Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Yunus Wonda menyatakan budaya tidak boleh tergilas oleh modernisasi. Karenanya, ia meminta masyarakat Kabupaten Jayapura menjaga dan mempertahankan budaya serta identitas mereka di tengah perkembangan modernisasi.
Ini disampaikan Yunus Wonda saat menutup rangkaian pra Festival Danau Sentani atau FDS ke-15 di kawasan Pantai Kalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (29/8/2026).
Pra Festival Danau Sentani ke-15 ini berlangsung sejak 25 Agutus 2026 hingga 29 Agustus 2026.
Wonda mengatakan, perkembangan budaya modern tidak boleh membuat masyarakat melupakan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur dari generasi ke generasi.
Menurutnya, modernisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, tetapi identitas dan jati diri masyarakat adat harus tetap dipertahankan.
“Modernisasi boleh hadir, tapi budaya tidak boleh sampai tergilas. Mari kita semua, generasi yang ada hari ini, mempertahankan dan menjaga identitas kita, jati diri kita yang sudah dijaga oleh leluhur dan orang tua-tua kita,” kata Yunus Wonda.
Katanya, FDS pun tidak hanya menjadi ajang hiburan, juga momentum menggali kembali potensi budaya yang ada di kampung-kampung di Kabupaten Jayapura.
“Makna tema kita hari ini, budayaku adalah hidupku. Saya berharap dengan festival ini, mari kita semua mencari potensi yang ada di kampung-kampung dan distrik-distrik kita, potensi budaya,” ucapnya.
Wonda menyebut pelaksanaan festival tahun ini lebih banyak menampilkan budaya adat masyarakat Kabupaten Jayapura. Seluruh pihak pun diajak meninggalkan perbedaan dan bersama memajukan kebudayaan daerah.
“Kalau masih ada yang tidak senang atau tidak setuju, mari kita tinggalkan seluruh perbedaan dan mari kita majukan budaya kita, terutama budaya di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Wonda menjelaskan bahwa penutupan pra FDS pada 29 Agustus 2026, tidak berarti seluruh aktivitas di lokasi festival berhenti. Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 3 September 2026.
Menurutnya, stan-stan yang telah dibuka sejak 25 Agustus akan tetap beroperasi hingga 2 September 2026.
“Kalau masih mau datang, silakan. Ini terus akan dibuka sampai tanggal 2 dan tanggal 3 itu puncaknya,” katanya.
Ia meminta seluruh pelaku usaha yang membuka stan tidak buru-buru menutup lapak mereka karena aktivitas masyarakat di lokasi tersebut masih akan berlangsung.
Selain itu, kegiatan di panggung tetap dapat diisi oleh masyarakat hingga menjelang acara puncak.
Wonda menegaskan pemerintah daerah tidak akan menutup lokasi tersebut setelah seluruh rangkaian Festival Danau Sentani selesai. Berbagai usaha kuliner dan fasilitas yang telah dibangun di sana untuk mendukung kegiatan wisata, akan tetap dimanfaatkan masyarakat.
“Setelah event ini selesai, kita akan tutup di tanggal 5 nanti, lokasi ini tidak akan kami tutup. Semua yang ada, kuliner-kuliner, pembangunan yang sudah dibangun oleh pariwisata itu akan tetap berjalan.”
Keberlanjutan pemanfaatan lokasi tersebut lanjut Wonda, merupakan bagian dari upaya pemerintah menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jayapura.
Masyarakat pun diajak menjaga kebersihan dan kedisiplinan di lokasi tersebut, agar dapat menjadi kebanggaan bersama.
“Terima kasih untuk seluruh masyarakat yang selama ini sudah menjaga kebersihan. Mari kita terus budayakan kebersihan, mari kita budayakan disiplin untuk menjaga lokasi ini, supaya lokasi ini menjadi kebanggaan kita semua, masyarakat di Kabupaten Jayapura,” kata Yunus Wonda. (*)























Discussion about this post