Jayapura, Jubi – Nonton bareng dan diskusi tentang film Pesta Babi-Kolonialisme di zaman kita, berlangsung di University of Tokyo, Komaba Campus pada ruang kuliah nomor : 314 pada Minggu, 21 Juni pukul 14:00-17:00 Waktu Tokyo.
Pemutaran film ini disaksikan 100 peserta, berlangsung seru dan berlanjut dengan diskusi antar peserta nonton bareng di sana.
Amnesty International Tokyo English Network dalam akun facebook.com menyampaikan akan menayangkan film dokumenter tentang masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu yang bangkit melawan eksploitasi hutan di Papua Barat, Indonesia.
Rencana untuk mengubah hutan hujan Merauke menjadi perkebunan industri didukung oleh pemangku kepentingan domestik dan internasional dan terkait erat dengan pendudukan Papua dan operasi militer Indonesia di wilayah tersebut.
“Great short discussion after screening. Thanks a lot for joining the event. About 100 people came. Amazing!” tulis Amnesty International Tokyo English Network yang dikutip Jubi, Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa film yang mengisahkan tentang perlawanan masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu terhadap eksploitasi hutan di Papua Barat berlanjut dengan diskusi dan tanya jawab antar peserta nonton bareng.
Sebelumnya pada Selasa 16 Juni berlangsung pula nonton bareng dan diskusi pada salah satu Universitas Sophia salah satu universitas riset swasta Katolik tertua dan paling bergengsi di Jepang.
Universitas yang terletak di jantung kota Tokyo dan berdiri pada 1913 oleh institusi Yesuit, universitas ini terkenal secara global karena keunggulan akademiknya, lingkungan yang sangat multikultural, dan kurikulum berorientasi internasional.
Diskusi yang berlangsung pada Kampus Yotsuya Universitas Sophia, 7-1 Kioichō, Kota Chiyoda, Tokyo 102-8554 pukul 17.00- 19.30 itu menampilkan pembicara yang bergabung dalam diskusi itu, antropolog Dr. Cypri Paju Dale sebagai salah satu peneliti film yang terlibat dalam pembuatan film Pesta Babi.
Sebagai moderator dalam nobar dan diskusi itu salah seorang Prof Dr Takashi Ito, ia adalah akademisi terkemuka di Universitas Sophia di Tokyo.
Takeshi Ito dalam penelitiannya berfokus pada perubahan agraria dan lingkungan, khususnya di Jepang dan Asia Tenggara.
Ia mengajar mata kuliah politik komparatif, politik lingkungan pertanian, dan ekologi manusia. Karya akademiknya menjembatani ekonomi politik, ekologi politik, dan studi pembangunan.(*)























Discussion about this post