• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

ISMEI Papua desak pemerintah evaluasi kebijakan ekonomi nasional

June 19, 2026
in Nasional & Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
ISMEI Papua

Pengurus Wilayah Papua Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia saat menyampaikan pernyataan sikap di Kampus Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Jumat (19/06/2026).-Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
213
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pengurus Wilayah Papua Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia atau ISMEI mendesak pemerintah pusat mengevaluasi menyeluruh berbagai kebijakan ekonomi nasional, karena dinilai belum berpihak kepada masyarakat Papua.

Desakan itu disampaikan dalam aksi nasional bertajuk Rapor Merah Ekonomi Nasional yang digelar serentak pada Jumat (19/6/2026).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih atau FEB Uncen, Yomis Yikwa mengatakan kondisi perekonomian nasional saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Menurutnya, ketimpangan pembangunan antara Papua dan daerah lain di Indonesia masih terlihat jelas.

“Kami melihat pertumbuhan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah belum berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Karena itu kami mendesak adanya evaluasi total terhadap kebijakan ekonomi nasional yang berdampak langsung pada rakyat Papua,” kata Yikwa kepada Jubi di Kota Jayapura, Papua, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan mahasiswa ekonomi menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat Papua, mulai dari tingginya harga kebutuhan pokok, kemiskinan ekstrem, pengangguran, hingga lemahnya perlindungan terhadap petani dan nelayan lokal.

Menurut Yikwa, harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah Papua masih jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia akibat keterbatasan akses transportasi dan distribusi barang.

BERITATERKAIT

Imigrasi hadirkan “Beranda Imigrasi” permudah layanan paspor di Papua

Gapki: Enam perusahaan perkebunan kelapa sawit beroperasi di Papua

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

Karenanya, ISMEI meminta pemerintah memperkuat program tol laut, meningkatkan konektivitas penerbangan perintis, memperbesar peran Bulog, dan menggelar operasi pasar secara berkala.

“Kami menginginkan solusi jangka panjang yang mampu menurunkan harga kebutuhan pokok secara struktural dan berkelanjutan, bukan sekadar intervensi sementara,” ujarnya.

ISMEI juga meminta pemerintah menghentikan kebijakan impor komoditas pangan yang dianggap merugikan petani dan nelayan lokal Papua.

Menurut mereka, masuknya produk impor dengan harga lebih murah telah menekan daya saing hasil pertanian dan perikanan masyarakat setempat.

Selain itu, organisasi mahasiswa ekonomi tersebut menyoroti tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Papua, yang dinilai belum mampu diatasi secara efektif meskipun Dana Otonomi Khusus telah digelontorkan selama lebih dari dua dekade.

Sementara itu, Wakil Ketua BEM FEB Uncen, Anrison A. Wetipo, mengatakan pemerintah perlu memastikan penggunaan Dana Otsus berjalan transparan dan tepat sasaran, terutama untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat adat dan penciptaan lapangan kerja bagi orang asli Papua.

“Kami menilai persoalan kemiskinan di Papua tidak bisa diselesaikan hanya dengan penyaluran anggaran. Yang dibutuhkan adalah program pemberdayaan yang benar-benar menyentuh masyarakat adat, membuka lapangan kerja, serta memperluas akses pendidikan dan kesehatan,” kata Wetipo.

ISMEI menyatakan penolakan terhadap kebijakan kenaikan pajak dan berbagai pungutan yang dinilai semakin membebani masyarakat Papua di tengah tingginya biaya hidup.

Meminta pemerintah menerapkan sistem perpajakan yang lebih adil dan berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain isu ekonomi, mahasiswa ekonomi Papua turut menyoroti Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke, khususnya proyek food estate

ISMEI menilai proyek tersebut berpotensi mengancam hak masyarakat adat atas tanah dan sumber daya alam jika tidak melibatkan masyarakat secara bermakna dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan.

ISMEI juga meminta pemerintah mengedepankan pendekatan dialog dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam penyelesaian berbagai persoalan di Papua.

Sebab, situasi keamanan yang kondusif dinilai merupakan salah satu syarat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Wetipo mengatakan mahasiswa ekonomi memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik dan menyuarakan kondisi yang dihadapi masyarakat Papua.

“Kami berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas serta mendengar aspirasi masyarakat Papua. Tujuannya bukan sekadar kritik, tetapi untuk mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Menurut ISMEI, berbagai tuntutan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap arah pembangunan dan kebijakan ekonomi nasional agar lebih adil, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Papua. (*)

Tags: ekonomiEvaluasiISMEIKebijakanPapuapemerintah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

paspor

Imigrasi hadirkan “Beranda Imigrasi” permudah layanan paspor di Papua

October 30, 2026
Gapki

Gapki: Enam perusahaan perkebunan kelapa sawit beroperasi di Papua

October 30, 2026

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

October 29, 2026

PMKRI desak pemerintah batasi perluasan PSN di Papua Selatan

October 27, 2026

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 27, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental restoration at Makimi gold mine
30 October 2026
WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental  restoration at Makimi gold mine

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua has called for the protection of Indigenous communities’ rights [...]

Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture
30 October 2026
Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture

Jayapura, Jubi – Merauke regency in South Papua province is one of Indonesia’s major food-producing regions, with tens of thousands [...]

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Karhutla bukan hanya karena El Nino

Karhutla bukan hanya karena El Nino, namun akibat ekspansi korporasi

October 30, 2026
Rotasi Pejabat Papua Barat

Gubernur Papua Barat: Rotasi pejabat adalah instrumen organisasi

October 30, 2026
Wagub minta OAP dilibatkan dalam pembangunan

Wagub Geley minta OAP dilibatkan dalam pembangunan kampung nelayan

October 30, 2026
Bahasa Indonesia

Siapa pembentuk Bahasa Indonesia?

October 30, 2026
Ondel-ondel

Ondel-ondel di panggung diplomasi

October 30, 2026
PLN UP3 Jayapura

PLN UP3 Jayapura siapkan cadangan daya 21 megawatt jelang Natal 2026

October 30, 2026
KPPN

KPPN Manokwari salurkan TKD Rp5,9 triliun untuk enam pemerintah daerah

October 30, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia perkuat kerja sama transisi energi

October 30, 2026
Bahasa Indonesia

Siapa pembentuk Bahasa Indonesia?

October 30, 2026
Kemitraan Israel

Ketua PEV: Kemitraan PIF-Israel tidak dapat dibenarkan secara moral

October 30, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Karhutla bukan hanya karena El Nino

Karhutla bukan hanya karena El Nino, namun akibat ekspansi korporasi

0
Rotasi Pejabat Papua Barat

Gubernur Papua Barat: Rotasi pejabat adalah instrumen organisasi

0
Wagub minta OAP dilibatkan dalam pembangunan

Wagub Geley minta OAP dilibatkan dalam pembangunan kampung nelayan

0
Bahasa Indonesia

Siapa pembentuk Bahasa Indonesia?

0
Ondel-ondel

Ondel-ondel di panggung diplomasi

0
PLN UP3 Jayapura

PLN UP3 Jayapura siapkan cadangan daya 21 megawatt jelang Natal 2026

0
KPPN

KPPN Manokwari salurkan TKD Rp5,9 triliun untuk enam pemerintah daerah

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara