• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Mahasiswa Bakti BCA dampingi UMKM penjahit di Kota Jayapura

June 21, 2026
in Animha
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Silpester Kasipka - Editor: Arjuna Pademme
Mahasiswa Bakti

Para penghuni Panti Asuhan Sayap Kasih di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupatrn Jayapura, Papua saat belajar menjahit, Sabtu(20/06/2026) - Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
22
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Mahasiswa Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, penerima beasiswa Bakti BCA memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM penjahit di Kota Jayapura, Papua.

Bentuk pendampingannya adalah dengan mengolah limbah kain perca menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua Tim Focus Bakti Movement Champion, Yoga Albuqorih mengatakan program itu berawal dari hasil survei mahasiswa terhadap sejumlah UMKM di Kota Jayapura.

Dari hasil observasi itu, tim memilih mendampingi usaha penjahit Arumi di kawasan Bucen II Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

“Dari berbagai UMKM yang kami survei, kami akhirnya memilih mendampingi usaha penjahit Arumi di Bucen II, Entrop. Setelah melakukan wawancara, kami menemukan beberapa kendala, terutama pencatatan keuangan yang belum tertata dengan baik dan banyaknya limbah kain perca yang selama ini hanya dibuang,” kata Yoga Albuqorih, Sabtu (20/6/2026).

Ia mengatakan, mahasiswa kemudian mencari solusi agar limbah kain perca dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Mereka menggandeng siswa SMK Negeri 5 Jayapura yang memiliki keterampilan menjahit, guna mengolah sisa kain menjadi berbagai produk kerajinan.

BERITATERKAIT

Kapolresta Jayapura ajak masyarakat Papua peduli terhadap keberadaan sagu

Customary Landowners Block Access to Jayapura Central General Hospital, Demand Rp64 Billion Compensation

Pemilik ulayat palang RSUP Jayapura, tuntut pembayaran Rp64 miliar

Jayapura Environment Agency and WWF Encourage Communities to Raise Awareness of the Triple Planetary Crisis

Selain pembinaan produksi, mahasiswa menjalin kerja sama dengan Papua Youth Creative Hub untuk mendukung pemasaran hasil olahan kain perca, agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Sebelum pelatihan berlangsung, kami telah melakukan sejumlah kegiatan pendampingan terhadap UMKM sasaran. Mulai dari pembersihan dan penataan ruang kerja hingga pembenahan fasilitas usaha melalui pemasangan spanduk, rak, dan sarana pendukung lainnya,” ucapnya.

Pendampingan itu diharapkan dapat direplikasi oleh pelaku usaha penjahit lainnya di Kota Jayapura, sehingga limbah kain perca yang selama ini terbuang dapat diolah menjadi produk kreatif yang ramah lingkungan.

Katanya, program tersebut kemudian diperluas lewat pelatihan keterampilan bagi anak-anak Panti Asuhan Sayap Kasih di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua yang merupakan puncak rangkaian pendampingan terhadap UMKM penjahit lokal.

Menurutnya, panti asuhan dipilih sebagai sasaran pelatihan untuk memberikan keterampilan tambahan kepada anak-anak sejak dini, sekaligus memperkenalkan konsep pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai jual.

Anak-anak panti asihan diharap tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, juga memiliki keterampilan yang dapat terus dikembangkan.

“Jika nanti mereka menghasilkan produk yang layak jual, kami akan membantu menyalurkannya melalui Papua Youth Creative Hub dan hasil penjualannya akan kembali kepada panti asuhan,” ujarnya.

Pimpinan Panti Asuhan Sayap Kasih, Pdt. Syulla M Tokoro menyambut baik pelatihan dari mahasiswa Uncen itu.

“Saya melihat anak-anak sangat senang. Kegiatan ini menambah pengetahuan mereka dan sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Pdt. Syulla M Tokoro.

Tokoro mengatakan, panti asuhan yang dipimpinnya kini menampung 30 anak asuh. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Papua, termasuk daerah terpencil dan wilayah yang terdampak konflik.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pihaknya adalah biaya pendidikan, terutama saat tahun ajaran baru ketika banyak anak harus membayar biaya pendaftaran sekolah secara bersamaan.

“Kalau ada beberapa anak masuk sekolah secara bersamaan, biaya pendaftarannya cukup besar dan itu menjadi tantangan bagi kami,” ujarnya.

Selain biaya pendidikan dasar dan menengah, panti juga menghadapi keterbatasan dalam membantu anak-anak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami berharap ada lebih banyak perhatian dari berbagai pihak agar anak-anak ini memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ucapnya.

Pelatihan di Panti Asuhan Sayap Kasih melibatkan guru SMK Negeri 5 Seni dan Industri Kreatif Jayapura, Perak Irawati Munte.

Ia memperkenalkan dasar-dasar menjahit, penggunaan alat jahit, serta cara mengolah kain perca menjadi produk sederhana seperti ikat rambut.

Perak Irawati Munte mengatakan, pelatihan itu merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa penerima Beasiswa Bakti BCA.

Menurutnya, keterampilan menjahit dapat menjadi bekal bagi anak-anak panti untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi.

“Kami memperkenalkan alat-alat jahit dan dasar-dasar keterampilan menjahit kepada anak-anak. Kami juga mengajarkan membuat ikat rambut dari kain perca yang sederhana sehingga bisa menghasilkan produk dalam waktu singkat,” ujar Munte.

Katanya, sebagian besar peserta baru pertama kali mengenal mesin jahit. Namun, antusiasme mereka cukup tinggi dan mampu memahami teknik dasar menjahit dalam waktu relatif singkat.

“Anak-anak sangat bersemangat karena ini pengalaman baru bagi mereka. Bahkan ada yang langsung mencoba menggunakan mesin jahit portable dan mampu menghasilkan karya sederhana hanya dalam dua hingga tiga jam pelatihan,” katanya.

Perak berharap, keterampilan yang diperoleh anak-anak dapat terus dikembangkan melalui pelatihan lanjutan.

Ia pun mengajak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memberikan dukungan berupa peralatan maupun pendampingan berkelanjutan.

“Harapan kami ada dukungan berupa mesin jahit dan pelatihan yang lebih mendalam agar mereka bisa belajar menjahit pakaian secara mandiri,” ucapnya.

Anggota DPR Papua, Wagus Hidayat, yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengapresiasi inisiatif mahasiswa penerima Beasiswa Bakti BCA, yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan edukatif dan produktif bagi anak-anak panti asuhan.

“Saya memberikan apresiasi dan salut kepada adik-adik mahasiswa Uncen penerima Beasiswa Bakti BCA yang telah mengadakan kegiatan pemanfaatan kain perca menjadi produk kreatif bernilai ekonomi,” kata Wagus Hidayat.

Menurut Wagus, kegiatan serupa perlu diperluas agar menjangkau kelompok masyarakat lainnya, seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pondok pesantren, maupun komunitas masyarakat.

Salah seorang penghuni panti asuhan, Yaso Siu mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Siswa kelas VII SMP Negeri 6 Jayapura itu mengatakan, dirinya baru pertama kali belajar menjahit.

“Saya senang karena baru pertama kali belajar menjahit. Tadi saya sudah mencoba dan menurut saya cukup mudah,” kata Yaso Siu.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa penerima Beasiswa Bakti BCA Uncen, bertujuan meningkatkan keterampilan praktis, kreativitas, dan kemandirian ekonomi anak-anak panti asuhan sejak usia dini. (*)

Tags: BAKTIBCAJayapuramahasiswaPenjahitUMKMUncen
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Dishub Papua Selatan

Dishub Papua Selatan rencanakan pembangunan jembatan timbang di Merauke

June 19, 2026
Papua Selatan WTP

Papua Selatan raih opini WTP pertama dari BPK RI

June 19, 2026

Imigrasi Merauke deportasi pilot Australia, dua WNA masih ditahan

June 19, 2026

Gubernur Papua Selatan minta OPD percepat serapan anggaran

June 17, 2026

Gubernur minta perguruan tinggi di Papua Selatan tingkatkan mutu pendidikan

June 17, 2026

Sidak BBM subsidi di Merauke: Lima kendaraan terindikasi melanggar

June 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gen Z Papua

Gen Z Papua pawai salib merah dan tolak PSN di Merauke

June 21, 2026
Wapres Gibran

Wapres Gibran tinjau Museum Budaya, Katedral dan RSUD di Asmat

June 21, 2026
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Legislator soroti nasib pengungsi internal Nduga

June 21, 2026
El Niño

Vanuatu siap hadapi El Niño dan ancaman kekeringan

June 21, 2026
Pesta babi

Pesta babi dan kearifan lokal dalam menyambut El Nino di Papua Selatan

June 21, 2026
Mahasiswa Bakti

Mahasiswa Bakti BCA dampingi UMKM penjahit di Kota Jayapura

June 21, 2026
Pengungsi internal di Tanah Papua

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

June 21, 2026
Mantan Dosen UIP

Mantan dosen UIP tuntut pembayaran tunggakan gaji

June 20, 2026
Pengungsi

Australia bantah bertanggung jawab atas pengungsi di Pulau Manus PNG

June 19, 2026
Spesies Hiu Baru

Ilmuwan Australia temukan spesies hiu baru di PNG

June 20, 2026
Pemprov Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perluas cakupan program sekolah gratis

June 19, 2026
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Pengungsi desak pemerintah tarik militer dari Ndugama

June 21, 2026
Pengukuhan Ondoafi Besar Kampung Tarfia

Yohan Taudufu dikukuhkan menjadi Ondoafi  Besar Kampung Tarfia

June 20, 2026
Warga Sipil

Aparat keamanan mesti membedakan warga sipil dengan TPNPB

June 20, 2026
Gen Z Papua

Gen Z Papua pawai salib merah dan tolak PSN di Merauke

0
Wapres Gibran

Wapres Gibran tinjau Museum Budaya, Katedral dan RSUD di Asmat

0
Pengungsi Nduga

Hari Pengungsi Sedunia: Legislator soroti nasib pengungsi internal Nduga

0
El Niño

Vanuatu siap hadapi El Niño dan ancaman kekeringan

0
Pesta babi

Pesta babi dan kearifan lokal dalam menyambut El Nino di Papua Selatan

0
Mahasiswa Bakti

Mahasiswa Bakti BCA dampingi UMKM penjahit di Kota Jayapura

0
Pengungsi internal di Tanah Papua

Koalisi: Pemerintah abaikan ratusan ribu pengungsi internal di Tanah Papua

0

English Stories

Merauke Immigration
Pacnews

Merauke Immigration Deports Australian Pilot, Two Foreign Nationals Remain in Detention

June 20, 2026
KNPB
Pacnews

KNPB Responds to Worsening Humanitarian Situation in Papua

June 20, 2026
Customary Landowners Block Access
Pacnews

Customary Landowners Block Access to Jayapura Central General Hospital, Demand Rp64 Billion Compensation

June 19, 2026
Papuan Food Festival
Pacnews

Papuan Food Festival 2026 Highlights Food Security Rooted in Local Wisdom

June 19, 2026
Central Papua Civil
Pacnews

Central Papua Civil Servants Urged Not to Neglect Duties During World Cup

June 17, 2026

Trending

  • Mantan Dosen UIP

    Mantan dosen UIP tuntut pembayaran tunggakan gaji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Australia bantah bertanggung jawab atas pengungsi di Pulau Manus PNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ilmuwan Australia temukan spesies hiu baru di PNG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah perluas cakupan program sekolah gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pengungsi Sedunia: Pengungsi desak pemerintah tarik militer dari Ndugama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara