berpola asrama di Paniai

Bupati Jayapura: Budaya jangan tergilas modernisasi

Gubernur Nawipa bantu Rp56 miliar untuk Sekolah Papua Harapan

Katanya, tanpa penguasaan bahasa dan pengetahuan adat, masyarakat akan sulit bersikap tegas ketika pihak luar datang dengan niat yang tidak baik terhadap tanah dan hutan mereka.

“Waktu terbaik adalah sekarang. Saatnya kita bergerak membangun strategi yang menguatkan fondasi adat Kampung Yongsu Desoyo dari setiap ancaman,” ujar Efraim.

UOGP sengaja memakai istilah pengembangan, bukan pendirian, karena menurut para tetua adat, upaya serupa pernah dirintis di kampung itu sebelumnya.

Sebelum diskusi dimulai, Efraim menyerahkan secara resmi hasil penelitian tahap pertama kepada pemerintah kampung dan tokoh adat.

Dokumen itu memuat artikel ilmiah berjudul Dekolonisasi Ekonomi dan Konservasi Hutan Berbasis Adat dalam Kosmologi Ekologis Masyarakat Tepera di Distrik Ravenirara Kabupaten Jayapura, yang terbit di Jurnal Noken Volume 12 Nomor 1, Juni 2026.

Turut diserahkan laporan kegiatan selama satu tahun terakhir dan artikel pengabdian kepada masyarakat.

“Dalam dokumen ini termuat kearifan lokal yang kita gali dalam konteks konservasi. Alam di kampung ini masih terpelihara sampai sekarang, dan itu bukti betapa kuatnya ilmu yang diwariskan leluhur,” ujarnya.

Efraim menyebut penyerahan ini sebagai bentuk tanggung jawab UOGP kepada aparat kampung, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, dan anak-anak Yongsu Desoyo.

Ondowapi Yongsu Desoyo Melkisedek Tablaseray menerima dokumen itu atas nama masyarakat. “Buku ini menjadi pegangan untuk kita melanjutkan perjalanan,” katanya.

Saat membuka pertemuan, Melkisedek menegaskan masyarakat tidak punya alasan menolak program ini.

“Kalau kita tolak, sama saja kita tolak bahasa. Hari ini kita putuskan untuk terima,” kata Melkisedek Tablaseray.

Ia mengingatkan, orang yang tidak lagi menguasai bahasa akan sulit membuktikan dirinya sebagai orang asli kampung

Koordinator kegiatan, Paulus Mandibondibo menjelaskan, sekolah budaya dirancang sebagai lembaga informal berbasis kelompok masyarakat, bukan sekolah formal. UOGP telah menyiapkan peta jalan pendampingan hingga 2030.

“Kami sebagai akademisi tidak punya banyak kepentingan. Tugas kami hanya mendampingi masyarakat dan menjadi fasilitator,” kata Paulus Mandibondibo.

Materi yang akan digali meliputi sejarah kampung lama dan kampung baru, cerita rakyat, tradisi yang mulai jarang dilakukan, istilah bahasa untuk ruang darat, hutan, dan laut, nama-nama jenis pohon, hingga peran perempuan dan pemuda dalam pewarisan budaya.

Hasilnya akan diolah menjadi modul, bahan muatan lokal untuk sekolah formal, buku sejarah kampung, dan kamus bahasa.

Mandibondibo menegaskan setiap materi akan diperiksa oleh tetua yang fasih sebelum dicetak.

“Bahasa ini sangat sensitif. Sebelum terbit, kita saring dulu. Bapak-bapak yang mengerti bahasa yang lihat dulu,” ujarnya.

Katanya, sekolah budaya kelak dapat menjadi penggerak ekonomi kampung melalui wisata budaya, termasuk lewat rencana pembangunan galeri berkonsep rumah adat bersama mitra UOGP.

Sementara itu, Miryam Mindey, salah seorang mama, menyebut lagu sekolah Minggu berbahasa daerah yang diajarkan di sekolah diduga mengandung kesalahan ucapan, tetapi warga ragu menegur guru.

Tetua adat Soleman Tablaseray juga meminta materi memakai bahasa asli Yongsu Desoyo dan tidak dicampur dengan ragam kampung lain.

Tetua adat Melkias Derek Ovide, yang juga Wakil Ketua Dewan Adat Kampung Yewena menyebut, bahasa sebagai inti identitas orang asli Papua.

“Selamatkan manusia, selamatkan tanah, hutan, dan air, dan selamatkan bahasa ibu. Bahasa itu harga diri dan jati diri kita orang asli,” kata Melkias Derek Ovide.

Ovide menilai kunci pembangunan terletak pada sosial dan budaya. Ia juga meminta pengajar bahasa diambil dari orang yang benar-benar menguasai bahasa hingga lapisan maknanya yang terdalam.

Ia pun mendesak semua pihak segera bertindak. “Hari ini kita action. Jangan jadi seremoni,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan tidak perlu menunggu gedung besar; kayu tersedia di hutan sendiri dan satu atau dua ruang sudah cukup untuk memulai. “Anak naik tangga satu dulu,” ujarnya.

Desakan serupa datang dari pemuda, Obed Yoafifi yang mengingatkan bahwa penutur tua di kampung makin berkurang. “Selagi orang tua itu masih ada, mari kita buktikan,” katanya.

Forum menyepakati draf struktur pengelola sekolah budaya. Ondoafi duduk sebagai penasihat dan pelindung sekaligus menerbitkan SK pengurus, Kepala Kampung sebagai penanggung jawab, dan tokoh-tokoh adat sebagai pengarah.

Di bawahnya terdapat koordinator program serta koordinator bidang bahasa, tradisi lisan, seni, lingkungan, dan pangan lokal.

Hukum adat tidak dimasukkan dalam struktur karena tetap menjadi ranah Ondoafi dan jajarannya.

Pengurus bekerja secara sukarela tanpa honor. Nama-nama pengisi jabatan akan ditetapkan melalui musyawarah kampung, sementara nama sekolah akan memakai bahasa lokal.

Pembangunan akan dilakukan bertahap secara gotong royong. Masyarakat menyediakan bahan lokal seperti kayu, sedangkan UOGP dan mitranya membantu komponen lain.

Pembangunan galeri ditargetkan mulai 2027, sementara buku sejarah kampung, bahan ajar, dan kamus bahasa ditargetkan rampung hingga 2030. (*)

Tags: BahasaBudayaMenyelamatkansekolahSekolah BudayaTepera
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pembangunan sekolah asrama di Puncak untuk mendukung SSH

Pembangunan sekolah berpola asrama di Kabupaten Puncak untuk mendukung SSH

September 27, 2026
Wagub Geley

Wagub Geley: Pemprov bangun sekolah berpola asrama di Paniai

September 10, 2026

Bupati Jayapura: Budaya jangan tergilas modernisasi

August 29, 2026

Gubernur Nawipa bantu Rp56 miliar untuk Sekolah Papua Harapan

August 28, 2026

Membangun kapabilitas Australia tentang Asia melalui Bahasa dan olahraga

August 27, 2026

FDS jadi model pengembangan budaya di Tanah Papua

August 25, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

October 27, 2026
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

October 27, 2026
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

October 27, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

October 27, 2026
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

October 27, 2026
Tambang k92 di PNG

Proyek tambang K92: PNG memperkirakan kontribusi pajak melebihi K1 miliar

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

October 26, 2026
Sekolah Budaya

Sekolah Budaya untuk menyelamatkan bahasa Tepera

0
Lindungi Dugong

Masyarakat adat Aborigin, Selat Torres dan Kanak kerja sama lindungi dugong

0
Pangkas tarif jasa bandara selama Nataru

InJourney Airports pangkas tarif jasa bandara selama libur Nataru

0
PSN penghancur hutan hujan tropis

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

0
Greenpeace

Greenpeace: Negosiasi sepekan masalah utama COP 17 CBD belum tuntas

0
El Nino ancam Pasifik dan Asia

El Nino menjadi ancaman di Pasifik dan Asia

0
Tambang k92 di PNG

Proyek tambang K92: PNG memperkirakan kontribusi pajak melebihi K1 miliar

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara