Sentani, Jubi – Mahasiswa Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Papua yang menerima beasiswa Bakti BCA dan tergabung dalam tim Community Empowerment 2025 menggelar Kegiatan Gebyar Budaya dan Bazar Gerabah.
Kegiatan dengan tema ‘Mengintip warisan autentik yang mulai redup dari pesona ujung danau Sentani’ itu dilaksanakan di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (17/5/2025).
ketua kelompok Bimaksi Uncen, Kaleb O Oyaitouw mengatakan, kegiatan itu bertujuan melestarikan budaya gerabah tradisional sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat kampung Abar, melalui promosi dan pemasaran digital.

Menurutnya, kegiatan gebyar budaya dan bazar gerabah itu berlangsung mulai Mei 2025 hingga Juli 2025.
“Pelatihan satu dan dua pada 17 Mei 2025, dan pelatihan ketiga itu, 24 Mei 2025. Sementara di pada Juni 2025, akan difokuskan pendampingan sampai puncak acaranya pada 5 Juli 2025, di kampung Abar,” kata Kaleb O Oyaitouw, Sabtu (17/5/2025).
Oyaitouw mengatakan, tim community Empowerment penerima beasiswa Bakti BCA Uncen memilih kampung Abar sebagai tempat menggelar kegiatan gebyar budaya dan bazar gerabah, karena di kampung tersebut memiliki potensi besar dalam pembuatan gerabah dan satu-satunya di Provinsi Papua yang memiliki gerabah dari tanah liat.
“Maka itu, kami belajar membuat sempe dan membantu masyarakat dalam mengembangkan ekonomi mereka melalui pembuatan gerabah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala suku Kampung Abar, Naftali Felle mengatakan, melalui diskusi panjang bersama mahasiswa dari kampus Uncen, yang merupakan penerima beasiswa Bakti BCA, pihaknya ingin agar mereka memberikan pelatihan kepada kelompok pengrajin gerabah tradisional di Kampung Abar.
Pihaknya sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan atas inisiatif mahasiswa penerima beasiswa Bakti BCA Uncen.
“Beberapa hari mereka datang dan berdialog dengan kami untuk mengadakan pelatihan ini. Akhirnya pada hari ini sudah bisa terlaksana,” kata Naftali Felle.
Felle mengatakan, sebagai ketua kelompok pengrajin gerabah tradisional dan mewakili pemerintah Kampung Abar, pihaknya berterima kasih dan kepada mahasiswa Uncen penerima beasiswa Bakti BCA yang telah melaksanakan kegiatan di kampung itu.
Katanya, kegiatan itu memberikan dampak positif, dan mengedukasi masyarakat Kampung Abar, khususnya kelompok pengrajin gerabah tradisional.
“Diharapkan kepada anggota kelompok yang mengikuti kegiatan ini, setelah pelatihan mereka dapat mewujud menyatakan dan mengaplikasikannya dalam kerja kelompok, juga untuk mengembangkan diri mereka masing-masing,” ujarnya.
Muhamad Qumarudin, Dosen Uningrat Papua yang diminta penyelenggara Bimaksi penerima beasiswa Bakti BCA uncen memberikan pelatihan tentang manajemen pengelolaan usaha untuk pertumbuhan berkelanjutan pada peserta pengrajin gerabah di Kampung Abar mengatakan, ia diminta melakukan sosialisasi manajemen keuangan kepada sejumlah ibu-ibu dan bapak-bapak, yang merupakan kelompok pengrajin gerabah tradisional di Kampung Abar, Sabtu (17/5/2025).
Menurutnya, manajemen keuangan memang sangat penting, khususnya untuk mereka yang melakukan usaha kecil dan menengah.
“Di sini (Kampung Abar) usaha gerabah dan kendala-kendala yang ada di sini adalah bagaimana memanajemen keuangan dengan baik, karena kalau kita tidak manajemen keuangan dengan baik, tentu usaha juga tidak akan berjalan dengan baik,” kata Muhamad Qumarudin.
Katanya, ia memberikan materi pelatihan sesuai dengan kondisi riil yang ada di lapangan. Penjelasan materinya tidak terlalu ilmiah, namun bagaimana peserta pelatihan bisa menerima dengan baik. Materi yang diberikan, lebih spesifik tentang pencatatan buku pengeluaran dan pemasukan.
“Sesuai dengan karakteristik yang ada di tempat ini, kalau dilihat dari hasil pantauan tadi, mereka sangat antusias. Apalagi materi yang saya berikan ini tidak terlalu monoton. Saya selingi dengan tanya-jawab sekaligus diskusi bersama berbagi kelompok. Mereka mempresentasikan kembali apa yang mereka dapat di depan teman-teman atau di depan bapak dan ibu yang lainnya,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan seperti itu dilakukan secara kontinyu dan adanya pendampingan yang serius kedepan, karena jika hanya sekadar lewat, tetapi tidak ada pendampingan secara berkonsisten maka apa yang mereka telah terima akan hilang dengan sendirinya.
Para peserta pelatihan pun diharapkan bisa mengimplikasikan dalam kelompok usahanya. Karena apapun yang terjadi dalam proses pembuatan dan penjualan itu, semuanya harus tercatat, sebab administrasi itu penting.
Para mahasiswa Uncen juga diharapkan bisa berkontribusi mempromosikan hasil karya warga Abar melalui media sosial, agar warga sekitar atau pemerintah daerah bisa melihat secara langsung, karena media sosial sangat membantu seiring perkembangan zaman modern
“Pesan saya kepada peserta, untuk mereka tetap berinovasi. Kemudian tetap study dan tiru beberapa tempat pengusaha gerabah. Bagaimana manajemen produksi itu menjadi kemasan yang sangat baik. Kepada teman-teman mahasiswa untuk tidak berhenti membagi atau membantu UMKM-UMKM yang ada di daerah khususnya di Papua ini, kata Muhamad Qumarudin. (*)























Discussion about this post